
Di SMA Maheswari masih begitu ramai. Meskipun tidak ada proses belajar-mengajar untuk hari ini, para pelajar kelas 10 dan 11 tetap ke sekolah, menyaksikan kelulusan para senior mereka.
Tak lupa membawa buket bunga, entah hanya sekuntum mawar atau sebatang coklat. Lapangan outdoor yang selalu dipakai untuk upacara bendera, kini berubah menjadi tempat dimana para pelajar yang baru saja lulus merayakan puncak kelulusan mereka.
Kegiatan hari ini menjadi program kerja OSIS, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja angkatan sebelumnya yang begitu patut diacungi jempol. Tentu pemilik sekolah memilih untuk menyetujui acara ini. Ini tahun pertama pak Maheswari kembali ke sekolah ini, makanya ia setuju atas program ini, sekalian bernostalgia, katanya.
Berbeda dengan sekolah internasional lainnya, acara kelulusan tahun ini seperti sekolah-sekolah kebanyakan. Setiap satu orang alumni dibekali se-cup pewarna yang tentunya aman untuk kulit dan jika menempel pada kain, maka tidak akan permanen. Selain pewarna, mereka juga dibekali sebuah spidol. Tak perlu ditanya, spidol itu tentu untuk menandatangani baju putih mereka untuk dikenang.
Drone yang disiapkan oleh panitia sudah merekam sejarah sejak tadi. Mengabadikan moment untuk mereka yang akan merindu.
Alda menandatangani baju Mika, Angga, Rafa dan Randi masing-masing di bagian dada, tepat diatas saku bajunya. Keempat lelaki itu tak lupa juga mencoret kemeja Alda dengan nama mereka.
Wajah para alumni begitu bahagia tak karuan, meskipun seragamnya kini tak lagi putih bersih, melainkan sudah penuh dengan pewarna.
"Keren banget sih kelulusan kali ini." decak Alda kagum.
"Iyalah. Mereka hasil rekrutannya aku dong" bangga Mika.
"Yang ngasih ide gila kayak gini siapa coba. Kelulusan kayak main colour run" Kata Rafa menimpali.
"Siapa lagi kalau bukan mantan ketua OSIS kita" seloroh Angga.
"Foto yuk foto" seru Alda.
Alda meminta tolong pada salah satu temannya untuk memotret mereka. Mereka berlima berbaris, tentu saja Alda yang berdiri ditengah. Banyak pose yang mereka abadikan.
"Gue dulu dong, berdua bareng dedek" Mika menyerahkan ponselnya pada Randi untuk memotret dirinya dan Alda.
Mika merangkul pundak adiknya sambil tersenyum, pun dengan Alda yang memasang senyum manisnya.
Dipose kedua, Alda memeluk pinggang kakaknya sambil mengangkat dua jarinya membentuk V.
"Gua juga dong bareng si princess" Angga juga mau untuk foto berdua dengan Alda.
"Gua dulu dehh" Rafa menimpali
"Yodah, gue dulu kalo gitu." Randi menarik Alda kemudian mengkode Mika untuk mengambil gambarnya dengan Alda.
Alda hanya pasrah ditarik kesana kemari oleh kakak dan sahabatnya.
✨✨✨
"Kak Aldaaaaaa" teriak Rian dan Alex nyaring.
Alda yang hendak masuk mobil jadi mengurungkan niatnya. Ia menoleh ke belakang, pada ketiga orang yang sedang berjalan mendekat dengan masing-masing bunga di tangannya.
"Enak aja pulang tapi gak ketemu Rian" seloroh Rian.
"Ini buat kak Alda yang baik hati" ucapnya sambil memberikan buket sekuntum mawar.
Alda tersenyum, ia mengerti betul gimana watak kedua temannya Renal ini.
"Ini buat kak Alda" Alex juga memberi mawar yang sama pada Alda.
"Makasih yah" ucap Alda.
Rian memberikan ponselnya pada Renal.
"Ren, fotoin gue dong bareng kak Alda" katanya seenak jidat.
Renal mendengus, tapi tetap mengambil ponsel Rian.
Rian menyingkir, membiarkan Alex berfoto dengan Alda.
"Kami bertiga dong, Ren" Alex makin ngelunjak.
Alda berdiri di tengah, diapit oleh dua orang juniornya.
Sementara di dalam mobil, Angga, Rafa, Mika dan Randi hanya menghela napas.
"Thanks borrr, gambarnya cakep-cakep" ucap Rian tidak tahu diri.
Disaat orang lain memberi Alda bunga mawar, Renal memberinya bunga baby breath.
Mata Alda berbinar.
"Terima kasih, orang baik" ucapnya.
"Yok foto" ajak Alda.
Alda berdiri memeluk bucket bunga yang diberi Renal. Sementara Renal berdiri disampingnya, dengan sebelah tangan masuk ke saku celana.
"Ganti gaya, mumpung gue lagi baik" kata Rian.
Alda tersenyum dengan bucket bunga di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya membentuk V. Tangan kanan Renal masih disaku celananya, sementara tangan kirinya berada di kepala Alda, seolah mengelus kepalanya.
"Aku gak disuruh tanda tangan?" tanya Renal lirih.
Alda mengambil spidol disakunya, kemudian memberikannya pada Renal.
"Tanda tangan dibahuku" kata Alda.
"Tunggu aku 4 tahun lagi" bisik Renal sambil mencoret baju Alda. Dibawah tanda tangannya, ia menulis I'm yours.
"Wahh, curang nih. Gue gak disuruh tanda tangan" teriak Alex.
"Masih lama gak nih?" tanya Rafa yang turun dari mobil.
"Masihlah, bang" jawab Rian.
"Turun semua Lo, bang. Kita belum foto" kata Alex membuka pintu mobil, sehingga Mika, Angga dan Randi ikut turun dari mobil.
"Rugi nih kalau gak foto sama most wantednya sekolah." ucap Rian tak tahu diri.
"Lumayanlah nambahin followers" Alex ngelunjak.
"Ngelunjak bener kalian" omel Rafa.
"Canda aelaah bang" ralat Alex.
Mika meminta tolong salah satu adik kelasnya yang kebetulan lewat untuk memotret mereka.
Berbagai pose mereka lakukan, yang waras hingga yang absurd.
"Gue dan yang lain pamit. Kalian bertiga, jaga nih sekolah. Jangan bolos melulu" petuah Mika.
"Siap, bang" serempak Renal, Alex dan Rian.