Renalda

Renalda
New Year



Matahari akan segera terbenam di ufuk barat. Sang Surya nampak begitu indah dengan perpaduan jingga, merah dan kuning.



Alda duduk menyaksikan hal tersebut bersama perasaannya yang sedang ia jaga untuk tetap baik-baik saja.


"all is well" , hal itulah yang selalu ia tanamkan dalam pikirannya.


"Dek, belum siap?" tanya Mika.


Alda menoleh.


"Emang kita mau kemana, kak?" tanyanya.


Mika terkekeh mendengar pertanyaan sang adik. Emang bener kok, ingatan adiknya ini kadang koi kadang gajah.


"kan bentar lagi Mr. Gio dan keluarga bakal kesini. Kita menyambut tahun baru sama-sama." jawab Mika.


Alda menepuk jidatnya.


"Kok adek lupa, yah. Padahal baru tadi Oma ngasih tahu." Alda segera berlari ke kamarnya untuk bersiap-siap.


Gelap sudah menguasai penjuru bumi. Nampak beberapa pekerja di kediaman Hans berjalan kemari menyiapkan segala sesuatunya untuk sekedar bersenang senang menyambut tahun baru .


Disudut taman, ada sebuah panggung mini. Hans tentu tak lupa untuk merancang panggung tersebut agar para pekerja yang telah menemaninya merasa terhibur.


"Wow, rame bener" Alda berdecak kagum melihat hasil kerja orang-orang di rumah kakeknya.


Lathief terkekeh mendengar ungkapan kagum anaknya.


"Gak kalah rame yah dek kalau sama penghuni Arunika's" ucapnya.


"Adek jadi kangen sama mereka, pa" keluh Alda.


"Bentar lagi kita pulang, kok. Terus adek bebas deh recokin mereka" Kata Lathief menenangkan.


Nampak dari arah pintu yang terhubung ke taman, Mr. Gio dan keluarga disambut oleh Hans dan Luna. Tentu saja Dina dan Raka serta Renal dan Angel ikut serta dalam acara ini.


Setelah menyambut dengan ala kadarnya, mereka kemudian melanjutkan dengan makan. Barulah setelah makan malam acara seru-seruan dimulai. Beberapa pekerja bergantian menaiki panggung mini yang tadi mereka siapkan.


"Gokil sih mereka" celetuk Renal melihat beberapa pekerja yang meng-cover pop menjadi dangdut.


Empat remaja tersebut memilih tempat terpisah dari para orang dewasa. Alda tentu saja duduk di sofa yang sama dengan Mika. Renal dan Angel duduk didepan mereka. Ditengah-tengah mereka terdapat meja persegi panjang dengan berbagai macam makanan dan buah diatasnya.


"Sudah biasa mah kalau yang kayak gini. Lo tahu gak Ren, setiap gue ke kebun kakek, telinga gue nyaris bocor mendengar mereka nyanyi" curhat Mika.


"Tapi seru, bang. Daripada ngantuk, yah mending menghibur diri sambil kerja" bela Alda.


"Angel kelas berapa sekarang?" tanya Alda.


"Baru kelas 1 sih. Rencana habis liburan, gue ikut pulang bareng Renal. Biar sekolah bareng"


"Oh yaa?"


"Iya kak, bang. Opa minta Angel untuk ikut pulang, supaya ada temennya." jelas Renal.


Mika dan Alda mengangguk mengerti.


"Panggilan kepada nona Alda untuk segera menaiki panggung" Brian dengan jahilnya meminta Alda untuk bernyanyi.


Mika terkekeh mendengar panggilan yang berasal dari pengawal adiknya.


"Noh, dipanggil Brian."


Alda mencebikkan bibirnya.


"Yang merasa bermerk nona Alda agar segera menaiki panggung" Brandon ikut bicara diseblah kembarannya.


Dengan langkah kaki yang berat, Alda berjalan kearah panggung. Disana ia menemukan piano putihnya dipanggung.


Alda mulai menekan tuts pianonya dengan lihai. Jari lentiknya begitu lincah menari diatas tuts.


