Renalda

Renalda
Little Princess



Di salah satu kamar, nampak seorang gadis kecil membuka matanya. Ia baru terbangun setelah tadi tertidur karena kelelahan menangis. Ia menoleh ke kiri, mamanya masih tertidur nyenyak. Ia kemudian menoleh ke kanan, Daddy nya juga masih tertidur.


Athena mengelus pipi sang Daddy, sesekali menepuknya menggunakan tangannya yang kecil. Renal yang merasa tidurnya terusik pun, terbangun. Ia membuka matanya. Hal yang pertama dilihatnya adalah Athena dengan cengirannya yang begitu membuatnya gemas.


"Deddiiii" Athena bertepuk tangan setelah berhasil membangunkan Daddy nya.


Renal terkekeh. Ia kemudian mengangkat Athena untuk duduk diatas perutnya. Athena berjingkrak senang. Ia berdiri kemudian duduk lagi, hal tersebut dilakukannya berulang kali. Membuat Renal tertawa.


Mendengar suara tawa, Alda juga terusik. Ia juga terbangun. Di depannya nampak sepasang anak dan ayah yang sedang bermain.


"Mama" teriak Athena girang.


Alda tersenyum. Ia kemudian bangun dan bersandar di kepala ranjang.


Renal melihat ke arah Alda.


"Maaf" katanya.


Alda menggeleng. Ia membuka lebar kedua tangannya, meminta Athena untuk segera masuk ke dalam pelukannya.


"Kakak" Alda mencium seluruh permukaan Athena.


"Aku juga mau dong" kata Renal.


"Mau apa?" tanya Alda.


"Pen di cium juga" jawab Renal nyengir.


Alda memutar bola matanya.


"Kak, Daddy minta dicium katanya"


Athena kemudian menubruk tubuh Renal yang juga sudah dalam posisi duduk didekat Alda. Athena mencium pipi daddy- nya .


"Dedii" kata Athena kemudian mendaratkan lagi kecupan di pipi sang ayah.


Renal tertawa. Ia mengusap pipinya yang basah karena kecupan Athena.


"Kakak nih ngasih jigong ke pipi Daddy" Renal menggelitiki perut Athena hingga bayi itu tertawa lepas.


"Cetttooop dediii" Athena menahan tangan besar Renal menggunakan tangan mungilnya.


"Wehhh, gak mau cetoop." Renal kembali menggelitik perut Athena.


Ia baru berhenti saat mendapat cubitan di pinggangnya.


"Udah. Anaknya hampir nangis itu" kata Alda.


Renal nyengir.


"maaf yah sayangnya Daddy" Renal mencium dahi Athena, kemudian mengecup singkat sudut bibir Alda.


"Ren, kok aku kayaknya lupa sesuatu deh" kata Alda. Ia berdiri dari duduknya, berjalan ke sofa.


"lupa apa, Yang?" tanya Renal yang sedang mengawasi Athena.


Alda menggeleng.


"Gak tahu apa, tapi aku ngerasa lupa sesuatu" jawab Alda. Ia masih mencoba mengingat sesuatu yang ia lupa.


"Gak usah dipaksa. Nanti juga bakal keingat sendiri." kata Renal.


Renal mengambil sepotong untuk Athena.


"Maacii" kata Athena sebelum melahap kue yang ada ditangannya. Ia duduk bersila di lantai.


Renal juga duduk disampingnya. Melihat Athena yang begitu lahap menghabiskan kue.


Hal itu tak luput dari penglihatan Alda. Lama terdiam, kemudian,


"ASTAGA Ren, Athena ulang tahun" teriak Alda.


Athena terbatuk mendengar teriakan Alda, Renal dengan gesit memberinya air. Lalu menepuk-nepuk tengah-tengah bahu Alda.


"Jangan teriak, Al" peringat Renal.


"Maafin mama yah, nak" Alda ikut berjongkok dekat anaknya.


"Aku kok lupa yah Athena ulang tahun, mana lewat sehari pula" ucap Alda sedih.


Renal mengelus kepala istrinya.


"Lupa itu wajar, lagian kemarin kita semua juga sedang sibuk." katanya menenangkan.


"Tapi Ren"


Renal menggeleng.


"Kamu bisa kan buat cake untuk Athena. Buat gih terus kita rayain bertiga" kata Renal memberi solusi.


Mendengar perkataan Renal, raut wajah Alda berubah menjadi sedikit tenang.


"Aku titip Athena bentar yah. Semoga dibawah ada bahan" kata Alda sebelum meninggalkan kamar.


"Mama" tunjuk Athena pada pintu.


"Mamanya lagi buat cake untuk kakak. Kakak sini yah nak, sama Daddy" kata Renal.


Athena mengangguk. Ia kembali meminta kue.


Tidak butuh waktu lama untuk membuat kue, kuenya sudah jadi. Setelah makan siang, mereka duduk di ruang keluarga.


"Alexia, tolong fotoin" kata Alda.


Alexia memotret dimana Athena berdiri diantara Alda dan Renal yang sedang duduk. Di depan Athena terdapat kue ukuran sedang juga lilin angka dua yang menancap diatasnya.


"Kakak, liat sini sayang. Ciiiis" Alexia memberi aba-aba pada Athena agar melihatnya. Usahanya berhasil, didalam posenya, Athena tertawa, memperlihatkan barisan giginya, juga Alda dan Renal yang tersenyum bahagia.


"Terima kasih Alexia" ucap Alda.


"Dengan senang hati, nyonya" katanya sebelum pamit untuk ke belakang.


"Happy birthday, little princess" ucap Renal.


Alda mengecup pipi Athena.


"Tiup lilinnya sayang" kata Alda.


Fyuhhhh


Renal membantu Athena untuk meniup lilin. Lalu mereka bertiga bertepuk tangan.