Renalda

Renalda
The Trauma



Setelah mengunjungi kediaman 05, Renal membawa keluarga kecilnya ke restoran untuk makan.


Saat sudah sampai di halaman restoran, Renal dan Alda turun terlebih dahulu. Kemudian di susul The. Badan The sedikit bergetar saat kakinya bersentuhan dengan aspal, ia lalu jatuh terduduk.


"The" Alda berusaha menahan The agar tidak sampai terjatuh.


"Lhoo, kenapa ?" Renal cukup bingung.


"Tatut. Paya The cakit" The menunjuk aspal yang sedang mereka injak.


Renal dengan gesit menggendong The, ia menepuk nepuk bahu The, mencoba menenangkannya.


Air mata Alda sudah luruh. Ia sungguh tidak ingin melihat anaknya sampai ketakutan seperti itu.


Renal melihat ke arah istrinya. Seolah mengatakan tidak apa-apa.


Alda kembali mencoba memperbaiki perasaannya. Renal merangkul pinggang Alda hingga sampai di meja yang telah di-reservasi Renal.


"Ada tembang" Ketakutan The perlahan hilang.


"Cantik yang bunganya" Alda menemani Athena mengoceh.


"Tembang meyah, tembang unu, tembang pin" ucap The sambil menunjuk bunga sesuai warnanya.


Renal bertepuk tangan.


"Pinternya anak daddy" puji Renal.


"Maacii cama cama" oceh Athena.


Renal dan Alda terkekeh mendengar ocehan The.


"kenapa pula mesti disambung sama sama?" heran Renal.


"Biar daddy nya gak usah jawab kali" kata Alda.


"Mau makan apa nak?" tanya Alda.


"Plen ples , mama"


Renal menoleh ke arah Alda.


"Dia bilang apa?" tanyanya.


"French fries" jawab Alda.


Renal menepuk keningnya. Sungguh multitalent istrinya, bisa menjadi penerjemah bahasa anak-anak.


"The suka makan kentang yah nak?" tanya Renal.


"Wahh, kentangnya gurih yah, kremes kremes juga."


The mengangguk.


Tak lama, pesanan datang. Ditata dengan rapi oleh pelayan restoran.


"Wawww manyak" Mata Athena berbinar-binar melihat makanan yang begitu menggugah selera. Alda benar-benar memesan makanan yang ia inginkan.


Renal sebenarnya cukup kaget, tapi ia langsung mengembalikan ekspresi nya seperti sedia kala. Ia takut orang hamil di depannya bakal merajuk atau marah. Ia tentu tidak masalah dengan apa yang ada di depannya sekarang. Mereka bisa take away jika tidak menghabiskannya.


Athena sudah asyik dengan kentang gorengnya yang ia cocol dengan mayonaise. Alda juga makan dengan tenang, sesekali ia memperbaiki apron yang menutupi dada Athena agar bajunya tidak kotor. Renal bahagia melihat anak dan istrinya makan dengan tenang.


Bahagia ternyata sesederhana ini, pikir Renal.


"Bis, mama" tunjuk Athena pada piring di depannya.


Alda dan Renal melihat ke arah piring Athena, kemudian mereka saling bertatapan dan terkekeh.


Anak ini segitu sukanya kentang goreng.


"The minum yah." Alda membantu Athena minum.


"Mau ini nggak?" Renal menunjuk red Velvet.


"boyeh?"


Renal mengangguk. Ia menggeser piring Athena yang kosong, diganti dengan piring yang berisi red Velvet.


"Athena apa-apa dimakan. Apalagi kalau bubur ayam sama kentang goreng, pasti makannya cepat habis" kata Alda.


"Bersyukur, sayang. Kita gak perlu bingung mau makan apa, gak pilih-pilih makanan, itukan bagus." Renal mengelus kepala Alda.


"Traumanya gimana yah?" tanya Alda tiba-tiba.


"Kalau nemenin dia cek up, sekalian bilang ke dokternya. Pasti sembuh kok" ucap Renal menenangkan.


"Tapi kasian, Ren. Masih kecil, takut aspal. Mana aspal ada dimana-mana"


"Iya iya. Nanti pasti dikasih solusi sama dokternya"


Athena tetap makan, tidak ambil pusing dengan dua orang di depannya.


"Ma, num"


Alda membantu Athena untuk minum. Red Velvet yang Renal berikan, hampir habis.


Anaknya benar-benar.