
Alda kini tengah sibuk menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya.
"Mau pake yang navy apa yang hitam?" tanya Alda.
"Navy aja, yang" jawab Renal. Ia kemudian melangkah masuk ke dalam walk in closed
"Mama" kepala kecil Athena muncul dari pintu yang memang tidak tertutup rapat.
"Anak mama udah cantik, rapi gini" Alda mencium Athena yang sudah begitu rapi dengan seragam sekolahnya, juga kuncir rambutnya dibagian kiri dan kanan.
"Maacii Mama" ucap Athena. Ia memanjat agar bisa duduk di sofa.
Tak lama, Renal sudah siap dengan setelan kantornya.
"Wah, anak daddy udah rapi" Renal juga menyematkan ciuman dipipi sang anak gadis.
"Ayo, sarapan dulu" Alda membawa tas kerja milik suaminya yang langsung diambil oleh PA Renal saat sudah sampai depan pintu kamar.
Sementara Athena berada dalam gendongan Renal.
"Dedi nteng" oceh Athena.
"Wahh, Al. Anaknya sudah bisa bilang ganteng segala" takjub Renal.
Alda terkekeh. Ia juga cukup kaget akan kosa kata anaknya.
"Daddy ganteng yah nak yah?" tanya Alda kemudian mengambil Athena dari gendongan Renal. Ia mendudukkan Athena dikursi khusus bayi.
"Nteng" Athena bertepuk tangan.
Renal mengelus kepala Athena. Alda mengambil sarapan untuk Renal, kemudian mengisi piringnya sendiri. Athena dibuatkan bubur ayam khusus.
"Bubuy yam" Athena menerima suapan Alda. Alda menyuapi dirinya dan sang anak secara bergantian.
Setelah sarapan, Alda mengantar anak dan suaminya sampai teras.
"Apa yang akan kamu lakukan hari ini?" tanya Renal.
"Memeriksa pekerjaan seperti biasa" jawab Alda.
Renal mengangguk.
"Cayiiim" Athena menggaet tangan Alda dan Renal secara bergantian untuk disalami.
"Baik-baik yah sama mbak Ni" pesan Alda.
"Oce mama"
"Anak Daddy yang pintar yah nak" Renal mengelus kepala anaknya.
"Bubai" pamit Athena yang tangannya sudah digandeng oleh Mbak Ni menuju mobil.
Alda terkekeh.
Padahal sejak hari pertama Athena masuk sekolah, hal rutin ini sudah menjadi pemandangan biasa, tapi Renal tak pernah bosan untuk melihatnya, untuk melakukannya.
"Kamu hati-hati" kata Alda yang mendapat ciuman dikeningnya.
Renal mengangguk.
"Baik-baik di rumah. Tunggu aku pulang" katanya sebelum meninggalkan istrinya.
Setelah suami dan anaknya sudah pergi, Alda kembali masuk ke rumahnya. Pertama, ia akan mandi terlebih dahulu, kemudian memeriksa pekerjaannya.
✨✨✨
"Sayang, udah siap?" tanya Renal yang baru saja menyelesaikan tugasnya, membantu Athena memakai sepatu.
"Udah daddy" jawab Alda dengan begitu manis.
"Tumben manggil daddy segala" heran Renal.
Alda terkekeh. Ia menggandeng tangan suaminya yang sebelah kanan, karena tangan kiri suaminya sudah menggandeng tangan putri kecilnya.
Mereka akan menyambangi kediaman Sandi dan Dian. Beberapa hari lalu Dian melahirkan seorang bayi perempuan. Tapi baru hari ini Alda dan Renal sempat untuk melihatnya.
"Uucu emoy" ucap Athena saat melihat bayi yang begitu kecil, dibalut bedongan berwarna pink.
"Adeknya gemoy yah?" tanya Dian.
"Iya, emoy" Athena mengangguk. Sejak tadi ia terus melihat bayi itu. Pengen towel tapi takut.
"Mawu piiijang" Athena melihat mamanya.
"Mau pegang?" tanya Alda memastikan.
Athena mengangguk.
"Yang kalem pegang nya, nanti adeknya nangis" kata Alda sambil membimbing tangan Athena untuk menoel pipi sang bayi.
"Waaaah" takjub Athena.
"Kenapa nak?" tanya Renal yang sedari tadi memperhatikannya.
"yembut" katanya.
Keempat orang dewasa tersebut tertawa mendengar ocehan Athena.
"Udah bisa tuh dibikin adek" kata Sandi.
"Kalem San" Renal menimpali.