
Pekerjaan Alda telah selesai. Ia memilih mengecek segala perkembangan rumah sakit dari rumahnya. Brian sangat bisa diandalkan menjadi seorang CEO. Alda lah yang kini jadi preskom, ia bergerak dibelakang layar. Alexia sudah pamit pulang, ia akan segera ke RelFath karena besok Sabtu-Minggu, itu artinya Alexia libur.
Alda berjalan ke rumah Mika. Tadi ia sudah mengirim kepada Mika untuk memandikan Athena, ia akan membawa Athena jalan-jalan ke pasar malam yang ada diujung kompleks dekat jalan raya.
Dari pintu terdengar suara tawa Athena, juga suara Mika yang meladeni ocehan Athena. Disampingnya ada Ivana yang ikut tertawa kecil.
"Sore semuanya" sapa Alda pada ketiganya.
"Sore, Al. Maaf aku gak tahu kamu udah datang" kata Ivana. Ia masih cukup canggung jika berhadapan dengan Alda. Entah kenapa.
"Aku baru datang kok. Aku juga gak ngetuk pintu, langsung masuk aja, makanya kamu gak dengar" kata Alda, tak lupa tersenyum diakhir kalimatnya.
"Mama" panggil Athena.
Alda mendekat. Athena sudah rapi, sudah harum. Bando dikepalanya juga lucu.
"Lucu banget anak mama" Alda mengangkat Athena membawanya ke pangkuannya.
"Athena nginep sini yah, Al" pinta Mika.
Alda menggeleng.
"Enak aja" katanya.
"Pelit amat. Dia anak aku juga lho ini" Mika masih mencoba merayu.
"Kak, mau nginap di rumah papa Mika gak?" tanya Alda.
"Yumah Papa?" tanya Athena balik.
Alda mengangguk.
"Cama mama?" tanya Athena.
"Nggak. Kakak aja tidur disini, bareng papa, bareng uti Ivana" jelas Alda.
Athena menggeleng.
"Cama mama ja" katanya dengan suara cadelnya.
Mika merenggut kesal mendengar jawaban dari anak kecil itu.
"Udah denger kan? Kalau gitu aku pamit. Bye Ivana" Alda mencium sekilas pipi Mika sebelum pergi menggandeng tangan anaknya.
Ivana tertawa kecil melihat wajah kesal suaminya.
✨✨✨
Saat akan berbelok masuk ke area pasar malam, sebuah mobil berhenti di depan Alda dan Athena.
"Dediii" panggil Athena yang sudah hapal dengan mobil Renal.
Renal tersenyum melihat Athena yang begitu lucu.
Athena mengulurkan tangannya minta digendong.
"Kak, Daddy capek. Kakak digendong sama mama aja yah?"
Athena menggeleng.
Renal menggendong Athena.
"Aku aja Ren, kamu capek baru pulang kerja" kata Alda.
"Aku aja, Al. Udah lama juga aku gak gendong kakak."
Alda mengangguk. Ia berjalan dibelakang, sementara Renal berjalan didepannya.
"Ngapain kamu berjalan dibelakang ku? Sini, dekat aku" Renal menarik tangan Alda agar berjalan disampingnya. Renal tentu saja tidak melepaskan tangan Alda yang berada dalam genggaman tangannya.
Mereka kini terlihat seperti sebuah keluarga kecil. Sang suami baru pulang kerja dengan kemeja putih yang digulung hingga sikunya, sementara sang istri dengan gaun sampai betisnya, dan anaknya yang lucu berada dalam gendongan ayahnya.
"Yikan" kata Athena yang melihat penjual ikan ******.
"Kakak mau?" tanya Renal.
Athena mengangguk.
Mereka mendekat ke penjual ikan.
"Pak, ikannya dua." kata Renal.
Mas-mas nya mengangguk.
"Berapa pak?" tanya Renal.
"10 ribu, mas."
Renal kesusahan mengambil uang di dompet nya.
"Ini, pak" kata Alda yang menyerahkan selembar uang berwarna biru.
"Kembaliannya untuk anak bapak aja" lanjut Alda saat mas-mas nya hendak mengembalikan kembaliannya.
"Terima kasih, Bu. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan" ucap penjual itu.
Alda mengangguk. Ia mengambil kantongan yang berisi ikan ****** milik anak bayik.
"Al, kita makan dulu yah. Aku lapar" kata Renal dengan sedikit ringisan.
Alda mengangguk.
"Mau makan apa?" tanyanya.
"Sate aja, enak kayaknya kalau sama lontong" jawab Renal.
Mereka mencari stand yang menjual sate. Ia memilih yang duduknya lesehan.
"Bang, satenya 2 porsi lontong nya juga" pesan Alda.
"Kakak gak dipesenin?" tanya Renal.
"Aku berdua aja sama kakak" jawab Alda.
Renal mendudukkan Athena disampingnya. Athena begitu serius memainkan mainan karet yang sejak tadi berada ditangannya.