Renalda

Renalda
Zoo



Di dalam mobil cukup hening, hanya ocehan Athena yang terdengar, juga beberapa kali klakson dari kendaraan lain. Tidak ada yang berhasil membuka percakapan, masing-masing merasa canggung.


"I'm sorry" ucap Renal setelah sekian lama mempertimbangkan kata yang akan ia ucapkan.


Alda menoleh kearah Renal. Sebelah alisnya terangkat.


"I' m sorry" ulang Renal.


"For?" tanya Alda.


"My mistake" jawab Renal.


"You are not mistake maker" ucap Alda datar.


"Maafin aku karna gak pernah menjelaskan apa pun kepadamu."


"Emang mau jelasin apa? Pertunangan kamu dengan Angel? Basi, Ren. Angel bahkan sekarang udah nikah, ia sudah menemukan kebahagiaannya." sarkas Alda.


"I'm so sorry, Alda" Renal benar-benar meminta maaf.


"Seharusnya kamu bilang maaf sebelum itu terjadi Ren. Setidaknya aku tahu lebih awal dan nyiapin diri seperti Rian."


"Aku emang pengecut, Al" lirih Renal.


Alda diam. Gak tahu harus merespon Renal bagaimana.


"Mau jalan-jalan kemana?" tanya Renal, lagi.


"Ke zoo aja" jawab Alda.


"Zoo dediii" oceh Athena.


"Bawel sih anaknya Daddy ini" Renal mengelus rambut Athena sekejap.


"Kok dia bisa manggil kamu Daddy?" tanya Alda penasaran.


"Yah kan anak aku" jawab Renal ngawur.


"Terserah deh Ren" Alda membuang pandangannya kearah luar.


Renal terkekeh.


"Beberapa hari sebelum bang Rafa balik, aku gak sengaja ketemu dia, sama Athena juga. Dari awal ketemu Athena ngoceh bilang Daddy Daddy pake bahasa dia. Aku kira cuman ocehan gitu, ehh ternyata dia manggil aku Daddy" cerita Renal.


"Kamu pernah ketemu mereka? Di negara G kan?" tanya Alda.


Renal mengangguk.


"Gak sengaja juga sih. Aku habis ada kunjungan di rumah sakit, kebetulan bang Rafa juga berobat disana, ehh ketemu." jelas Renal.


"Rafa pergi, Ren. Bawa Athena pula. Aku kira ia pergi karena ucapan Mika, ternyata dia pergi untuk berobat" kata Alda.


Renal mengangguk.


"Bang Rafa cerita kok" katanya.


Alda mengeratkan pelukannya pada Athena. Ia memperhatikan ekspresi Athena yang begitu ceria.


"She is beautiful girl" kata Alda


"like her mama" sambung Renal.


Renal mengambil Athena dari gendongan Alda, sementara Alda membawa tas jinjing untuk keperluan Athena. Sebelah tangan Renal memeluk pinggang Alda, sebelahnya lagi dipakai untuk menggendong Athena.


Alda hendak melepaskan diri dari Renal.


"Jangan dilepas Al, entar aku dikira sugar Daddy" kata Renal.


Alda memperhatikan sekitarnya. Banyak mata ibu-ibu sedang menatap Renal dengan tatapan lapar.


Alda terkekeh. Pria disampingnya memang selalu menarik perhatian. Apalagi sekarang ada anak kecil digendongan nya. Hal itu menjadi poin tambahan untuk seorang Renaldi.


Mereka mengelilingi zoo dengan ocehan Athena yang terlihat begitu excited melihat banyak jenis hewan. Alda tentu saja juga memberikan edukasi dini pada Athena. Bermain sambil belajar.


"mimiiii" oceh Athena.


Alda yang mengerti pun mencari tempat yang bisa mereka duduki. Ia meminta Renal berjalan menuju Gasebo kecil yang berada didekat kandang kelinci.


Renal mendudukkan Athena diantara dirinya dan Alda. Alda kemudian memberikan botol minum anak pada Athena. Athena tentu saja gadis yang pintar, ia bisa minum sendiri.


Alda mengeluarkan kotak makan sedang juga air mineral.


"Kamu makan gih." suruh Alda sambil memberikan kotak makan yang dibawanya pada Renal.


Renal yang sedang memperhatikan Athena minum cukup kaget.


"Kamu aja yang makan" katanya.


Alda menggeleng.


"Kamu aja, Ren. Aku tahu kamu belum makan sejak pagi" suruh Alda dalam mode galak.


Renal menerima kotak makan tersebut. Ia kemudian makan, sesekali menanggapi ocehan Athena.


"Kamu udah makan emang?" tanya Renal.


"Udah sebelum ke rumah Rafa makan dulu. Itu persiapan aja kalau aku pulangnya agak sorean atau kalau kejebak macet" jelas Alda.


"Padahal kan bisa makan di resto" kata Renal.


"Itu bukan makanan resto tapi tetap habis" sindir Alda sambil tetap menyuapi Athena biskuit.


Renal terkekeh mendengar sindiran Alda. Kotak makannya sudah benar-benar kosong.


"Thanks Al." ucap Renal.


"maacii Mama" Athena ikut mengoceh.


Alda tertawa mendengar Athena ikut berterimakasih padanya.