Renalda

Renalda
Good Daddy



"Kakak The berangkat sama daddy yah nak?" Alda sedang memakaikan sepatu dikaki Athena.


"Mama mana mana?"


"Mama di rumah. Kakak The nanti dijemput sama Alexia" jelas Alda.


Anak bayi itu mengangguk.


"Wuehh, cantik banget anak daddy" Renal membawa Athena ke gendongannya, menciumi wajah Athena hingga kegelian.


"Dedii cetop cetop" Athena menahan kepala Renal yang masih akan menciumnya.


"Udah daddy, kasihan anaknya" Alda memeluk pinggang Renal.


Ada kebahagiaan tersendiri bagi Renal saat momen seperti ini terjadi. Athena berada dalam gendongannya dan Alda memeluknya. Sungguh, ia merasa sangat beruntung memiliki mereka, apalagi masih ada calon anaknya didalam perut sang istri.


"cayiim mama" Athena mencium punggung tangan Alda.


"Nanti minta tolong Miss Amel bukain bekalnya yah nak" ucap Alda.


"Ciyaap mama" jawab Athena yang mendapat ciuman di pipinya.


"Aku berangkat kerja dulu, kamu baik-baik di rumah. Alexia bakal datang kan?" tanya Renal.


"Iya, sebentar lagi dia datang"


"Yaudah, aku pamit" Renal mencium kening Alda, kemudian menggandeng tangan Athena menuju mobil.


Renal ikut turun mengantar Athena hingga ke depan kelas. Disana sudah ada Miss Amel yang menunggu di depan pintu.


"Selamat pagi The, selamat pagi, pak" sapa Miss Amel ramah.


"Selamat pagi, Miss" Renal membalas sapaan Miss Amel. Ia lalu jongkok di depan Athena.


"Daddy kerja dulu yah." kata Renal.


"ciaci dedii"


Renal mengangguk. Ia mencium kening sang anak.


"Nanti kakak The dijemput sama Alexia" beritahu Renal.


"cayiiim" Athena mencium punggung tangan Renal.


"pinter anak Daddy" Renal mengusap kepala Alda.


"bubay dedii" Athena melambaikan tangannya, melihat hingga sang daddy hilang tak terlihat.


"hot Daddy"


"hooh, menyegarkan mata"


"rejeki pagi namanya, lihat yang gituan"


bisik-bisik terdengar. Ibu-ibu dan pergunjingan memang dua hal yang tidak mudah terpisahkan.


✨✨✨


Setelah menidurkan Athena, Alda menyusul Renal ke ruang kerjanya. Nampak Renal begitu tampan saat menggunakan kacamata. Meskipun hanya memakai baju kaos dan celana selutut.


Renal membuka kedua tangannya, meminta Aldaa untuk masuk ke dalam pelukannya.


"The uda tidur?" tanya Renal.


Alda mengangguk.


Renal mendudukkan Alda di pangkuannya, ia mengelus rambut Alda, sebelah tangannya lagi mengelus perut Alda.


"Anak Daddy gak rewel kan hari ini?"


"Tidak Daddy" jawab Alda meniru suara anak kecil.


Renal terkekeh, ia mencium pipi Alda dengan gemas.


"Al, aku bisa gak yah jadi Daddy yang adil untuk Athena dan anak-anak kita nanti?" tanya Renal.


Alda mendongak, mencoba membaca ekspresi dari sang suami. Ia mengelus pipi suaminya.


"Kenapa tiba-tiba hmm? Bukannya kamu gak sabar nunggu aku hamil?"


"Kepikiran aja. Gimana kalau nanti aku jadi Daddy yang gak adil, atau aku hanya fokus pada bayi yang masih di perut kamu."


"Ren, bayi ini titipan Tuhan. Tuhan telah mempercayai kita untuk jadi orang tua yang adil, makanya ia menitipkan bayi lagi pada kita. Kita akan membesarkan Athena dan adik-adiknya dengan adil dan kasih sayang yang berlimpah. Kamu itu good Daddy." jelas Alda.


"Terima kasih, mommy" Renal mengeratkan pelukannya.


"Tidur yuk, udah malam" ajak Alda.


Renal mengangguk. Ia menyusun berkasnya terlebih dahulu sebelum menggandeng tangan Alda ke kamar mereka. Sebelum tidur, ia menyempatkan untuk melihat Athena terlebih dahulu, mencium kening anaknya dan mengucapkan selamat malam.


"Mimpi indah princess nya, Daddy" ucap Renal sebelum meninggalkan Athena.