
"Wahh, cantik banget nih incess gue" ucap Angga yang sedang duduk bagai pangeran.
"Iyalah, adek gua gitu loh" sambung Mika.
Mereka kini dalam perjalanan menuju hotel tempat perayaan ulang tahun Renal.
"Ga, Lo bawa kado, kan?" tanya Mika iseng.
"Ya nggaklah. Ngapain coba?"
"Yeuu, malu-maluin dasar" pait Alda.
"Bawa. Ya kali gak bawa. Serius amat" ralat Angga.
Dekorasi pestanya begitu mewah. Secara yang ulang tahun adalah putra tunggal keluarga Maheswari.
"Ini yang ulang tahun pangeran kayaknya" ucap Angga.
"Kalau mau nge-lawak ntar aja, Ga." sarkas Mika.
"Galak bener" lirih Angga.
Alda terkekeh kecil mendengar percakapan kedua lelaki itu.
"Wah, itu bukannya kak Mika yah"
"Iya, itu ada kak Angga juga"
"Kak Alda kok makin glow up yah"
"Manis gitu kalau pakai gaun"
"kak Mika gak ada obat inimah."
"kak Angga juga damage nya wuarrrrr biasa"
Bisikan bisikan terdengar. Tentu saja mereka tak lupa tentang alumni yang baru lepas itu. Role mode di Maheswari pada zamannya.
Renal menyambut Hi-5 dari Mika dan Angga. Pandangannya kini berhenti pada sosok gadis yang terlihat begitu cute dengan gaunnya yang sebatas betis juga kepangan rambutnya. Tak lupa clutch hitam yang begitu serasi dengan kulit putihnya.
"Napas Ren" tegur Mika halus.
Renal terperanjat. Perlahan mengubah mimik wajahnya.
"Sorry, bang" ucapnya karena merasa tak sopan menatap seseorang dengan waktu yang cukup lama, menurutnya.
"Santailah." respon Mika.
Renal meminta mereka untuk duduk. Banyak meja bundar disini, tentu saja terdapat 3-4 kursi di sampingnya. Makanan tertata rapi di atas meja, tak lupa beberapa gelas minuman. Dari air mineral, jus hingga wine, menurut penglihatan Mika.
Namun tak sopan rasanya jika menyantap hidangan, sementara yang punya pesta bahkan belum meniup lilin.
"Aldaaaa" sapa Dian.
Alda berdiri, memeluk Dian singkat.
"Cute banget siih" kagum Dian melihat penampilan Alda.
Alda terkekeh kecil.
"Iya, kak Alda cantik badaiiiii" seru Angel.
"Kalian juga caktik kok, cantik pake banget" ucap Alda.
"Iyain aja" kata Dian dan Angel bersamaan.
Semuanya duduk di tempat yang telah disediakan, kecuali yang punya acara dan orang tuanya. Acara tiup lilin akan segera dimulai.
Irama dari panggung kecil terdengar, juga lagu ulang tahun yang bergema di ballroom hotel. Renal meniup lilinnya. Ia mendapat kecupan di dahinya, juga pelukan dari sang mama dan papa, Maheswari.
Acara terus berlanjut, sesekali dari mereka menyumbangkan suaranya di panggung kecil tersebut. Hanya beberapa orang yang bertahan, beberapa orang lainnya memilih pulang karna jam sudah menunjukan pukul 10 malam.
"Alda, nyanyi gih" suruh Dian.
"Ehh, gimana?"
"Nyanyi noh" Angga ikutan
Rian jalan ke atas panggung.
"Semuanya, mari kita menanti penampilan dari kak Alda. Panggil orangnya!" seru Rian jahil
"Kak Aldaaaa" teriak Angel pertama kali.
"Aldaa"
"Kak Aldaa"
seru orang- orang.
"Sana gih dek, udah dipanggil" ucap Mika.
"Tapi malulah, kak" kata Alda.
"Udah, naik aja" Dian kembali berkata.
Alda perlahan berjalan dengan anggunnya. Hal itu tentu tak luput dari pandangan orang-orang, termasuk Dina dan Raka.
"Anaknya pak Arunika yah pa?" tanya Dina.
Raka mengangguk.
"Kok cute gitu sihh, manis bener" kagum Dina.
Raka hanya terkekeh kecil mendengar ucapan sang istri.
"Haloo, selamat malam semuanya. Happy level up day untuk Renal" ucap Alda sebelum mulai memainkan piano yang terpasang cantik di depannya.
Birthday - Ka Tty Pe Rry
I heard you're feeling nothing's going right
Why don't you let me stop by?
