
Kapal berlabuh saat menjelang sore. Di dermaga sudah ada To yo ta hi a ce terparkir dengan begitu gagah, juga seorang pemuda yang mengenakan setelan jas.
"Selamat datang Jake, noda dan para tuan muda" ucap lelaki tersebut sambil sedikit membungkuk tanda hormat.
"Apa kabar A?" tanya Jake basa basi sambil memimpin para anak muda untuk mengikuti nya naik ke mobil.
"Saya sehat, Jake" jawab si A.
Lepas dari dermaga tempat yacht berlabuh tadi, mobil tersebut melewati hutan belantara. Pohon yang tinggi, juga berlumut. Jalanan yang cukup luas, meski tak banyak kendaraan yang berlalu lalang, mereka hanya berpapasan 3 mobil hingga sampai pada sebuah perkotaan yang begitu indah.
"Ini negeri dongeng yah?" tanya Alda sambil melihat sekitar.
"Negeri dongeng yang telah diwujudkan oleh buyut Anda, nona" jawab A.
Bukan hanya Alda, Mika dan yang lain pun terkejut ada tempat seperti ini di bumi. Tentu saja kecuali Jake.
"Ka, Lo kalau akting totalitas dong" sambar Rafa.
"Maksudnya gimana tuh Raf?" tanya Angga mendahului Mika.
"Keliatan gak punya apa-apa, gak tahunya punya pulau yang isinya gue yakin gak ada tandingannya" jawab Rafa.
Mereka masih sibuk mengagumi setiap sudut sepanjang jalan di RelFath.
"Raf, Lo tahu nggak kalau gue baru pertama kali datang ke tempat ini?" tanya Rafa.
Rafa menggeleng.
"Nah kan, akting lagi Lo"
Mika mengelus wajahnya frustasi.
"Boro-boro tahu tempat kayak gini ada, buyut punya pulau aja aku gak tahu Raf" akui Mika.
"Emang Lo gak tahu bokap Lo punya duit banyak?" tanya Angga yang sedari tadi diam tapi nyatanya mendengar curhatan Mika.
"Kalau punya uang, jelas gue tahulah. Tapi soal jumlah, gue gak pernah tanya, gak enaklah gue. Gak penting juga kan?" kata Mika.
Randi, Angga dan Rafa menghela napasnya.
"Ka, kalau gue jadi adik Lo gimana?" tawar Rafa.
Mika menggeleng.
"Alda aja cukup" tolaknya.
Randi melihat ke arah Jake yang sepertinya biasa aja dengan semua yang baru ia lihat.
"Bang Jake" panggil Randi.
Jake menoleh, menaikkan sebelah alisnya seolah berkata 'kenapa?'
"Bang Jake tahu semua inikan?" tanya Randi.
Jake hanya mengangguk.
"Kasih tahu dong, Arunika punya apa aja?" kepo Rafa.
"Itu rahasia negara, tuan" jawab Jake acuh.
Sungguh, apapun yang menjadi milik Arunika bukan urusannya. Ia hanya ditugaskan untuk menjadi personal assisten untuk Mika. Karena Brian dan Brandon sibuk, ia kini merangkap menjaga Alda juga. Sesekali ia datang kemari jika si kembar Arunika itu sedang betah tinggal di rumah, itupun hanya diberi waktu 9 jam. Jika berkunjung kesini, ia akan dibawa menggunakan jet pribadi milik Arunika's Group agar tidak memakan waktu yang lama. Setelah urusan nya selesai, ia akan langsung pulang ke kediaman Arunika. Meskipun Jake tahu Ares tidak hanya menugaskan dirinya, Brian dan Brandon untuk menjaga dua keturunan itu, ia tetap was-was jika sedang berada jauh.
Ares tentu begitu selektif dalam hal keselamatan keluarganya. Ada puluhan orang yang menjadi telinga dan tangannya. Sesibuk apapun seorang Ares, tentu ia tak lupa pada keluarganya.