
Renal yang terbangun lebih dulu merasa malas untuk beranjak dari tempat tidurnya. Pesona perempuan yang sudah tidak gadis lagi membuatnya betah untuk berlama-lama melihatnya. Wajahnya yang memancarkan kedamaian dan ketenangan begitu memikat.
Saat sedang asyik memandangi wajah sang istri, suara mobil yang memasuki halaman rumah terdengar. Ia mengecup pipi Alda cukup lama sebelum beranjak membersihkan tubuhnya.
Tak lama setelah ia selesai dengan acara bersih-bersihnya, sebuah celotehan khas anak bayi terdengar.
"Mama mana mana?" tanya Athena pada Alexia.
"Mama masih tidur, kak. Ayo main sama Alexia dulu" jawab Alexia.
Samar-samar Renal mendengar percakapan tersebut. Ia kemudian membangunkan Alda.
"Sayang, bangun" Renal mencium pipi Alda bertubi-tubi, berharap istrinya segera bangun. Paling tidak untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Alda yang merasa tidurnya terganggu pun membuka matanya. Ia melihat Renal yang kebetulan juga sedang menatapnya.
Renal mengelus dahi Alda.
"Mandi dulu. Athena udah di depan" beritahu Renal.
Alda mengangguk. Ia mencoba untuk berdiri, tapi belum bisa. Renal dengan sigap menggendong nya ke kamar mandi.
"Mau aku bantuin?" tanya Renal.
Alda menggeleng.
"Tolong, ganti cover bed-nya." mohon Alda.
Renal mengangguk mengerti.
"Cover bed-nya ada di lemari bagian bawah" kata Alda.
"Kalau butuh bantuan, teriak aja" ucap Renal sebelum meninggalkan Alda.
Seprei yang sebelumnya putih bersih kini terlihat bercak darah. Tentu saja Renal tahu, ia menjadi yang pertama untuk Alda, dan Alda yang menjadi yang pertama untuknya. Renal melipat seprei itu, sebelum menggantinya dengan yang baru.
Suara lengkingan Athena yang menangis menghentikan langkah Renal yang akan membuka jendela. Ia berlalu membuka pintu kamar.
"Mama mama mama" oceh Athena sambil menangis.
"Kenapa Alexia?" tanya Renal.
"Maaf tuan. Nona Athena mencari nyonya" jawab Alexia.
Renal mengangguk.
"Dediiii" Athena memeluk leher Renal erat. Menenggelamkan kepalanya diceruk leher Renal.
"Tolong siapkan sarapan untuk Alda. Saya akan mengambilnya sebentar lagi" kata Renal sebelum meninggalkan Alexia.
Renal menepuk nepuk bahu Athena agar tenang. Sampai di kamar, Alda sudah duduk di sofa sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"Lho, kakak tidur, Ren" kata Alda saat melihat Athena yang sudah tertidur.
Renal melihat wajah anaknya, Athena benar-benar sudah tertidur.
"Capek nangis kayaknya"
Alda hendak berdiri untuk mengambil Athena, tapi Renal lebih dulu melarangnya dengan tatapannya. Renal kemudian menidurkan Athena di ranjang yang ia dan Alda tiduri semalam.
Renal mencium kening Athena sebelum keluar untuk mengambil sarapan untuk dirinya dan Alda.
"Sarapan dulu yah" kata Renal.
Alda mengangguk. Ia menerima suapan demi suapan dari Renal. Renal sesekali menyuapi Alda, juga untuk dirinya.
Setelah acara sarapan itu, Alda duduk bersandar di dada bidang sang suami.
"New day with you" lirih Alda.
Renal yang mendengar lirihan Alda makin mengeratkan pelukannya.
"Ren, aku ngantuk." kata Alda.
Renal kemudian mengangkat Alda menuju tempat tidur, dimana Athena sedang tertidur pulas. Ia menempatkan Alda di sebelah kiri Athena, kemudian ikut berbaring di sebelah kanan Athena.
Dengan tangannya yang panjang, ia bisa memeluk dua orang perempuan yang disayanginya.
"Maaf, Ren. Seharusnya Athena tidak disini sekarang. Tapi aku meminta mereka untuk membawa Athena." ucap Alda tak enak.
"Ngomong apasih, Al? Athena itu anak kita, ia tidak menggangu kita sama sekali." kata Renal. Ia sama sekali tidak merasa terganggu atas kehadiran Athena dihari kedua ia menjadi seorang suami.
Renal mengecup kening Alda, kemudian Athena.
"Tidur yah" kata Renal sambil mengusap dahi Alda.
Alda mengangguk. Ia memeluk Athena. Ia sebenarnya juga ingin memeluk Renal, tapi tangannya tidak sampai.