The clock is ticking, running out of time
So we should party, all night
So cover your eyes, I have a surprise
I hope you got a healthy appetite
If you wanna dance, if you want it all
You know that I'm the girl that you should call
Boy, when you're with me
I'll give you a taste
Make it like your birthday everyday
I know you like it sweet
So you can have your cake
Give you something good to celebrate
So make a wish
I'll make it like your birthday everyday
I'll be your gift
Give you something good to celebrate
Pop your confetti
Pop your Pérignon
So hot and heavy, 'til dawn
I got you spinning
Like a disco ball
All night, they're playing
Your song
We're living the life
We're doing it right
You're never gonna be unsatisfied
If you wanna dance
You know I'm the girl that you should call
Boy, when you're with me
I'll give you a taste
Make it like your birthday everyday
I know you like it sweet
So you can have your cake
Give you something good to celebrate
So make (So make) a wish (A wish)
I'll make it like your birthday everyday
I'll be (I'll be) your gift (Your gift)
Give you something good to celebrate
Happy birthday
So let me get you in your birthday suit
It's time to bring out the big balloons
So let me get you in your birthday suit
It's time to bring out the big, big, big, big, big, big balloons
Boy, when you're with me
I'll give you a taste
Make it like your birthday everyday
I know you like it sweet
So you can have your cake
Give you something good to celebrate
Boy, when you're with me
I'll give you a taste
Make it like your birthday everyday
I know you like it sweet
So you can have your cake
Give you something good to celebrate
So make (So make) a wish (A wish)
I'll make it like your birthday everyday
I'll be (I'll be) your gift (Your gift)
Give you something good to celebrate
Happy birthday
Suara riuh terdengar melihat seorang Renalda bernyanyi.
"Teman Lo, Ren?" tanya salah satu teman Renal dari sekolah lain.
Renal menggeleng.
"Soon to be girlfriend" pedenya.
Temannya terkekeh mendengar jawaban terus terang dari Renal.
"Anak mana emang?" tanya temannya lagi.
"Kemarin baru lulus dari Maheswari" jawab Renal.
Temannya mengangguk mengerti. Mereka lanjut bercerita kemudian memilih pamit pada Renal dan orang tuanya.
"Keren gila sihh kak Alda mah" puji Angel, yang entah ke berapa kalinya hari ini.
"Udah, mukanya kak Alda udah merah-merah noh" kata Alex.
Alda menutup pipinya.
"Maluu" katanya.
Semuanya terkekeh mendengar ucapan Alda.
"Sandi, Lo hati-hati balikin Dian. " perintah Mika.
"Siap, bang" kata Sandi
"Woii Ren" heboh Rian melihat Renal berjalan ke arah mereka.
"Sorry, tadi nyapa tamu dulu. Beberapa ada yang ngajakin cerita panjang" ucap Renal tak enak.
"Santai, Ren. Lagian ada mereka kok" kata Angga.
Mika melihat sekilas jam tangannya.
"Ren, gue, Alda dan Sandi pamit yah. Udah selarut ini ternyata" pamit Mika.
"Orang tua Lo mana?" tanya Angga.
"Disana kak" tunjuk Renal pada orangtuanya.
Mereka berjalan kearah Mr. Mrs Maheswari.
"Pa, ma" panggil Renal.
"Kenapa sayang?" suara lembut Dina mengalun indah.
"Mau pamit, Tante. Terimakasih undangan dan jamuannya" ucap Mika sopan sambil mencium punggung tangan Dina kemudian Raka.
Hal itu juga diikuti Angga dan Alda.
Tapi pada saat Alda, ia mendapat cipika cipiki dari Dina.
"Cantik bener sih" ucap Dina terus terang.
"Terima kasih, Tante. Tapi masih lebih cantik Tante kok" ucap Alda sopan.
"Ehh, gimana?" heboh Dina yang disambut kekehan kecil dari orang sekitarnya.
"Woii, gue balik" teriak Angga pada Sandi, Rian, Alex, Dian dan Angel.
"Oke, bang."
"Hati-hati, bang"
Renal ikut mengantar mereka ke parkiran mobil. Mika berjalan dengan Angga, seolah sengaja memberi waktu adiknya dan Renal sejenak.
"You look so cute" ucap Renal.
"B aja, Ren. Sama kok, tiap hari juga gini" kata Alda.
"Mau kado apa, Ren?" tanya Alda.
Renal diam sejenak. Sebenarnya kedatangan Alda adalah hal terbaik bagi Renal malam ini. Tak bawa kado juga sebenarnya bukan masalah.
"Besok bisa temanin aku?" pinta Renal memanfaatkan keadaan.
Alda diam sejenak.
"Entar aku izin sama papa mama dulu" jawabnya.
"Aku kabarin sepagi mungkin" lanjut Alda.
Renal terkekeh. Ia mengelus kepala Alda.
"Makasih bang udah pada datang" kata Renal sebelum membuka pintu untuk Alda.
"Yo man"
"Gampang itu"
Kata Mika dan Angga sebelum meninggalkan lokasi.