
Acara makan malam yang merangkap sebagai acara syukuran untuk Angel berjalan dengan baik. Semua orang akan segera beristirahat.
"Kakak, ayo tidur sama nenek, nak" ajak Dina pada Athena.
"Bobo cama cama?" tanya Athena.
Dina mengangguk.
"Iya, bobo sama nenek, sama kakek juga"
Alda tidak enak.
"Kakak biar sama aku, Tante"
Dina menggeleng tanda tidak mau dibantah.
"Sama mama aja." katanya.
Athena mengikuti langkah Dina memasuki kamar utama yang ada di villa.
"Gud nait mama" kata Athena melambaikan tangan pada Alda.
Alda tersenyum, membalas lambaian tangan anaknya.
Alda kini bingung hendak melakukan apa. Ia belum mengantuk. Setelah berpikir sejenak, ia akan duduk di taman samping villa sambil menikmati udara malam.
Alda memainkan ponselnya. Ia berbalas pesan dengan Mika yang ternyata sudah begitu merindukan Athena.
"Seru banget kayaknya" kata Renal yang duduk disamping Alda.
"Apanya?" tanya Alda.
"Chatnya. Kamu sampai cekikikan gitu" jawab Renal.
Alda memperlihatkan room chatnya dengan Mika. Renal ikut terkekeh.
"Aku kira kamu chat dengan yang lain" kata Renal.
"Yang lain? Maksud kamu Angga dan Randi?" tanya Alda polos.
Renal meringis kecil mendengar pertanyaan polos Alda.
"No. But with someone special maybe?"
Alda terkekeh mendengar perkataan Renal.
"Ren, aku bukan lagi anak belasan tahun yang bakal cekikikan karena baca chat dari orang lain. Aku ini sudah ada Athena, sudah bukan saatnya chat-an alay"
"Kan aku bilang 'maybe' " kata Renal ngeles.
Alda hanya diam. Kembali menyimpan ponselnya di meja taman.
"Al, kalau aku jadi Daddy beneran buat Athena gimana?" tanya Renal.
Alda menoleh ke arah Renal.
"Aku jadi Daddy nya Athena. Wanna be my wife?" tanya Renal balik.
"Kamu ngelamar aku?" tanya Alda.
Renal meringis.
"Yap. Tapi sorry gak romantis" katanya.
Alda terkekeh.
"Kok malah ketawa?" tanya Renal.
"Kamu kalau bercanda jangan sekarang deh Ren" kata Alda.
Renal memegang bahu Alda. Meminta Alda menatapnya. Hingga saat pandangannya bertemu dengan tatapan Alda, Renal berkata,
"Aku serius, Al. Aku ngelamar kamu sekarang. Aku ingin kita menghabiskan waktu bersama-sama, bersama Athena tentu saja."
"Athena gimana, Ren? Keluarga mu gak apa-apa kalau ada Athena?" Alda tentu saja memikirkan nasib Athena.
"Kamu gak liat gimana keluarga aku Nerima Athena? Mereka bahkan begitu jatuh cinta akan pesona anak kecil itu" jawab Renal penuh kepastian.
Alda tentu tidak ragu akan kasih sayang Dina pada Athena, ia beberapa kali mendapati Dina menatap Athena dengan penuh cinta dan puja.
"Kalau kamu yakin, kamu boleh ngomong sama papa aku" kata Alda.
Renal membawa Alda kepelukannya. Ia menyandarkan kepala Alda di dadanya yang bidang.
"Habis dari sini, aku akan langsung minta papa buat ketemu papa kamu" janji Renal.
Alda mengangguk.
Renal mengelus rambut Alda yang begitu lembut dan tentu saja harum.
"Nanti kamu dipanggil mommy aja yah, Al?" pinta Renal.
"Kenapa emang kalau manggil mama?" tanya Alda balik.
"Yah kan biar serasi gitu. Daddy-Mommy" jawab Renal.
"Gimana nanti aja, Ren" kata Alda.
"Al, soal pulau itu, itu beneran?" tanya Renal kepo.
"Kenapa emang?" tanya Alda balik.
"Kakek kamu setuju gak yah kalau aku sama kamu? Aku gak ada apa-apanya soalnya" jawab Renal. Ia begitu merasa insecure saat tahu perihal pulau.
"Kakek aku orangnya baik, gak makan orang. Beliau juga bukan orang yang gila harta" kata Alda menenangkan.
Renal menghela napasnya. Ia akan menyiapkan mental untuk meminta putri dari Arunika-Atmadja yang sedang berada dalam rangkulannya.