MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
071. TERASA SANGAT NYATA



Prothos menatap gadis yang sedang bercinta dengannya. Gadis itu berada di posisi atas sedangkan Prothos berbaring menikmati gerakan yang diberikan gadis itu. Prothos menarik gadis itu untuk diciumnya dan dengan cepat dia merubah posisinya.


"Aku akan menghajarmu, Widia." Bisik Prothos pada gadis yang didekapnya dari belakang.


Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi namun Prothos yang sedang menikmati kegiatannya mengabaikannya dan tetap fokus tidak memedulikan orang yang mengganggu tersebut. Apalagi saat ini sudah hampir tengah malam.


Namun tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, dengan kesal Prothos menghentikan aktivitasnya dan segera memakai jubah handuk.


"Sialan, siapa yang berani menggangguku?" Gumam Prothos sangat kesal sambil berjalan keluar area kamar tidur.


"Aku minta maaf mengganggu kesenanganmu." Ujar Niko yang sudah berada di living room. Dia tertawa kecil melihat Prothos yang keluar dengan wajah kesal. Niko masuk menggunakan kartu akses ganda yang dimilikinya.


"Kenapa kau datang malam-malam begini? Tadi itu masih tanggung." Tanya Prothos diselingi gerutunya karena kesal.


"Aku iri sekali padamu." Ucap Niko mencoba melongok ke dalam kamar di mana seorang gadis berada di atas tempat tidur berbalut selimut. "Kau bersenang-senang di sini, tapi aku harus menahan untuk tidak menyentuh adikmu. Ini tidak adil."


"Diamlah! Katakan saja tujuanmu menemuiku?" Kesal Prothos.


"Ayahmu akan pulang jumat ini. Sebaiknya kau ada di sana saat dia pulang. Aku tidak ingin siapapun mengacaukan rencanaku. Aku akan langsung bilang padanya mengenai rencana pertunanganku dengan Melody, juga rencana membawa Melody ke Rusia untuk menikah di sana."


"Aku tidak janji." Jawab Prothos.


"Ayolah, jangan membuat mood ayahmu memburuk saat aku berbicara padanya."


"Kau tenang saja, dia pasti setuju jika memang Melo juga setuju. Asal kau bilang kalau Melo akan tetap melanjutkan sekolah." Ucap Prothos. "Aku tidak ada rencana kembali dalam minggu ini. Aku sudah membuat banyak janji dengan banyak gadis yang aku temui."


"Apa masih lama? Ayo cepatlah." Gadis yang menjadi pasangan Prothos malam ini muncul dengan selimut yang terlilit ditubuhnya


"Pergilah, lain kali jangan langsung masuk. Kau menggangguku saja. Kepalaku jadi sakit."


Niko hanya tertawa sambil berjalan keluar ruangan itu.


"Jangan beritahu siapapun dimana aku berada. Kau harus bersumpah padaku demi nama adikku, kau dengar?!" Seru Prothos.


"Aku hanya burung penyampai pesan dari salah satu kembaranmu."


...***...


Anna membuka matanya dan langsung melihat Aramis yang berbaring di sampingnya. Saat ini mereka berdua berada di kamar Anna, dan Anna tidur dengan beralaskan lengan kanan Aramis yang masih terlelap. Gadis itu melihat ke jam dinding yang menunjukan pukul lima pagi.


Dia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Sekembalinya dirinya dengan Aramis dari mall, dia tertidur bersama Aramis di kamarnya. Aramis hanya menemaninya tidur karena saat itu Anna masih saja kebingungan walau sudah mengingat semuanya. Mereka berdua tertidur bahkan belum sempat berganti pakaian, lampu kamar juga masih menyala.


Anna beranjak duduk dengan memegang kepalanya yang masih terasa agak sakit.


"Kau baik-baik saja? Apa kepalamu masih sakit?" Tanya Aramis yang terbangun. "Hari ini istirahat saja dan tidak perlu ke sekolah, aku juga akan menemanimu."


Anna menoleh melihat ke arah Aramis yang masih berbaring.


"Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau tidur disini?!" Seru Anna melempar bantal pada Aramis. "Kau mengambil keuntungan dari sakitku, Ars!!"


Aramis menarik Anna ke pelukannya. Anna berusaha melepaskannya namun Aramis terus memeluknya hingga Anna tak lagi berusaha lepas.


"Aku akan ke sekolah, tapi kau istirahat saja hari ini. Pulang nanti aku akan menemanimu ke rumah sakit. Jangan jauh-jauh dari handphone-mu, dan pastikan baterainya terisi penuh. Aku akan menghubungimu setiap saat." Ucap Aramis sambil mendekap Anna. "Kalau tiba-tiba kau menjadi bingung seperti kemarin, jangan pergi kemanapun. Kau juga tidak perlu takut, karena aku akan datang menemuimu."


Anna hanya meremas kaos Aramis dengan kedua tangannya di punggung pemuda itu.


...***...


