
Lathief tentu tahu tentang penyakit yang sedang Rafa alami. Pekan lalu, seseorang dari negara G mendatanginya di Arunika's Group. Orang itu bernama Okan McGraw, seorang pengacara handal yang juga memiliki beberapa usaha dibilang properti.
"Maaf mengganggu waktu anda, Tuan Arunika" kata Okan tak enak saat mendatangi kantor Lathief.
"Tidak masalah Mr. McGraw. Anda datang dari negara G yang cukup jauh disana, hal apa yang membuat Anda datang kesini?" tanya Lathief.
"Klien saya yang juga teman saya semasa kuliah, Rafa Mahendra meminta saya untuk mengurus hartanya untuk diatasnamakan menjadi milik Athena, anaknya. Dia ingin anda menjadi saksi atas pemindahan kepemilikan hartanya." Okan langsung pada tujuannya.
Lathief cukup kaget. Rafa sudah pergi sejak 3 bulan lalu, baru kemarin Mika meminta seseorang mencarinya dan hari ini tiba-tiba seorang pengacara mendatangi nya.
"Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Rafa?" tanya Lathief.
Okan mengangguk.
"Kanker paru-paru. Ia mengidap penyakit tersebut selama dua tahun terakhir. Sejak tiga bulan yang lalu ia mengikuti segala rangkaian pengobatan, tapi takdir berkehendak lain, rangkain terakhirnya tidak berhasil." jelas Okan.
"Rafa dimana sekarang? Saya akan menjemputnya dan akan membawanya ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih canggih" tanya Lathief dengan suaranya yang parau. Rupanya lelaki paruh baya itu sedang menahan tangisnya.
"Anda tenang dulu, pak. Kurang dari seminggu Rafa akan kembali" kata Okan.
"Cucu saya bagaimana? Athena baik-baik saja kan?" tanya Lathief.
"Saya meminta Athena pada Rafa. Tapi Rafa tidak setuju, Athena akan ia serahkan kepada saudari Renalda Arunika jika sesuatu terjadi. Cucu anda baik-baik saja. Ia terlihat seperti boneka hidup, sangat lucu." jawab Okan menenangkan.
Okan menyerahkan beberapa berkas kepada Lathief. Dari urusan harta hingga yang menyangkut Athena.
"Terima kasih atas kerjasamanya, pak Arunika" ucap Okan.
"Tolong jaga anak dan cucu saya selama disana. Tolong, bawa beberapa orang saya kesana untuk menemani mereka sebelum pulang kota A" pinta Lathief.
Okan tentu menyetujui nya. Kesehatan Rafa kian memburuk. Ia dan Indi bahkan menyewa seorang nanny untuk Athena dan juga perawat yang bisa diandalkan untuk memeriksa keadaan Rafa.
Indi juga sedang hamil muda.
"Iya, kalau liat Athena bawaannya pengen punya anak juga. Eh beneran jadi" ucap Indi senang.
"Jangan lupain Athena yah, Di. Entar gue kasih tahu Alda untuk selalu hubungin Lo, biar Lo gak lupa anak gua" kata Rafa.
"Lo gak ngasih Athena ke gue aja? Gue yakin Okan juga bakal jagain Athena, bakal anggap Athena sebagai anaknya" Indi mencoba peruntungan nya.
"Di, gue mohon Lo ngertiin gue. Gue tentu percaya Lo dan Okan untuk jaga Athena, tapi gue gak mau ngerepotin Lo dan keluarga Lo lagi. Tiga bulan ini sudah cukup bagi gue jadi beban bagi kalian" Kata Rafa.
"Terus Alda gimana? Ia bahkan belum menikah. Lo gak kasian liat dia bakal dihujat orang-orang?"
"Alda lebih dari kuat hanya untuk omongan orang-orang. Lo ingat Renaldi Maheswari, gak? Yang kapan hari sempat berpapasan sama kita-kita waktu Lo pada nemenin gue ke rumah sakit?"
Indi mengangguk.
"Yang Lo ajak ngomong itu kan, sampai-sampai nyuruh gue dan Okan pulang duluan. Gue sampai khawatir Lo kenapa-napa, mana bawa Athena lagi"
"Dia adalah kandidat terkuat calon menantu Arunika. Ia sudah berjanji pada gue untuk tidak keberatan jika Athena bersama Alda. Alda, Mika dan orang-orang di Arunika Residence seperti keluarga buat gue. Gue kira kekhawatiran Lo gak beralasan" Rafa mencoba menenangkan Indi.
"Raf, Lo gimana?" tanya Indi.
"Kalau dalam tiga hari gue gak ngabarin Lo dan Okan, itu berarti gue udah jauh, Di. Makasih untuk segala kebaikan Lo dan Okan" kata Rafa.
Tangis Indi pecah mendengar perkataan Rafa.
"Jangan nangis deh, Di. Bentar lagi Okan datang, ntar dikira gue ngapa-ngapain Lo lagi" hibur Rafa.
Indi mengusap air matanya. Ia terkekeh mendengar gurauan Rafa.
"Dari awal jadi mahasiswa Lo selalu ganggu gue Raf. Tahu diri dikit napa" sarkas Indi.
Tawa Rafa menggelegar mendengar nada sarkasme dari Indi. Anak kedokteran yang pakai kaca mata kemana-mana, selalu menjadi target candaannya.