Renalda

Renalda
Renalda ~ Last Part



Namaku Renalda. Renalda Arunika Atmadja, lengkapnya. Orang tuaku bernama Lathief Arunika dan Aina Atmadja. Aku punya seorang kakak laki-laki, namanya Mika Alfath Arunika, dan juga tiga orang tetangga yang menjengkelkan tapi sayangnya aku sangat menyayangi mereka. Namanya Rafa, Angga dan Randi.


Kalian pasti sudah membaca kisahku, kisahku di masa SMA, saat ambil gap year, saat Athena pertama kali masuk dalam hidupku dan saat aku menjadi seorang istri.


Yah, aku awalnya sangat amat berusaha untuk tidak mengambil hati untuk setiap tindakan yang juniorku lakukan terhadapku, tapi lama-lama jadi kebiasaan juga. Panggil dia Renal, si pemilik eye smile, si pemilik tatapan teduh, menangkan dan ada ketegasan didalamnya.


Hal yang paling aku suka adalah saat ia menatap diriku sambil tersenyum, saat tangannya menggenggam tanganku, memasangkan jari kecilku di sela-sela jari-jarinya yang besar, saat ia mengacak rambutku dan yang paling membuatku merasa dilindungi adalah saat ia merangkul pundakku.


Tidak, aku tidak lebay. Mika dan para sahabatku selalu melakukan itu kepadaku. Tapi dengan Renal rasanya berbeda. Membuatku cemas karena jantungku akan berdetak lebih cepat.


Aku bersyukur mama dan papa bukan orang yang kolot, dengan segala pemikiran jaman dulunya. Mama dan papaku adalah orang tua terbaik, dengan segala kasih sayang dan cinta kasihnya. Ia tidak pernah melarang aku untuk dekat siapa pun. Berbeda dengan Renal, ia adalah laki-laki pertama yang masuk dalam circle-ku selain Mika dan ketiga lainnya. Papa tentu tak melepaskan begitu saja, aku tahu papa punya banyak koneksi. Untuk mencari tahu tentang Renal tentu bukan hal yang sulit bagi papa.


Informasi yang ku dapat sewaktu liburan ke Turki tentang perjodohannya dengan Angel, tentu saja juga diketahui papa. Papa mewanti-wanti aku untuk tidak berharap lebih dan tetap biasa aja menghadapi perasaanku.


Hal itu benar-benar terjadi disaat aku dan Renal bisa dibilang cukup dekat. Aku menangis, tentu saja. Mika mendapatiku menangis di kamar. Dengan segala pertimbangan, aku meminta pada papa untuk membiarkan aku menjalani private course di RelFath. Menyibukkan diri dan tentu saja memilih jauh dari rumah.


Dua hari setelahnya, aku meminta agar aku di kirim ke kota C. Sudah berjalan dua tahun, dan aku masih belum ingin melihat wajah Renal. Aku kembali menyibukkan diri di kota C, menjadi salah satu staf di Instalasi CSSD. Setiap hari aku akan bekerja, merasa lelah kemudian tertidur. Aku terlalu larut dalam deritaku yang tak seberapa, aku melupakan sahabatku yang baru saja kehilangan sosok ayah dan ibunya. Rafa sudah hidup terlalu bebas. Hingga sosok kecil yang dibawa Rafa berhasil membuatku tersenyum kecil, Rafa tentu saja kembali menjadi Rafa sahabatku setelah ada sosok kecil tersebut dalam hidupku dan hidupnya.


Kehidupanku terus berjalan, hingga saat aku memberikan diri pulang ke kota A untuk liburan, yang ternyata Dian juga akan menikah. Keadaan mempertemukan aku dengan Renal. Dan entah kenapa saat itu aku sudah baik-baik saja, bahkan sebelum mendengar penjelasannya.


Aku tulis ini dibagian terkahir dari cerita ini sebagai pengingat jika kita hanya bisa berusaha, berencana, tapi hasil akhir tetap milik Tuhan. Takdir akan selalu bekerja dalam hidup kita, membawa kita pada hal-hal yang tak pernah kita duga.


Kepada takdir, ku ucapkan terima kasih karena pada akhirnya Renaldi Maheswari, cinta pertamaku, menjadi seorang suami untukku dan Daddy untuk anak-anakku. Terima kasih telah memberi kenyataan seindah itu, menjadikan Renaldi Maheswari menjadi teman hidupku, yang akan menemaniku melangkah hingga akhir hayatku.


Dari penulis, terima kasih banyak sudah bersedia membaca hasil tulisanku yang tidak seberapa ini.


Terima kasih tak terhingga. Maaf untuk segala kekurangan. Salam hangat dan salam sehat untuk kita semua 🙏


- firefly99