Renalda

Renalda
Iya-nya Athena



Renal pulang lebih cepat bersama Alda dan Athena. Sementara yang lain akan pulang besok.


"Kakak bobo sama Oma Dina yah?" Alda mengajak Athena berbicara.


"Bobo cama ma Na. Cama pa Ka" oceh Athena.


"Nanti tidurnya sama Daddy yah, kak" Renal ikut nimbrung.


"Boyeh ma?" tanya Athena sambil menatap Alda.


"Kakak emang mau?" tanya Alda balik.


Athena mengangguk.


"Nanti yah." kata Alda.


Alda menepuk pelan paha Athena agar tertidur.


"Kamu gak daftarin Athena sekolah?" tanya Renal.


"Tunggu sampai dua tahun."


"Kapan emang?"


"Sebulan lagi" jawab Alda.


"Kita pilih hari yang sama aja kali yah untuk hari pernikahan?" Renal memberi saran.


"Emang kamu udah ngomong sama papa aku? Gimana kalau papa mempersulit kamu?" tanya Alda.


"Aku bakal berusaha buat yakinin papa kamu kalau aku bisa jadi suami dan Daddy yang baik" jawab Renal enteng.


"Jago banget kalau lagi ngalus" cibir Alda.


Renal terkekeh. Ia mengusap rambut Alda sebentar.


"Tahu nggak Al, Bang Rafa ngasih aku black card untuk kebutuhannya Athena?" tanya Renal.


Alda menggeleng.


"Rafa juga ngasih aku Palladium card" katanya.


"Tapi aku gak pernah pakai. Kebutuhan Athena masih bisa aku tutupi." lanjut Alda.


"Aku sempat nolak. Tapi bang Rafa maksa"


"Gimana?" tanya Renal.


"Tahu nggak aku pernah nutup diri selama 2 tahun. Habis itu minta kerja. Hidupku flat aja, semacam hilang warna gitu. Ehh tiba-tiba Rafa datang dengan yang lain ke kota C sambil bawa Athena, ehh kok bayi merah itu bikin aku terpesona. Yaudah, aku minta Athena sama Rafa. Rafa sebenarnya berat hati, takut buat aku repot. Tapi saat mama bilang Athena gak ada yang jagain kalau Rafa kerja, mama juga kadang ikut papa pergi, Tante Arwini juga masih sibuk jadi dokter, dan Tante Priska juga masih kadang kunjungan, Rafa akhirnya setuju Athena sama aku. Aku yang dulunya gila kerja, ehh tiba-tiba pengen cepat balik demi ketemu Athena" Alda menceritakan hidupnya.


"Maaf, Al" sesal Renal.


"Santai, Ren. Semuanya telah berlalu." ucap Alda santai.


"Kita mampir makan dulu nggak apa-apa, kan?" tanya Renal.


Alda mengangguk. Ia mencoba membangunkan Athena dengan mencium seluruh permukaan wajah anaknya.


"Mamaaaaaa" rengek Athena yang tidurnya di ganggu.


Alda terkekeh melihat ekspresi Athena yang terlihat masih begitu mengantuk. Matanya masih terasa berat untuk terbuka.


"Makan dulu yah, habis itu tidur lagi. Kakak belum makan kan?" ucap Alda lembut.


Athena mengangguk. Tapi enggan untuk lepas dari gendongan mamanya. Alda yang mengerti pun hanya pasrah, Athena sedang dalam mode manja. Ia menggendong Athena sedangkan Renal merangkul bahu Alda. Mereka memasuki sebuah restoran bintang-bintang yang sangat terkenal di kota tersebut.


"Harus banget makan disini?" tanya Alda.


Rupanya Renal sudah memesan ini dari sebelum mereka ke puncak.


"Harus" jawab Renal singkat.


"Tapi baju aku gak cocok, Ren. Masa ia kita dinner sementara aku pakai jeans gini, mana sampai sebetis pula" gerutu Alda.


Renal terkekeh. Ia mengambil Athena dari pangkuan Alda dan mendudukkannya di kursi bayi yang sudah tersedia sebelum mereka datang.


"Kakak, mau nggak tinggal sama Daddy?" tanya Renal.


"Cama mama?"


Renal mengangguk.


"Sama mama juga. Mau nggak?" tanya Renal.


Athena mengangguk sambil bertepuk tangan gembira.


Alda tersenyum melihat interaksi antara Renal dan Athena. Apakah keputusannya ini benar? Apakah Renal benar-benar menerima Athena, menyayangi Athena atau hanya kasihan pada anak kecil itu?