Renalda

Renalda
Kamu Capahh?



Hari berganti. Orang-orang berdatangan silih berganti membesuk putri kecil itu yang masih betah tertidur.


Alda sedang duduk sambil membersihkan tubuh anaknya menggunakan handuk basah. Beberapa luka yang ada di badannya mulai mengering, hingga perbannya bisa di lepas.


Jari mungil itu bergerak, dan Alda melihatnya.


"Ayo sayang, kembali ke mama. Bilang sama papi Rafa kalau The masih mau sekolah, masih mau jalan-jalan" Alda terus membisikkan kata-kata ditelinga The.


"Mama titip salam buat papi Rafa. Bilang juga jangan ambil The dulu, atau mama akan sangat bersedih" Alda kembali membisikkan sesuatu.


"The pulang yah. Mama, Daddy, Nevan, opa, Oma dan yang lainnya menunggu The" ucap Alda sebelum mengakhiri kegiatan menyeka nya hari itu.


✨✨✨


"The masih belum mau bangun. Lagi main sama papinya kayaknya" kata Renal.


Alda mengangguk.


"Ntar pasti pulang kok. Kita semua harus sabar"


"Nevan gak rewel kamu titip sama Ivana dan Mbak Ni?" tanya Renal sambil mengelus rambut istrinya.


"Kata Ivana, Nevannya anteng kok" jawab Alda.


Renal yang kebetulan sedang melihat ke arah brankar sangat kaget melihat mata yang dua Minggu itu tertutup kini terbuka. Ia mengucek matanya, memperjelas penglihatannya.


"Lihat deh. The beneran bangun kan?" tanya Renal.


Alda yang sedang memainkan ponselnya, melihat ke arah brankar. Yah, anaknya sudah bangun. Mereka berdua berlari mendekati anaknya.


"Anak Daddy udah bangun" Renal mengecup seluruh permukaan wajah anaknya.


Alda mengusap air matanya.


"Terima kasih sudah kembali ke mama, sayang" katanya.


Mata anak itu terlihat bingung, pandangannya kosong.


"The mau minum?"


Anak itu hanya mengangguk.


Alda kemudian membantunya untuk minum.


Setelah minum, anak kecil itu ia sandarkan pada bantal.


"Badannya gak sakit kan?"


Athena mengangguk.


"Kok The nggak ngejawab yah?" tanya Renal.


"Bibirnya masih kelu mungkin. Tubuhnya juga pasti masih lemas, tapi aku sandarkan di bantal" jawab Alda.


Renal mengangguk mengerti. Alih-alih memanggil dokter, mereka malah mengajak bercerita anak kecil itu.


Renal dan Alda saling melirik.


"Aku mama Alda, mamanya akak The"


Athena lalu melihat ke arah Renal.


"Aku daddy nya akak The" kata Renal.


"The itu capa?"


"The itu kamu, nak. Athena nya mama, Daddy" jawab Alda.


Athena menggeleng.


Renal lalu menekan tombol untuk memanggil dokter datang ke ruang perawatan ini.


"Lho, sudah bangun ternyata." ucap dokter itu.


"Dia tidak bisa mengingat apapun, dok" lapor Renal.


Dokter memeriksa anak kecil itu.


"Karena benturan yang cukup keras, dan sudah ke dua kalinya, benturan kedua ini mengakibatkan ia kehilangan ingatannya" jelas dokter itu.


"Apa ada cara untuk mengembalikan ingatan?"


Dokter itu menggeleng.


"Anaknya masih kecil. Kalian ukir kenangan baru yang lebih indah untuk ia ingat" sarannya.


"Terima kasih, dok" ucap Renal.


"Sama-sama, pak. Saya pamit"


Renal mengantar dokter hingga depan pintu.


"The gak ingat mama yah?" tanya Alda.


Athena mengangguk.


Alda ikut bersandar di bantal The sambil memperlihatkan ponselnya. Ia memperlihatkan foto Athena dari kecil hingga kemarin sebelum kecelakaan.


"Wah, lagi seru nih ceritanya sama mommy, sampai daddy nya di lupa" Renal mengelus kepala Athena yang masih ada perban kecil di dahinya.


"Ini Athena, mommy sama daddy waktu lagi main ke zoo" jelas Alda.


"Da onyet" lirih The.


"Iya, ada monyetnya. Gak apa-apa yah gak ingat apapun. Sekarang Daddy kasih tahu, ini namanya Athena Mahendra Arunika, umur 3 tahun 4 bulan" kata Renal sambil mengelus kepala anaknya.


"Kalau yang disamping kanan Athena, panggilnya mommy Alda. Kalau sama daddy, panggil daddy Renal. Di rumah ada adek Nevan" jelas Renal.


Athena hanya mengangguk. Namanya Athena, nama mommy nya Alda, nama daddy nya Renal , nama adiknya Nevan.