Renalda

Renalda
Kesedihan Alda



Setelah mendengar cerita Athena, Renal lalu mengajak Athena untuk makan.


"Ayo, makan dulu. The kan belum makan bubur ayam" ajak Renal.


Athena menggeleng.


"Mawuu bobo" katanya sambil menunjuk tempat tidurnya.


Renal mengangguk mengerti. Ia lalu membawa gadis kecilnya menuju tempat tidur.


"Mawuu num" Athena meraih gelas yang ada di nakas samping tempat tidurnya. Ia lalu minum dan meletakkannya lagi.


Anak kecil itu tidur membelakangi sang ayah. Renal mengelus rambut anaknya. Mengantarnya pada alam mimpi di jam 9 pagi ini.


Ternyata selain bekerja mencari nafkah, ada hal lain yang tidak terlihat yang menjadi tanggung jawab seorang suami. Ia harus membentuk keluarganya agar tentram dan damai. Sungguh, ia sendiri tidak pernah berpikir Athena akan sebaper ini karena teriakan Alda. Dan ia juga tidak pernah berpikir kalau Alda akan berteriak seperti tadi.


Sebelum meninggalkan sang anak, Renal lebih dulu menyematkan ciuman dikening sang anak, mengusap air matanya dan merapikan selimutnya.


"Ngapain kamu disitu?" tanya Renal saat mendapati Alda yang masih menangis.


Renal membawa Alda memasuki kamarnya. Mendudukkan istrinya dengan lembut, memberikannya air dan membantu istrinya agar tenang.


Lama mereka terdiam, hingga suara Alda memecah keheningan.


"Athena takut sama aku. Aku jahat, aku monster" ucap Alda lirih.


Renal yang duduk tepat di depan Alda, membawa Alda masuk kedalam pelukannya.


"Ia hanya kaget. Anak-anak selalu dengan kekagetan mereka." Renal memberi pengertian.


"Athena pasti benci sama aku"


"Al, Athena anak kamu kan?" tanya Renal.


Alda mengangguk pasti.


"Gak ada seorang anak yang benci orang tuanya. Percaya sama aku, Athena hanya kaget. Aku aja kaget lho denger kamu teriak" canda Renal berusaha memperbaiki mood istrinya.


Sebuah ketukan menghentikan percakapan mereka. Alda memperbaiki riasan wajahnya dibantu Renal sebelum membuka pintu.


"Maaf nyonya, sepertinya tuan kecil kelaparan. Dan persediaan ASI di kulkas sudah habis" ucap pelayan itu.


"Sama-sama, Nona. Saya akan kembali ke belakang" pamit pelayan itu.


Alda mengangguk.


Ia membawa Nevan masuk ke kamar bayi itu. Kamar Athena yang dulu, kini menjadi kamar Nevan. Karena hanya itu yang mempunyai connecting door. Kamar Athena dipindahkan menjadi di depan kamar Alda dan Renal.


Setelah Nevan tidur, Alda kembali ke kamarnya. Rupanya Renal sudah bersih-bersih.


"Ayo sarapan" ajak Renal merangkul sang istri.


Alda menyempatkan untuk melihat Athena sebentar. Rupanya anak kecil itu masih tertidur. Nevan tentu saja aman, tempat tidurnya seperti penjara yang semua sisinya diberi penghalang agar bayinya tidak jatuh.


"The belum makan"


"Nanti kalau udah bangun, aku bujuk untuk makan." kata Renal.


Alda mengangguk. Ia mengambilkan beberapa jenis lauk untuk suaminya, tak lupa untuk dirinya. Nampak bubur ayam kesukaan Athena masih utuh. Alda lalu menutupnya, nanti akan ia beri pada Athena jika anak itu sudah bangun.


✨✨✨


Karena kecapekan, Alda tertidur di kamarnya. Mumpung anak-anaknya sedang tidur, jadi ia juga menyematkan kesempatan itu untuk tidur. Renal sedang pamit untuk ke rumah Raka.


Athena yang baru bangun mengelus perutnya yang terus berbunyi.


"Yapal" lirihnya. Ia lalu turun dari kasurnya dan membuka pintu kamarnya, menuruni tangga dengan cara duduk.


"Mbak, The yapal" ucap Athena.


Untung ada pelayan yang sedang membersihkan bekas makan Alda dan Renal tadi.


"Lho, nona kecil. Mbak kaget lho" Kata pelayan itu sambil mengelus dadanya.


"Heheh, maap mbak" kata Athena.


Mbak tadi lalu membantu Athena duduk di baby chair nya, memberikannya bubur ayam yang sudah pasti dingin. Pelayan tadi menemani Athena makan hingga selesai.


"Maaci mba" ucap Athena sebelum meninggalkan ruang makan.