Renalda

Renalda
Little Reuni



Alda sudah menyiapkan lima ice coklat untuk dirinya, Mika, Angga, Randi dan Rafa. Juga beberapa jenis cake yang tadi dibuatnya bersama Aina. Alda juga menyiapkan susu dan biskuit untuk Athena.


Athena kini menjadi bahan rebutan Randi dan Angga. Angga yang dingin, sedikit bicara, tiba-tiba menjadi cerewet dan seringkali bertingkah konyol di depan Athena agar gadis kecil itu tertawa.


"Cayangnya om Gaga" Angga menutup matanya, bermain ciluk ba bersama Athena yang berada di pangkuan Alda.


Athena tertawa cekikikan. Giginya yang sudah berjumlah 8 terlihat begitu lucu.


"Gagagagagagga gagagagga" celoteh Athena.


"Om Gaga" ajar Alda.


"Gaga" ulang Athena.


"Pinternya anak mama" gemas Alda mencium pipi Athena.


Rafa, sang papa kandungan dari Athena hanya mendengus melihat interaksi antara Angga, Randi dan anaknya.


"Jauh-jauh Lo Ga dari anak gue." suruh Rafa.


"Takut banget anak Lo naksir gue kayaknya" sarkas Angga yang tidak peduli perintah Rafa.


"Yeuhh, pedofil dasar" Randi menjitak kepala Angga.


"Canda elaaah" dengus Angga.


"Raf, kapan Lo nyari mama baru buat Athena?" tanya Mika.


Rafa yang sedang asyik makan cake pun berhenti sejenak.


"Alda udah gak mau yah jagain Athena?" tanya Rafa.


"Ya nggaklah, Raf. Athena itu anak pertama aku" jawab Alda cepat.


Mika menghela napasnya.


"Misalkan besok-besok Athena nanya mamanya gimana? Atau Alda nikah gimana?" Mika meluruskan maksudnya.


"Alda mau nikah?" tanya Angga.


"Misalkan astaga" ucap Randi frustasi.


"Nanti gue pikirin lagi" kata Rafa kemudian mengambil Athena dari pangkuan Alda.


"ululu ulu, cayangnya papi" Rafa mengajak anaknya bermain. Sesekali mencium perut Athena yang ia baringkan disofa sampai tawa Athena terdengar menggemaskan.


"Pernah, beberapa bulan lalu sebelum dia menikah." jawab Rafa santai.


"Kok dia gak nyari anaknya yah? Gak rindu apa?" julid Angga.


"Lo pada tahu kan gimana Athena bisa ada. Dulu aja dia hampir digugurkan oleh mamanya. Untung gue tahunya cepat, kalau gak, pasti anak menggemaskan ini gak akan ada dihidup gue" curhat Rafa.


"Foto dulu yuk" seru Alda mengajak yang lain untuk selfie.


Alda lalu menjadikannya story di akun i*gnya dengan bubuhan kalimat "little reuni" . Ini kali pertamanya ia dan kawan-kawannya serta kakaknya mengupload gambar yang ada dirinya. Sekarang sudah bertambah wajah mungil Athena.


Dilain tempat, Dian yang melihat insta story Alda pun sangat senang. Air matanya bahkan jatuh dari sudut matanya. Ia begitu merindukan keberadaan sahabatnya yang begitu amat sederhana dan baik hati.


"San, anterin aku ke rumah Mika" pinta Dian.


"Ngapain kak Dian kesana?" Tanya Alex penasaran.


"Alda pulang, setelah 3 tahun gak tahu dimana." jawab Dian sambil menarik tangan Sandi.


"Gue duluan" teriak Sandi pada Alex dan Rian.


"Kak Alda pulang, Yan" ucap Alex.


"Hooh, Lex." kata Rian. Ia tak tahu harus berkata apa.


Sementara di jalan, Dian terus meminta Sandi untuk berkendara dengan cepat.


Perjalanan benar-benar terasa singkat. Dian dengan tergesa turun dari mobil Sandi dan berlari memasuki rumah Mika.


"ALDAAAAAAA" teriak Dian dari depan pintu.


"Kamu ngundang Dian, dek?" tanya Mika.


Alda menggeleng. Tapi tetap berdiri menyambut kedatangan seorang yang menemaninya di masa SMA.


"Rinduuuuuu" ucap Dian dengan isakan.


Alda memeluk Dian erat. Ikut menyalurkan rindunya. Setelah ia memilih private course, ia juga seolah memulai sebuah kehidupan yang baru. Akunnya ia nonaktifkan, hingga nomor ponselnya ia nonaktifkan juga untuk sementara.


"Maaaamaaaaaaa" sebuah tangisan menghentikan acara lepas kangen tersebut.


Alda terkekeh. Athena selalu posesif terhadapnya.