Terdalam yang pernah kurasa


Hasratku hanyalah untukmu


Terukir manis dalam renunganku


Jiwamu jiwaku menyatu


Biarkanlah kurasakan


Hangatnya sentuhan kasihmu


Bawa daku penuhiku


Berilah diriku


Kasih putih di hatiku (Ku datang padamu, kekasihku)


Ku curahkan isi jiwaku


Hanyutkan daku dalam air itu


Kau bawa selamanya diriku


Biarkanlah kurasakan


Hangatnya sentuhan kasihmu


Bawa daku penuhiku


Berilah diriku


Kasih putih di hatiku


Ohhh-uwooooo


Biarkanlah kurasakan


Hangatnya sentuhan kasihmu


Bawa daku penuhiku


Berilah diriku


Kasih putih di hatiku, wo-hooooo


Bawa daku penuhiku


(Berilah diriku)


(Kasih putih ...) Kasih putih di hatiku


Denganmu


Lagu Glenn Fredly- Kasih Putih


"Lagi" teriak Mika jahil.


"Lagi"


"LAGI"


Teriak orang-orang disana.


Alda tersenyum mendengar teriakan orang-orang yang memintanya untuk bernyanyi.


Ia kembali menekan tuts pianonya. Kali ini ia membawakan lagu dari Taylor Swift dengan judul New Years Day.


There's glitter on the floor after the party


Girls carrying their shoes down in the lobby


You and me from the night before, but


Don't read the last page


But I stay when you're lost, and I'm scared, and you're turning away


I want your midnights


But I'll be cleaning up bottles with you on New Year's Day


You squeeze my hand three times in the back of the taxi


I can tell that it's gonna be a long road


I'll be there if you're the toast of the town, babe


Or if you strike out and you're crawling home


Don't read the last page


But I stay when it's hard, or it's wrong, or we're making mistakes


I want your midnights


But I'll be cleaning up bottles with you on New Year's Day


Hold on to the memories


They will hold on to you


Hold on to the memories


They will hold on to you


Hold on to the memories


They will hold on to you


And I will hold on to you


Please don't ever become a stranger


Whose laugh I could recognize anywhere


Please don't ever become a stranger


Whose laugh I could recognize anywhere


There's glitter on the floor after the party


Girls carrying their shoes down in the lobby


You and me, forevermore


Don't read the last page


But I stay when it's hard, or it's wrong, or we're making mistakes


I want your midnights


But I'll be cleaning up bottles with you on New Year's Day


Hold on to the memories


They will hold on to you


Hold on to the memories


They will hold on to you


Hold on to the memories


They will hold on to you


And I will hold on to you


Please don't ever become a stranger


(Hold on to the memories, they will hold on to you)


Whose laugh I could recognize anywhere


(Hold on to the memories, they will hold on to you)


Please don't ever become a stranger


(Hold on to the memories, they will hold on to you)


Whose laugh I could recognize anywher


(And I will hold on to you)


Riuh tepuk tangan terdengar dari penjuru taman.


"Thank you and happy new year everyone!" ucap Alda kemudian meninggalkan panggung.


Mika merentangkan tangannya.


"Happy ner year" katanya sambil memeluk sang adik.


Dimeja para orang dewasa, Raka penasaran dengan nona yang tadi menyanyi. Meskipun mereka pernah melihatnya saat datang ke rumah Mr. Gio, tapi ia belum sempat membahasnya.


"Nona tadi siapa?" tanya nya.


"Cucuku" jawab Hans.


Raka terkejut.


"Bu Aina punya saudara yah?" tanyanya hati-hati.


Hans terlihat bingung. Alda kan benar cucunya.


"Istri saya anak tunggal, pak. Benar, Alda anak saya. Tapi gak semua orang tahu. Ia ingin hal yang seperti itu, dan kami mendukungnya" Lathief mengambil alih pembicaraan.


"Ku kira anaknya pak Lathief hanya Mika. Ternyata Alda juga" ucap Raka.


"Di sekolah juga gak banyak yang tahu yah" katanya.


Lathief mengangguk.


"Yang tahu yah cuman bapak kepala bagian kesiswaan dan administrasi. Bapak yang pemilik sekolahnya juga baru tahu, kan" Lathief melawak.


Semuanya terkekeh mendengar lawakan Lathief.


Tiga menit lagi tahun berganti, Mika tentu saja segera menyiapkan kameranya untuk mengabadikan momen kali ini.


Letupan kembang api mulai terdengar. Nampak langit begitu cantik berhias cahaya kembang api.