
Hari Sabtu pagi, Athena ikut Daddy nya masuk ruang gym. Ada banyak fasilitas olahraga didalamnya. Treadmill tentu saja menjadi pilihan pertama Renal setelah melakukan pemanasan. Ia menyetel senam anak-anak untuk Athena.
Athena menggunakan legging berwarna pink, juga baju yang hanya sebatas bahunya yang juga berwarna pink.
"Catu"
"Duwa"
"Ciga"
"Mpat"
Athena menghentakkan kakinya bergantian, mengikuti yang terpampang di layar depannya.
"Catu"
Sesekali tangannya bertepuk tangan, atau merentangkan tangannya dan diangkat. Anak itu begitu aktif.
Renal sampai terkekeh geli melihatnya.
Ckiiit
Pintu ruang gym terbuka. Nampak Alda masuk dengan Nevan yang berada dalam gendongannya. Alda kemudian duduk di sofa yang sudah ada disana. Wangi khas bayi berhasil menghentikan kegiatan Athena. Ia menoleh ke sumber aroma bayi, disana ada mama dan adiknya. Dengan cepat Athena berlari mendekati mama dan adiknya, hendak mencium pipi gembul adiknya.
"NO THE" teriak Alda panik saat melihat Athena hendak mencium pipi adiknya.
Athena menghentikan kegiatannya yang akan mencium pipi adiknya. Ia mengambil handuk kecil yang ada disebelah mamanya, kemudian berlalu meninggalkan ruang gym.
Teriakan Alda bahkan berhasil menghentikan kegiatan Renal.
"Kenapa yang?" tanya Renal. Ia baru saja mencuci tangannya.
Alda juga masih merasa kaget. Bisa-bisanya ia berteriak segitu nyaringnya pada sang anak.
Huwaaaa
Nevan menangis.
"Aku neriakin The tadi. Sungguh, aku kelepasan" jawab Alda sambil berusaha menenangkan Nevan.
"Kenapa pakai diteriakin segala? Gak bisa ngomong baik-baik?" tanya Renal.
"Tadi aku kelepasan lho. Aku minta maaf" sesal Alda.
"Kamu kenapa bisa teriak gitu?" tanya Renal dengan nada dinginnya.
"Kan kamu bisa bilangin baik-baik. Minta cuci tangan dulu, bersih-bersih dulu baru bisa cium adiknya. Dia anak yang pintar, dia pasti ngerti"
"Aku minta maaf" ucap Alda.
"Maaf kamu gak bisa bikin hati The tenang. Ayo Nevan, sini sama daddy" Renal mengambil Nevan dari gendongan Alda.
"Kamu minta maaf sama Athena" perintah Renal.
Alda mengangguk. Ia keluar berjalan menuju kamar Athena. Alda membuka pintu kamar anaknya, Athena sedang menutup matanya, tanda ia tidak ingin diganggu. Ia kembali meninggalkan kamar anaknya.
Mendengar pintu kembali tertutup, Athena kemudian bangun dari tidurnya. Mencuci tangannya dan masuk kedalam kolam mini yang hanya sebatas betis orang dewasa.
"Wah, anaknya daddy mandi. Pinter nih" Renal yang mendapatkan cerita jika Athena sedang pura-pura tertidur, pun dengan gesit memberikan Nevan pada Alda. Ia lalu menyusul anaknya ke kamar.
Renal membantu Athena bersih-bersih, kemudian memakaikan baju rumahan pada anak itu.
"Hayum" Renal lalu mencium pipi anaknya.
"Maacii dedii" ucap Athena.
"Tadi kata mama, The bobo yah?" tanya Renal.
Athena nyengir.
"Ntuk dedii. Bis cenam. Catu duwa ciga mpat"
Renal terkekeh.
"The, tadi mama gak marah. Tadi gak sengaja teriak aja. The kan habis olahraga, terus adiknya udah mandi, udah wangi, The kalau habis main atau habis olahraga, cuci tangannya dulu yah sebelum pegang dedek" Jelas Renal. Ia berjongkok di depan Athena yang berdiri sambil menatapnya.
Renal melihat mata anaknya sudah berkaca-kaca. Sebentar lagi ia pasti akan menangis.
Alih-alih mengeluarkan suara tangisannya, bayi berusia 3 tahun lebih itu memilih mengusap air matanya.
"Mama teyiak hiksss" lirih Athena.
"Mama mayahin The. Mama nda cayang The"
"Gak gitu sayang. Mama itu sayang sekali sama The. The kan anak pertama mama, anaknya Daddy, kakaknya dedek Nevan. Kami semua sayang akak The" Renal memeluk tubuh kecil anaknya. Diam-diam ia mengusap sudut matanya.
Di luar pintu yang sengaja Renal tak tutup, Alda sudah memegang dadanya. Ia begitu merasakan sakit. Nevan ia titipkan pada pelayan. Anaknya takut. Apa yang harus ia lakukan.