Renalda

Renalda
Kesalahan Min



Seperti pagi-pagi biasanya, Alda akan mengantarkan suami dan anaknya hingga ke depan pintu. Jika Nevan bangun, maka bayi itu akan turut serta melihat kakak dan daddy nya pergi ke sekolah dan ke kantor.


"Yang, nanti minta tolong supirnya untuk jemput akak The yah" kata Renal.


Alda mengangguk.


"Nanti bantu ingatin aku"


"Yaudah, aku sama akak Athena pamit yah" Renal mencium kening istrinya.


Athena menyalami punggung tangan mamanya.


"Bubayyy" anak kecil itu melambaikan tangannya.


Alda terkekeh. Setiap pagi selalu memiliki ceritanya sendiri.


"Dedii mana mana?" tanya Athena.


"Daddy kerja dulu sama om Abdi yah. Nanti akak The dijemput sama sopirnya mama" jawab Renal sambil mengelus kepala anaknya.


"Kelja jauhh?"


Renal menggeleng.


"Deket. Tapi Daddy sibuk sekali hari ini. Gak apa-apa yah dijemput sama pak sopir?"


Athena mengangguk.


Mobil berhenti di depan gerbang sekolah Athena. Ini adalah tahun terakhir ia akan bersekolah disini. Nanti akan di daftarkan ke sekolah Taman Kanak-kanak.


Renal menggandeng tangan Athena hingga depan pintu kelas. Ia sudah cukup kebal akan tatapan para ibu-ibu atau para nanny yang menemani anak-anak mereka ke sekolah.


"Akak sekolah dulu yah. Nanti dijemputnya sama pak sopir."


"Bubay dedii"


Renal mengelus lembut rambut anaknya.


"Daddy pamit yah"


Athena mengangguk. Ia melihat sang daddy hingga tak terlihat.


✨✨✨


Ia melihat jam tangannya. Sesuai perkiraan, anak-anak dipulangkan. Keamanan sekolah ini cukup ketat.


Athena yang biasanya mendapati sang Daddy atau om Abdi di depan pintu kelasnya, kini memilih untuk menunggu supirnya di depan.


"The" sapa perempuan tadi.


Athena berhenti. Ia membalas lambaian tangan temannya yang pamit lebih dulu.


"Napa panggiy The?" tanyanya.


"Ikut Tante, yuk. Nanti Tante antar pulang" ajak perempuan itu.


Athena diam. Tante di depannya terlihat cantik dan rapi, pasti dia orang yang baik.


Athena terus berjalan, tanpa menjawab ajakan Tante tadi. Saat melewati gerbang cukup jauh, perempuan itu tiba-tiba menjambak rambut Athena.


"Aku udah sabar yah nungguin kamu, malah kamunya gak tahu diri"


"Tuyung tuyung" Anak kecil itu sudah menangis. Berharap seseorang segera menolongnya dari perempuan jahat ini. Anak itu kini di tarik. Perempuan itu memarkirkan mobilnya cukup jauh dari sekolah.


Ptakkk


Perempuan itu tiba-tiba jatuh tersungkur. Sebuah peluru bersarang dibetisnya. Terlihat tiga orang sedang berlari ke arahnya. Ini tentu saja bukan sesuatu yang baik. Tanpa pikir panjang, ia mendorong tubuh anak kecil yang tadi ditariknya ke jalan raya.


Tanpa belas kasih, salah satu dari tiga orang itu kembali menembakkan pelurunya hingga menembus lengan si perempuan.


"Sopirnya nyonya Alda sudah di depan gerbang sekolah. Aku bawa nona kecil ke rumah sakit, kalian urus perempuan ini" ucap Min, salah satu pengawal yang ditugaskan melindungi anak ini.


Dua orang lainnya mengangguk.


Nin mengangkat tubuh kecil Athena yang sudah tidak karuan. Goresan nyaris terlihat di seluruh badan anak ini. Kepalanya yang terbentur trotoar mengeluarkan banyak darah. Lagi-lagi ia gagal menjaga majikan kecilnya.


Kawasan sekolah Athena adalah tempat yang cukup sepi. Tidak banyak orang yang berlalu lalang di jalanan itu.


Min menelpon temannya, meminta untuk segera memberi jalan pada mobil yang sedang ditumpangi nya.


"Bapak bisa cepat nggak sih bawanya? Sini gantian sama aku. Bapak yang pangku nona" teriak Min.


Anak yang sedang berada dalam pengakuannya sudah tidak sadarkan diri. Ia akan menerima segala hukuman yang akan diberikan oleh tetua RelFath nanti.