Renalda

Renalda
Renal-Alda 2



Alda sedang menunggu Renal bermain basket, yang sayangnya Dian tidak ikut menemani Sandi. Jadilah Alda duduk sendiri sambil bermain ponsel. Sesekali memperhatikan dimana bola basket berada.


Gelap sudah menguasai dunia, barulah latihan dihentikan.


"Kak Al, Ren, gue dan yang lain duluan" teriak Sandi mewakili Alex dan Rian.


Alda mengangguk sambil tersenyum.


"Hati-hati" teriak Renal.


Renal melihat ke arah Alda.


"Kamu bosan nungguin aku main?" tanya Renal yang sudah berjalan sambil merangkul pundak Alda.


Alda menggeleng.


"Gak kok. Dari pada di rumah, sendiri" jawabnya.


Di perjalanan, Alda sedang sibuk dengan ponselnya. Renal merasa diacuhkan.


"Sibuk banget yah dengan ponselnya" sindir Renal.


Alda menoleh ke Renal, menaikkan sebelah alisnya.


"Kenapa Ren?" tanya nya.


"Kamu main ponsel terus. Aku didiemin. Lagi sibuk emang?" tanya Renal.


Alda menggeleng.


"Kak Mika masih di kampus. Ia bertanya aku udah makan atau belum. " jawab Alda.


Renal memukul jidatnya pelan.


"Yaudah, makan malemnya bareng aku. Mau?" tanya Renal.


Alda mengangguk.


"Mau makan dimana?" tanya Renal.


"Warung pojok aja, deket traffic light depan" jawab Alda.


Renal diam sejenak.


"Gak pengen ke resto aja?" tawarnya.


Alda menggeleng.


"Di warung pojok aja" kekeuh Alda.


Renal mengangguk. Memarkirkan mobilnya tak jauh dari warung yang Alda inginkan.


Warung cukup ramai. Terlihat karyawannya yang sibuk kesana kemari mengantar pesanan, pelanggannya juga cukup banyak.


"Gak apa-apa Ren makan disini?" tanya Alda.


Renal melihat Alda.


"Seharusnya aku yang tanya gitu." katanya.


"Aku suka makan disini. Takutnya kamu gak suka"


Renal tersenyum singkat sambil mengelus rambut Alda.


"Aku suka kok" katanya.


Alda mengangguk, kemudian memesan.


"Kamu mau apa, Ren?" tanya nya.


"Samain kayak punyamu" jawab Renal.


"Kak, pesan nasi gorengnya 2, 1 porsi ayam palekko dan es tehnya 2" pesan Alda.


"Siap kak Al" kata pelayan itu. Ia cukup akrab dengan Alda dan teman-temannya.


"Aku dan yang lain sering makan disini" jawab Alda


Renal diam-diam memotret Alda. Wajahnya tidak begitu jelas, hanya sebentuk siluet. Ia tak lupa menjadikannya story I G.


"Pacarnya kak Alda yah?" tanya pelayan yang mengantarkan pesanannya.


Alda hanya tersenyum tanpa menjawab.


"Yang lain kemana kak? Bang Rafa dan bang Randi lama gak kesini." tanya pelayan itu.


"Rafa dan Randi sedang kuliah di luar " jawab Alda.


Pelayan itu pamit pergi.


Alda memakan nasi gorengnya dengan lahap, sesekali mencoel ayam palekko.


"Al, itu apa?" tanya Renal menunjuk ayam palekko.


"Namanya ayam palekko. Ayamnya dipotong-potong kecil gitu terus di masak dengan banyak bumbu, tapi bumbu yang paling banyak adalah cabe" jelas Alda.


"Kamu cobain, deh. Rasanya enaaaak banget" suruh Alda.


Renal yang begitu penasaran dengan rasa ayam palekko yang begitu disukai oleh Alda, tanpa pikir panjang ikut nyicip.


Renal langsung minum es teh begitu ayam palekko itu masuk ke mulutnya.


"Pedas banget, Al" keluhnya.


Alda sedikit kasihan melihat ekspresi Renal, tapi ia rasanya ingin tertawa juga.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Alda.


Renal menggeleng.


"Kamu udahan yah makan ininya" katanya sambil menjauhkan ayam palekko itu dari hadapan Alda.


Alda memberenggut.


"Apaan sih, Ren? Ayamnya enak gitu" tolak Alda yang kembali mengambil ayam tersebut.


"Nanti kamu sakit, Al" ucap Renal khawatir.


Alda menggeleng.


"Aku tuh sering makan ginian." katanya.


Renal menghela napasnya. Ia begitu pasrah. Ia kembali melanjutkan makannya, menghabiskan nasi gorengnya yang terasa begitu nikmat.


Alda mengambil uang dari dompet, berniat membayar makanan tadi. Tapi tiba-tiba terhenti karena ucapan Renal.


"Kalau kamu berani bayar makanan tadi, aku pastiin besok papaku bakal ke rumahmu untuk kamar kamu" kata Renal . Ia begitu tak rela Alda yang membayar makanannya. Disini ia yang seorang laki-laki. Hendak dikemanakan harga dirinya kalau Alda yang membayar.


"Takut banget aku lamar?" goda Renal saat mereka sedang perjalanan pulang.


"Ya takutlah. Entar papaku kaget, ngira aku kenapa" seloroh Alda.


Renal terkekeh mendengar jawaban terus terang Alda.


Renalda, seorang gadis yang entah kenapa bisa sebegitu menariknya bagi Renal. Alih-alih menyebutkan nama restoran terkenal, ia malah memilih makan di warung pojok, yang Renal baru tahu kalau rasa makanannya begitu enak.


"Al, akhir pekan bisa ikut aku?" tanya Renal.


"Kemana?"


"Ke suatu tempat, rahasia"


"Bahaya gak nih?" tanya Alda.


"Ya kali aku nempatin kamu dalam bahaya" sewot Renal.


Alda terkekeh mendengar perkataan sewot dari Renal.


"Entar aku kabarin" kata Alda.