
Karena khawatir sang adik belum tidur, Mika bergegas ke kamar adiknya.
"Adek?" panggil Mika setelah membuka pintu kamar.
Alda yang memang lagi megang ponsel menoleh ke arah pintu.
"Iya kak, kenapa?" tanya pada sang kakak.
Mika memeluk adiknya.
"You okay?" tanyanya.
Mika merasakan Alda mengangguk.
"I'm okay" jawab Alda pasti.
"Adek lihatkan berita dunia?" tanya Mika hati-hati.
"Of course. Cucu dari Mr. Gio Maheswari sedang melangsungkan pertunangan" jawab Alda.
"Tenang kak. I'm really really okay. Karna adek dan dia memang gak ada hubungan apa-apa. Kenapa adek mesti gak baik-baik aja?" Alda mendongak melihat kakaknya.
Mika menghela napasnya. Ia mengelus kepala adiknya dengan sayang.
"Kamu yang terbaik. Tapi kalau butuh teman ngobrol, kakak akan siap 24 jam"
Alda terkekeh kecil.
"Kakak yang terbaik" ia memeluk pinggang kakaknya erat. Menenggelamkan kepalanya diperut sang kakak.
"Yok tidur. Kakak temenin deh"
Alda menggeser ke sisi lain kasur agar ada space untuk Mika.
Mika memeluk adiknya. Satu tangannya menjadi bantalan untuk Alda, sementara tangan lainnya mengelus rambut sang adik agar tertidur lebih cepat.
"Good night my prince" ucap Alda sebelum menuju alam mimpi.
"Sleep tight princess" balas Mika.
Mata Mika masih terbuka. Meskipun adiknya mengatakan bahwa ia baik-baik aja, Mika tentu tahu kalau adiknya hanya mencoba tegar.
Tidak banyak waktu yang Alda dan Renal habiskan, tapi ia cukup tahu beberapa moment mungkin telah terukir. Ia tidak bodoh, ia tentu tahu bagaimana Renal memperlakukan sang adik. Renal cukup baik, ia sudah ada pada garis 'bisa' membersamai sang adik. Tapi entah kenapa pertunangan bisa terjadi. Cukup tiba-tiba bagi Mika. Apapun alasannya, Renal seharusnya cukup tahu diri untuk tidak menganggu Alda lagi.
"Sana gih, cek ke kamarnya" suruh Randi.
Rafa benar-benar mendatangi kamar Alda. Nampak di kembar Arunika sedang tidur sambil berpelukan.
"Gimana Raf?" tanya Angga.
"Gue pikir bakal liat Alda nangis Bombay, terus Mika bakal nenangin. Ternyata yang terjadi diluar ekspektasi gue" jawab Rafa.
"Emang kenapa Raf?"
"Noh, sikembar malah tidur sambil pelukan. Padahal kita kita udah pada khawatir" jelas Rafa.
"Tapi beneran Alda gak apa-apa?" tanya Randi.
"Dibilangin lagi tidur kok" jawab Rafa dongkol.
Randi terkekeh kecil mendengar jawaban dongkol Rafa.
"Santai napa, Raf." katanya.
"Tau tuh. Sana tidur, biar gak emosian" Angga memberi saran.
Rafa tetap berjalan ke arah sofa. Ia akan tidur di sofa malam ini. Ia lelak jika harus berjalan ke atas lagi.
"Gue tidur sini dah"
"Hooh, tidur sini aja. Capek jalan ke atas" Angga menyetujui.
"Lagian Sofanya empuk gini." kata Rafa.
"Karpet nya juga empuk." imbuh Randi.
"Karpet orang kaya emang beda" lirih Angga.
Mereka kembali berlabuh di pulau RelFath. Pulau terakhir yang akan menjadi tempat liburan sebelum kembali ke kota A. Mereka akan menghabiskan beberapa hari disini. Menunggu para orang tua datang. Sudah lama mereka tidak ngumpul karena kesibukan masing-masing.
Aina meminta mereka mengosongkan waktunya paling tidak 3 hari untuk menemani anak-anak berlibur. Tentu hal itu langsung disetujui oleh para mama. Berhubung Lathief juga sedang baik hati, ia akan menjadi sponsor penuh untuk liburan kali ini.
Mereka akan diajak oleh Lathief ke pulau RelFath, yang bahkan namanya pun masih terasa asing ditelinga teman-temannya.