
Setelah memikirkan beberapa hal, Renal mengambil keputusan untuk membeli beberapa perlengkapan untuk Athena yang tentu saja tidak berwarna pink.
"Mawuu mama" Athena merengek pada Renal. Ia baru bangun tidur.
"The mandi dulu yah nak. Ganti bajunya"
Renal dengan telaten memandikan Athena. Memakaikan baju baru yang dibeli oleh Abdi dan Alexia, sebelum mereka diminta untuk pulang.
"Wana biyuuu" seru Athena.
Renal tersenyum.
"Iya, bajunya warna biru. Ayo kita samperin mama."
Athena digandeng oleh Renal, berjalan menuju kamarnya dengan melewati connecting door.
"Mama yakit. Huwek huwek" cerita Athena.
"Iya, mama lagi sakit. Tadi huwek huwek yah nak yah" Renal menaikkan Athena di kasurnya. Alda masih tertidur.
"The, disini bentar sama mama yah nak. Daddy ke kamar mandi dulu buat ganti baju." Renal mengelus rambut tipis Athena.
"ciyaaap dedii" kata Athena.
Ia duduk bersandar di headbord ranjang. Menonton serial kartun yang disetel oleh Renal. Renal memastikan anaknya tidak akan berbuat ulah sebelum ia memasuki kamar mandi, mandi dengan cepat dan berganti baju.
Alda yang mendengar suara tepuk tangan, sesekali suara tawa anak bayi dan juga suara televisi jadi terbangun. Ia membuka matanya dengan perlahan. Televisi nya sedang menyala, dan disamping nya Athena sedang bertepuk tangan dan tertawa, seolah menertawai adegan tikus dan kucing yang selalu bertengkar.
"Kakak" panggil Alda pelan.
Athena menoleh.
"mama" seru Athena.
Alda membuka kedua tangannya, seolah meminta Athena untuk memeluknya.
"Mama huwek huwek. yakiiit" kata Athena.
Alda mengangguk.
"Iya, maaf yah nak" Alda mencium rambut Athena.
Athena melupakan film kartunnya, ia malah asyik memeluk Alda, menempatkan kepalanya di dada sang mama.
"Lho, kamu bangun? Pasti berisik yah?" Renal yang baru saja keluar dari kamar mandi merasa tidak enak.
"Nggak kok. Aku tidurnya juga udah cukup lama" jawab Alda yang masih memeluk Athena.
"Nggak mual lagi?" Renal memeriksa kening Alda.
Alda menggeleng.
"Mualnya udah hilang. Gak tahu nanti. Kan tak terduga"
Renal mengangguk
"Gak juga. Mungkin karena aku gak liat warna pink kali yah"
Renal mematikan TV nya, ia takut ada warna pink yang akan menghiasi layar kaca tersebut. Kasihan Alda jika harus mual seperti tadi.
"Deddi ndi" oceh Athena.
"Iya, Daddy udah mandi, udah harum." Alda bangun dari tidurnya. Athena juga ikut terbangun.
"The gimana, kamarnya kita pindahin dulu atau gimana?" tanya Renal meminta pendapat Alda.
Alda melihat sejenak ke arah Athena. Bayi perempuan itu sudah duduk diatas karpet, ada pudding disampingnya.
"Pindahin dulu gak apa-apa kali yah. Kamarnya tolong dikunci dulu, ruang mainnya juga" jawab Alda.
Renal duduk disamping Athena.
"The pindah kamar dulu yah, nggak apa-apa kan?"
"Ndah mana mana?"
"Kamar di sebelah. Mama gak bisa lihat warna pink, nanti huwek huwek, adiknya gak suka warna pink" Renal mencoba memberikan pengertian.
"Huwaaaaa wana pinn. Bebii pin" tangis Athena meledak. Ia mungkin sedang membayangkan dirinya tidak bisa bermain dengan Barbie-barbienya.
Renal menggendong Athena.
"Kasihan mamanya, nak. Nanti huwek lagi, nanti mama sakit"
"dek nda cuka pinn?"
Renal mengangguk.
"dek yahat" Athena memberenggut. Ia masih terisak-isak.
Renal mengelus kepala Alda, menenangkan anaknya.
"Adek kan masih kecil, masih di perut mama. Nanti kalau adiknya lahir, pasti main sama kakak The. Adik gak jahat kok"
"Mawuu main" Athena meminta agar ia diturunkan dari gendongan Renal. Ia berjalan sendiri ke ruang bermainnya.
Alda menghela napasnya. Kenapa juga ia mesti aneh begini. Ia yang bahkan memilih sendiri interior untuk kamar Athena, baju-baju Athena juga beberapa mainannya.
Renal mencium kening Alda.
"Jangan sedih gitu, nanti dedeknya ikut sedih"
"Gak sedih Daddy" Alda menirukan suara anak kecil.
Renal terkekeh mendengar suara tiruan Alda.