Sebagian besar yang berkomentar mengatakan agar Athos jangan menyerah, ada juga beberapa yang berkomentar agar dirinya segera menerima semuanya dan melupakan Tasya.


Aramis datang dari luar setelah keluar dari rumah Anna. Athos segera menutup handphone-nya. Aramis duduk dan langsung meminum susu yang sudah tersedia di atas meja.


"Kau menginap di rumah Anna?" Tanya Athos saat Aramis duduk di hadapannya.


"Aku harus menjaganya, kemarin ketika kami berjalan-jalan tiba-tiba dia menghilang di saat aku sedang ke kasir. Dia terlihat bingung, seperti dia melupakan sesuatu." Jawab Aramis yang terlihat tidak seperti biasanya. Sejak dia mengetahui penyakit Anna, Aramis terlihat lebih tenang. "Aku harus bagaimana, Ato?"


"Kau harus menjaganya, jangan biarkan hal buruk terjadi padanya." Jawab Athos. "Kita bertiga mengalami hal yang buruk mengenai orang yang kita cinta. Bahkan Melo juga sama. Tapi saat ini hanya kau yang masih bisa bersama dengan orang yang kau cintai, karena itu kau harus terus menjaganya."


"Hal ini juga tidak bagus untukku. Aku sangat takut hal buruk terjadi pada Anna, bahkan aku takut sewaktu-waktu dia pergi dan aku tidak bisa melihatnya lagi."


"Kau hanya perlu berusaha agar itu tidak terjadi. Ingatlah apa kata ayah, semua bukan salahmu ketika kau sudah berusaha tapi takdir berkata lain." Ucap Athos sangat memahami apa yang dirasakan Aramis saat ini. "Kau lebih kuat dari Oto, dari segi apapun kau lebih kuat dari kami berdua. Jangan terlihat lemah sekarang."


"Ya, aku akan berusaha semampuku." Jawab Aramis. "Lalu bagaimana denganmu? Pernikahan Tasya tinggal beberapa hari lagi. Apa yang akan kau lakukan? Aku akan membantumu semampuku."


"Tidak, aku akan melakukannya sendiri. Aku sudah meminta bantuan Lion untuk persiapannya. Hari pernikahannya bersamaan dengan pembukaan cabang café. Oto tidak ada jadi aku akan menyerahkan hal itu padamu seorang diri." Ujar Athos. "Di saat seperti ini aku lebih berharap wajah kita sama selayaknya saudara kembar pada umumnya, agar aku tidak berbuat sejauh nanti."


"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Aramis merasa curiga pada Athos. "Kau jangan bertindak bodoh, Ato."


"Ars, kalau terjadi apa-apa padaku, kau harus mengunggah kondisiku di akun sosial mediamu terus menerus."


"Memang apa yang akan kau lakukan?" Tanya Aramis dengan kesal hingga dia beranjak berdiri. "Jangan membahayakan dirimu!! Kau tidak harus sampai berbuat sejauh itu!!"


"Semua boleh dilakukan demi cinta, dan itu sepadan." Ucap Athos menatap Aramis dengan serius.


"Aku harus menemukan Oto, hanya dia yang bisa memaksamu untuk tidak melakukan hal berbahaya!!" Seru Aramis menatap kesal Athos yang malah tersenyum padanya.


...***...


Prothos terbangun setelah bermimpi buruk. Dia membuka matanya dan mencoba mengatur napasnya yang terengah-engah. Awalnya dia merasa itu bukanlah sebuah mimpi, semuanya terasa seperti nyata.


"Ada apa?" Tanya gadis yang sudah rapi dengan rambut yang masih setengah basah. "Kau bermimpi buruk?"


Prothos masih mengatur napasnya, dan mencoba menyadarkan dirinya. Dia meyakinkan dirinya kalau itu semua memang hanya sebuah mimpi buruk.


"Tenanglah, kau hanya bermimpi buruk." Ujar gadis itu sambil mengambil tasnya. "Apa yang kau mimpikan?"


Prothos bangun dan duduk namun tak menjawab pertanyaannya gadis itu.


"Baiklah, aku pergi sekarang. Aku sudah meninggalkan nomer handphone-ku. Terserah padamu mau menghubungiku lagi atau tidak, tapi aku sangat berharap kau menghubungiku.


Setelah mengecup bibir Prothos gadis itu pergi meninggalkan pemuda itu yang masih terdiam.


Prothos masih memikirkan mimpinya, mimpi yang terasa sangat nyata.


"Tidak itu hanya mimpi." Ucap Prothos menenangkan dirinya sendiri. "Dia tidak sebodoh itu hingga melakukannya. Ato tidak akan mati."


...–NATZSIMO–...


Jangan lupa untuk selalu like di setiap bab yang selesai dibaca. Dukung terus cerita mereka dengan memberikan jejak komentar setelah membaca ya biar author semangat menyelesaikan kisah mereka dan jadi sering update.


Jangan lupa juga ikutan giveaway dengan masuk ke grup chat author.


Terimakasih karena sudah membaca karya author sejauh ini.