Renalda

Renalda
Liburan



Rafa benar benar bermanja ria dengan kasurnya. Ia bahkan tidak mengunjungi rumah Alda seharian sejak ia dijemput di bandara. Ia hanya keluar kamar jika dipanggil untuk makan oleh maminya. James hanya mampu menggelengkan kepalanya, heran.


Lain lagi dengan Randi. Randi hanya istirahat sebentar setelah menyapa orang tuanya. Setelah merasa cukup istirahatnya, ia kembali lari mengelilingi kompleks saat sore hari.


"Tadi gue lari keliling kompleks. Kok rumahnya Renal sepi yah? hanya ada security nya dan mbak yang kerja di sana" tanya Randi yang belok ke rumah setelah lari sore.


"Tanyain Renal apa tanyain Angel nih?" tanya Mika dengan wajah yang dibuat polos sepolos polosnya.


"Nanyain Renal dan keluarganya" jawab Randi kalem.


"Mereka ke Turkey, liburan" jelas Mika singkat padat dan jelas.


"Gak usah ganggu Angel lagi dehh. Angel udah jadian sama Rian tuh" peringat Alda yang sedari tadi diam sambil makan rempeyek yang dibelinya.


"Tahu gue mah. Gua juga liat kalii di insta story nya" pasrah Randi.


"Bagus deh" ucap Alda kemudian kembali makan rempeyek.


Randi ikut duduk didekat Alda. Melihat Alda yang mengunyah, suara krauk krauk gurih dari rempeyek membuatnya juga ingin makan rempeyek. Tanpa permisi, ia ikut mencomot.


Mika hanya menggelengkan kepalanya. Jauh-jauh kuliah di Negera D, ternyata gak ada yang berubah pada seorang Randi. Randi, si dingin yang gemesin, pen jitak rasanya.


✨✨✨


"Ada yang ketinggalan gak?" tanya Lathief pada anak-anak..


"Aman pa"


"aman om"


jawab mereka serentak.


Setelah berunding tentang lokasi liburan, berlayar menjadi keputusan mereka berlima. Para orang tua tidak ikut. Selain memiliki kesibukan masing-masing, juga tentu saja mereka tak tahan berada di laut selama seminggu.


Ini kali kedua mereka menaiki yacht ini. Tak ada yang berubah. Tetap mevvah dan tentu saja terlihat berkelas.


Mereka berunding dengan kapten yang menjadi nahkoda yacht itu, juga beberapa awak kapal yang ikut membantu. Dari juru masak hingga juru mesin.


"Dekat sini ada lumba-lumba gak?" tanya Alda.


"Sekitar 50 mil lagi, nona" jawab kaptennya sopan.


Alda mengangguk.


Setelah semuanya rencana disusun, mereka kembali ke tempat yang menyerupai ruang keluarga. Fasilitas terbilang cukup lengkap di kapal ini. Dari Tv, kulkas hingga pendingin ruangan.


"CENDOL DAWET" teriak Rafa


"CENDOL DAWET" sambung Mika


Cendol dawet ancene seger


Cendol dawet akeh wong ngiler


Cendol dawet ancene seger


Gawe wong podo kebelinger (yo)


Alda ngakak mendengar nyanyian teman-temannya. Ada-ada aja sih mereka. Rafa mengalungkan syal dilehernya, berjoget ria ala penyanyi dangdut.


CENDOL CENDOL


DAWET DAWET


Teriakan nyanyian ala Rafa, Randi, Angga dan Mika terdengar. Alda masih ngakak tak cantik. Tadi ia duduk cantik di sofa, sekarang ia sudah duduk berselonjor diatas karpet sambil memegang perutnya yang sudah kram karena tertawa.


Mika bahkan sudah mengusap sudut matanya yang berair karena lelah tertawa.


"Ganti ganti" kata Alda.


"Alamat palsu, Raf"


KEMANA KEMANA KU HARUS


MENCARI DIRIMU KEMANA


asssoy


KEKASIH TAK TAHU DIMANA RIMBANYA


LAMA TAK DATANG KE RUMAH


asyiiik


Alda berteriak memanas-manasi, sambil berjoged . Tangannya dikepal, menyisakan jempol jarinya.


Rafa membuat insta story, merekam kegiatan mereka.


Tak lama, ponselnya terdengar nyaring dengan bunyi notifikasi. Banyak DM yang masuk. Sebagian merasa terpesona sebagian lagi merasa tak percaya.