Renalda

Renalda
Rafa's Gone



Matahari sedang panas-panasnya, sekarang pukul 1 siang. Mereka sedang dalam perjalanan pulang ke Arunika. Athena begitu rewel. Memanggil papinya terus menerus.


"Coba diberi minum, Al" kata Renal.


Alda mencoba melakukan instruksi dari Renal.


Athena menggelengkan kepalanya, menolak minum yang diberikan Alda.


"Papi papi" oceh Athena sambil menangis.


"Mana macet gini" keluh Alda.


Mereka menghabiskan waktu hampir satu jam di jalan. Saat memasuki kawasan Arunika, Alda mendadak lesu. Ia merasa tidak tenang.


Alih-alih memasuki rumahnya, Alda malah berlari ke rumah Rafa.


GOSHHHHH


Terlihat Arwan yang sedang melakukan tugasnya sebagai seorang dokter. Aina sudah menangis, Priska dan Arwini juga terlihat sesekali menghapus air matanya.


Arwan sekali lagi mengecek seluruh titik denyut nadi Rafa, sebelum memberitahukan kepada semuanya kalau Rafa sudah pergi.


Alda jatuh pingsan. Untung Athena sudah diambil oleh Renal.


Semua mata melihat dimana Alda terjatuh, disampingnya ada Athena yang menangis juga ada Renal yang mencoba menenangkannya.


Mika dengan gesit mengangkat adiknya, menidurkan nya disofa. Sementara Lathief dan Erlan segera mengurus acara pemakaman Rafa.


Tidak ada lagi sanak saudara Rafa disini, hanya Athena satu-satunya. Lathief tentu saja mengambil tanggung jawab untuk memakamkan Rafa dengan layak.


Orang-orang datang silih berganti untuk melihat Rafa yang terakhir kalinya. Karangan bunga berjajar di koridor jalan Arunika. Mereka semua bersedih atas kepergian seorang eksekutif muda diera ini. Seorang dengan ketegasannya dan juga kecerdasannya, sesekali bersikap konyol kepada mereka yang dekat dengannya.


Alda duduk dengan lemas disamping jasad Rafa. Ivana sesekali mengusap pundak iparnya. Mika, Randi, Angga diberi kesempatan untuk memeluk sahabatnya sejenak.


"Papi" oceh Athena yang melihat Rafa seolah sedang tidur.


Tangis Alda kian pecah mendengar ocehan Athena.


"Pemakamannya sudah siap. Sebaiknya dilakukan sebelum matahari terbenam" kata Lathief.


Lathief tentu saja melakukan yang terbaik. Ia memilih memakamkan Rafa didekat papi dan maminya.


Kesedihan membawa Rafa menuju tempat istirahatnya. Alda jalan dipapah oleh Angga dan Randi, didepan mereka ada Mika dan Ivana. Dian, Sandi, Angel, Rian dan Alex juga penghuni Arunika's Residence yang lain mengantar Rafa.


Alda, Mika, Angga, Randi dan Renal memandang lama makam Rafa sebelum beranjak pulang. Gelap sudah hampir menguasai bumi.


"Pulang, Al. Athena udah nunggu" kata Randi. Ia mengusap bahu Alda, menenangkan sahabatnya itu. Ia tentu juga merasakan kehilangan.


Alda mengangguk. Ia mengikuti langkah Randi yang merangkulnya.


Perjalan terasa sepi. Hanya ada Alda dan Randi juga seorang supir yang mengendarai mobil Randi. Alda menyandarkan kepalanya di bahu Randi. Kenangan bersama Rafa berputar bak film diingatannya. Mereka bersama sejak kecil, selalu bersekolah di sekolah yang sama. Rafa pribadi yang sedikit konyol tapi tentu ia baik hati.


Alda memilih pulang ke rumah Rafa. Alexia tanpa disuruh membawa baju ganti untuk bossnya. Alda duduk sambil melihat seluruh sisi rumah Rafa. Membayangkan Rafa masih berjalan kesana-kemari sambil bertingkah konyol.


"Ma ma ma" suara Athena menyadarkan Alda dari lamunannya.


Athena berjalan tertatih menuju Alda, tentu ada mbak Ni yang mengawasinya.


Alda membuka kedua tangannya, menyambut Athena. Athena tertawa, memperlihatkan giginya yang kecil-kecil dan rapi.


"Athena sama mama sekarang yah. Papi udah gak ada. Papi udah nyusul Oma dan opa" kata Alda.


"Pa Pi pi" oceh Athena sambil menepuk pipi Alda.