Renalda

Renalda
UN



10 hari menjelang UN, Alda memilih untuk kembali tinggal di rumahnya. Ia bergerak cepat menyelesaikan segala hal yang menyangkut asrama. Dimulai dari administrasi hingga perlengkapan yang ia bawa. Dian juga kembali ke rumahnya, karna orang tuanya sudah kembali ke kota ini. Kamar yang mereka tempati kembali kosong, dan menanti penghuni baru.


"Banyak banget tauu kenangan kita disini" ucap Dian.


Alda mengangguk.


"Kisah kasih di Maheswari"


Mereka sedang menunggu jemputan masing-masing.


"Al, jemput kamu udah datang noh" Sebuah Audi R8 berhenti di depan gerbang asrama.


Alda berdiri dari duduknya. Nampak Mika sedang berjalan kearahnya. Mika tentu saja bertugas untuk memasukkan barang-barang adiknya kedalam bagasi mobil.


"Kak, kita tunggu ayahnya Dian dulu yah" pinta Alda.


"Siiplah" setuju Mika.


"Kalian duluan aja. Gak papa kok" ucap Dian tak enak hati.


Saat akan membalas ucapan Dian, terdengar klakson dari arah depan.


"Tuh kan, Baginda ayah udah sampai. Pulang gihh." kata Dian.


Alda memeluk Dian erat.


"Makasih yahh udah temanin Alda selama ini." ucapnya.


"Apaan sih Al" gerutu Dian sambil membalas pelukan Alda.


Pelukan ala Teletubbies terlepas.


"Yan, thanks yah udah jagain Alda" ucap Mika.


"Aman, Mik" ucap Dian sambil membalas pelukan ayahnya yang baru saja turun dari mobil.


"Om, kami pamit yah" kata Mika dan Alda barengan kemudian mencium punggung tangan ayah Dian.


"Hati-hati yah" balas papa Dian.


Setelah semuanya aman, mobil Audi R8 tersebut berjalan berbaur dengan kendaraan lain di jalan raya. Lagu Naff - Terendap Laraku menemani sepasang kembar Arunika itu di jalan.


Resah jiwaku menepi


Mengingat semua yang terlewati


Saat kau masih ada di sisi


Mendekapku dalam hangatnya cintamu


Endapkan laraku di sini


Coba 'tuk lupakan bayangan dirimu


Yang selalu saja memaksa 'tuk merindumu


Sekian lama aku mencoba


Menepikan diriku di redupnya hatiku


Letih menahan perih yang kurasakan


Walau ku tahu, ku masih mendambamu


Endapkan laraku di sini


Coba 'tuk lupakan bayangan dirimu


Yang selalu saja memaksa 'tuk merindumu


Sekian lama aku mencoba


Menepikan diriku di redupnya hatiku


Letih menahan perih yang kurasakan


Walau ku tahu, ku masih mendambamu


Lihatlah aku di sini


Melawan getirnya takdirku sendiri


Tanpamu, aku lemah


Dan tiada berarti


Sekian lama aku mencoba


Menepikan diriku di redupnya hatiku


Letih menahan perih yang kurasakan


Walau ku tahu, ku masih mendambamu


Sekian lama aku mencoba


Menepikan diriku di redupnya hatiku


Letih menahan perih yang kurasakan


Walau ku tahu, ku masih mendambamu


"Enak banget dengar lagu dengan fana merah jambu di langit" lirih Alda.


"Syahdu yahh dek suasananya" kata Mika.


"Ngena sih kak" balas Alda sambil tertawa ringan.


Mika mengelus kepala adiknya.


✨✨✨


Ujian sudah ditempuh oleh para pelajar kelas 3 di Maheswari High School. Para murid diakhir tahun tersebut bernapas lega, juga merasa sedih serta tidak siap meninggalkan masa putih abu-abu nya.


Katanya, kisah kasih di SMA adalah golden old dalam hidup, hal yang paling tak akan pernah bisa dilupakan meski hanya sedetik dari sebagian kisah itu. Kisahnya, sekolahnya, tempatnya, gurunya, orang-orang yang ada didalamnya, pun setiap sudut MAHESWARI akan menjadi kenangan terindah bagi penduduknya.


Ujian yang telah mereka lewati hanya menjadi batu loncatan menuju jenjang pendidikan selanjutnya.