
"Renal kemana, mbak?" tanya Alda yang baru saja bangun dari tidurnya. Sekarang sudah pukul 8 malam. Sore tadi Alda ketiduran saat menunggu Renal di kamar mereka berdua. Tapi hingga tertidur pun, ia merasa Renal tidak memasuki kamar mereka.
"Tuan sedang menemani nona The ke pasar malam depan kompleks. Tadi nona nangis terus, mau sama nyonya. Tapi sepertinya tuan kasihan karena nyonya tertidur begitu nyenyak, makanya Tuan membawa nona kecil keluar." jelas pelayan.
"Terima kasih, mbak" ucap Alda sopan. Ia hendak berjalan kembali ke kamar tapi dihentikan oleh pelayan tadi.
"Maaf, nyonya. Nyonya belum makan sejak tadi. Saya diminta tuan untuk menyiapkan anda makan malam dan memastikan Anda makan." ucap pelayan.
Pelayan tersebut kemudian menyiapkan makan malam untuk Alda, dan menunggu hingga Alda selesai dengan makan malamnya.
Alda yang mendapat pesan itupun dengan patuh melaksanakannya. Cukup perkara Athena yang membuat Renal marah, masalah makannya gak usah. Renal kalau marah serem. Gak ada lagi sisi manisnya yang selalu manggil Alda dengan sebutan Alda manis. Renal kalau marah tipe orang yang salty abis, terus diem.
"Terima kasih, mbak" ucap Alda setelah menghabiskan makan malamnya.
Setelah makan, Alda duduk di ruang keluarga, menunggu anak dan suaminya kembali. Ia memutar sebuah kartun yang selalu Athena nonton. Lagi-lagi si kucing berwarna biru teraniaya karena perlakuannya sendiri, dan si tikus kecil akan tertawa.
"Mama" Alda mendengar suara Athena yang memanggilnya.
Benar, tak lama suara sendal Athena yang bunyi ikut bersuara, anaknya sudah kembali.
Athena keluar hanya menggunakan legging bayi, juga kaos yang dilapisi jacket, rambutnya di kasih bando. Renal memang bisa diandalkan untuk mengurus Athena.
"Wahh, anak mama udah pulang" seru Alda. Ia menepuk sofa kosong disampingnya, meminta Athena untuk duduk.
"Mama, dayi pacal mayam" cerita Athena.
"Sama siapa perginya?"
"Cama dedii"
"wahh, jahat nih mamanya gak dipanggil"
"mama bobo. Tu tup maaata" kata Athena sambil menutup matanya, mempraktekkan cara Alda tidur.
Alda terkekeh. Ia melihat jari anaknya yang plester lukanya sudah diganti.
"Daddy mana sayang?" tanya Alda.
"Kenapa nih cari Daddy?" goda Renal.
Renal akan selalu begitu. Jika moodnya sudah baik, ia akan kembali menggoda Alda.
"Rindu yah? Mamanya Athena rindu yah?" goda Renal sambil meletakkan sekantong gorengan di meja.
Alda terkekeh. Matanya lalu melihat ke arah meja. Gorengan. Tempe, tahu isi, tahu bulat, bakwan dan cabai, enak pasti.
"Cahu buyad The" ucap The.
Alda berdiri, mengambil wadah untuk diisi gorengan, juga sambel. Ia memisahkan tahu bulat punya anaknya. Takut kemakan, enak sepertinya.
"Pak satpam udah? Orang di paviliun juga?" tanya Alda.
Renal mengambil tempat duduk disamping istrinya.
"Sudah, mama" jawabnya.
"Cahu buyad enaaak cekayiii" Athena menyanyi dengan lirih, dengan lirik yang ia buat sendiri.
Anak bayi itu duduk diatas sofa sambil memangku tempat tahu bulatnya.
Renal terkekeh mendengar lirihan nyanyian Athena. Anak itu sangat amat menggemaskan.
"Kamu gak makan?" tanya Alda pada Renal yang sejak tadi hanya memeluk pinggangnya saja.
Renal ikut mengambil tahu isi, tapi satu tangannya masih dipinggang sang istri.
"Kemana aja kita yah, ada gorengan enak begini tapi baru beli" heran Alda.
"Kan kita gak terlalu sering keluar. Mentok di rumah mama, apa bang Mika" jawab Renal.
"Nanti deh aku beliin lagi" janjinya.