Renalda

Renalda
How If I Love You



Renal and the geng a.k.a Sandi, Alex dan Rian sedang berkumpul di rumah Renal.


"Gimana proses Lo?" tanya Sandi pada Renal.


Renal menoleh.


"Hah, gimana?" tanya Renal.


"Gimana Lo dengan kak Alda?" tanya Sandi memperjelas.


Renal diam sejenak.


"Gue mesti gimana? Lo pada tahukan kak Alda itu mesti kalem tapi yah juga rada garang. Gue bukannya gak pengen memperjelas perasaan gue ke kak Alda, cuma gue gak mau hubungan kami renggang setelahnya" jelas Renal.


"Gue bahkan gak bisa sama sekali nebak gimana perasaan Alda ke gue" lanjut Renal.


Alex, Rian dan Sandi mengangguk mengerti atas penjelasan Renal.


Bukan hal yang mudah untuk bersanding dengan seorang Renalda Atmadja- yang juga seorang Arunika.


"Gimana perjodohan Lo dengan Angel?" tanya Alex.


Ini lagi yang menjadi masalahnya.


"Opa masih ngotot ingin perjodohan itu terlaksana" pasrah Renal.


"Ren, gue boleh minta Angel ke Lo?" tanya Rian hati-hati.


Semuanya kaget mendengar pertanyaan Rian.


"Hah, gimana Yan?" tanya Sandi.


Rian diam sejenak, menyusun kalimat yang akan dia ucapkan.


"I think, I fall on love with Angel. Entah gimana bisa, gue suka perhatiin dia diam-diam " Rian mengakui.


"Yan, gue emang gak mau dijodohkan dengan Angel, tapi bukan berarti gue gak sayang dia. Dia itu sudah gua anggap adik. Kalau ternyata Lo cuman mau mainin dia, gue harap Lo untuk putar balik, gak usah dilanjutin" jelas Mika.


Rian mengerti betul apa yang diucapkan Mika. Tapi ia juga tidak sedang main-main. Melihat Sandi yang begitu bucin terhadap Dian, melihat perjuangan Renal untuk Alda, sudah saatnya ia juga teman berbicara, berbagi segalanya.


"Tapi gue gak main-main, Ren. Pegang ucapan gue" janji Rian.


"Angel tahu Lo suka dia?" tanya Alex.


Rian menggeleng.


"Gue jalan perlahan aja, biar dia gak kaget" jawab Rian.


Mereka tidak tahu saja, Angel sejak tadi berdiri di depan pintu kamar Renal. Ia diminta oleh Dina untuk memanggil Renal dan teman-temannya untuk makan siang.


Angel tidak merasa sedih atas penolakan Renal dalam perjodohan mereka, malah ia merasa senang karena tidak perlu berpura-pura senang atas perjodohan itu. Jika bisa, ia akan meminta sendiri pada Opanya Renal untuk tidak melanjutkan perjodohan tersebut. Namun hal lain membuatnya kaget. Ia cukup kaget atas pengakuan Rian pada teman-temannya. Ini adalah Rian. Rian, orang yang kerap kali membuatnya jengkel tapi juga tertawa.


Angel kembali turun tanpa melaksanakan perintah Dina.


"Lho, yang lain mana?" tanya Dina.


"Angel gak enak ganggu mereka" alasannya.


"Yaudah, kamu duduk gih. Biar mama yang manggil mereka " kata Dina kemudian pergi untuk memanggil Renal dan teman-temannya.


✨✨✨


Alda menerima pesan. Renal memintanya untuk menemani dirinya latihan basket. Karna ia sedang kurang kerjaan sekarang, ditambah mama dan papanya sedang di kota C dan Mika juga sudah mengizinkan nya, Alda menyanggupi permintaan Renal.


Renal


Aku di depan


Setelah membaca pesan dari Renal, Alda bergegas turun. Mika sedang tidak di rumah, jadinya ia hanya pergi tanpa pamit.


Tanpa di suruh Alda membuka pintu mobil Renal kemudian masuk dan duduk dengan tenang.


"Kemarin abis kuliner-an bareng bang Mika?" tanya Renal membuka percakapan sore itu.


Alda mengangguk.


"Iya, habisnya kemarin moodku lagi buruk banget" curhat Alda.


"Lho, kok bisa?"


"Gak tahu, tiba-tiba aja"


"Sekarang juga masih mood swing?" tanya Renal.


Alda menggeleng.


"Gak lagi" jawabnya.


"Al?" panggil Renal setelah lama terdiam.


Alda menoleh.


"Kenapa?"


"How If I Love You?" tanya Renal hati-hati.


Alda diam sejenak.


"Hah, gimana?"


"How if i love you?" ulang Renal.


"Emang kamu suka aku? Atau sedang latihan untuk nembak seseorang?" tanya Alda diplomatis.


Renal cukup sabar hari ini. Seharusnya ia mengumpat mendengar ucapan tak terduga Alda. Sudah jelas jika tadi ia bertanya, dan jawaban orang dia tanya bikin kesabarannya nyaris hilang.


"Lupain, Al" pasrahnya.