
Niko tidak masuk sekolah hari ini. Melody merasa sedikit lega namun sekaligus merasa bersalah. Kejadian semalam Niko pasti sangat menyesalinya.
Ketika istirahat Melody menelepon Niko di toilet. Dia ingin minta maaf padanya, sekaligus ingin mengatakan kalau dia setuju dengan rencana awal Niko yang ingin segera menikah dengannya di Rusia setelah mereka bertunangan.
"Niko, kau baik-baik saja?" Tanya Melody.
"Jam berapa sekarang?" Suara Niko yang sudah parau terdengar lebih parau lagi karena saat ini dia baru saja bangun tidur. "Aku kesiangan, kenapa tidak ada yang membangunkan aku?"
"Untunglah kalau kau hanya kesiangan." Ucap Melody.
"Ada apa Melody? Aku pikir kau jadi membenciku setelah apa yang aku lakukan padamu."
"Aku akan mengikuti rencana awal seperti yang kau mau." Seru Melody. "Kita akan menikah di Rusia setelah bertunangan bulan depan. Aku akan mengikuti perkataanmu tapi jangan menyentuhku sebelum kita menikah."
"Kalau begitu setelah menikah apa tidak apa-apa?"
"Kalau kau setuju, pulang nanti aku akan menemuimu. Tapi jangan mendekat lebih dari dua meter padaku dan tidak ada sentuhan apapun. Setidaknya sampai kita resmi menikah."
...***...
Lion berjalan masuk ke kelas yang ada di sebelah kelasnya. Dia menghampiri Karen yang sedang duduk di tempatnya dan lagi mengobrol dengan teman-temannya. Semua pun langsung menatap kehadiran Lion disana.
"Ke... Ah, aku akan memberimu nama panggilan untukmu. Key (kunci)." Ujar Lion yang tidak bisa mengingat nama Karen. "Kau juga suka bermain games kan? Pulang nanti ayo kita bermain games di game center."
"Kau serius?" Tatap Karen.
Lion mengangguk dengan senyum lebar lalu menyodorkan handphone-nya pada Karen.
"Nomermu tidak sengaja terhapus. Berikan lagi."
"Sejak kemarin aku meneleponmu tapi tidak bisa." Jawab Karen. "Apa jangan-jangan kau memblokir nomerku?"
Lion berpikir sejenak, dan setelah itu melihat handphone-nya. Benar saja, sebelum menghapus nomer Karen, Lion lebih dulu memblokirnya. Pantas saja gadis itu tidak menghubunginya walau setelah menerima bunga darinya kemarin.
"Maaf, sepertinya aku salah kira, aku pikir nomermu nomer orang yang sering menawarkan kartu kredit padaku."
"Jadi kau belum menyimpan nomerku? Jahat sekali kau, Lion."
"Ini sudah aku simpan, aku juga jadikan favorit." Lion menunjukannya pada Karen dan membuat gadis itu senang. "Baiklah, nanti pulang sekolah jangan lupa ya, akan aku perlihatkan bagaimana raja games bermain."
Setelah berkata seperti itu Lion bergegas keluar kelas Karen. Teman-teman Karen serentak menyoraki temannya itu karena Lion terang-terangan memperlihatkan pada mereka kalau Lion tertarik pada Karen.
Melody berjalan kembali ke kelas dan melintasi Lion yang baru saja keluar kelas Karen. Melody tahu Lion pasti baru saja menemui Karen karena Karen dan beberapa temannya masih bersorak.
"Kau sudah menghubungi Niko?" Tanya Lion bersikap biasa pada Melody dan berjalan di sampingnya masuk ke kelas.
"Ya, aku akan ke rumahnya nanti sepulang sekolah." Jawab Melody juga bersikap biasa pada Lion karena mereka jadi bahan tatapan orang-orang saat ini.
"Sampaikan salamku padanya, nanti aku akan pergi dengan Key, jadi aku tidak bisa menemuinya. Semalam dia minta bertemu denganku." Lion menghentikan langkahnya saat berada di depan kelas mereka.
Melody terkejut dengan perkataan Lion. Lion akan pergi dengan Karen, bahkan dia juga membuat nama panggilan khusus untuk gadis itu. Jadi sepertinya benar kalau Lion memang menyukai Karen. Itu yang dipikirkan Melody saat ini.
"Kau dengarkan?" Tanya Lion.
"Ya." Jawab dingin Melody sambil berjalan masuk kelas meninggalkan Lion.
...***...
Ronald yang baru saja menemui wali kelas Prothos berjalan bersama Athos. Dia baru tahu kalau Prothos tidak masuk sekolah setelah kabar mengenai seorang guru yang mengancamnya agar mau berhubungan dengan Prothos beredar.
"Tidak, paman. Itu tidak seperti itu." ucap Athos membantah kabar yang beredar. "Oto sangat mencintai guru itu, mereka bersama bukan karena guru itu mengancamnya. Itu dibuat agar Oto tidak dikeluarkan dari sekolah karena seorang murid perempuan yang tergila-gila pada Oto mengetahui dan berniat membeberkan ke sekolah agar Oto yang menolaknya dikeluarkan dari sekolah juga."
"Si bodoh itu." Gumam Ronald. "Aku tidak akan memberitahu ayahmu mengenai kabar itu. Tapi kalian harus mencarinya. Tidak sampai dua minggu kalian ujian kelulusan dan ayah kalian juga akan pulang hari jumat ini. Jangan sampai dia murka karena Oto."
...***...
Lion bermain games di game center bersama Karen. Mereka berdua duduk bersebelahan dengan komputer PC masing-masing. Headset terpasang di telinga mereka juga.
"Kau ikuti saja maps yang ada di ujung kiri atas, disana ada petunjuk dan task yang harus kau selesaikan juga biar levelmu naik, posisimu jangan jauh-jauh dariku." Ucap Lion pada Karen melalu headset padahal mereka bersebelahan. "Aku akan melindungimu dari jebakan-jebakan, tapi kau juga harus perhatian langkahmu."
"Aaahh!!" Seru Karen kesal karena karakter di games yang dimainkannya terkena jebakan. "Ini terlalu sulit. Levelmu terlalu jauh Lion."
Lion tertawa mendengarnya, namun pemuda itu masih fokus bermain.
"Kalau sudah main games kau pasti lupa waktu ya?" Ucap Karen sambil menggeser kursinya dan memperhatikan permainan Lion. "Aku tidak suka jenis games RPG. Kita main yang lain saja." Ujar Karen sambil meletakan dagunya ke lengan atas tangan kanan Lion.
"Key, tolong bukakan permen itu dan masukan ke mulutku." Pinta Lion agar Karen mengangkat kepalanya dari lengannya.
Karen menurutinya dan langsung membukakan pembungkus permen lolipop yang ada di meja dan memasukannya ke mulut Lion yang masih sibuk bermain game.
"Habis ini kita pergi makan ya, aku jadi lapar." Ucap Karen.
"Ayo kita main game fighting saja sekarang." Sambar Lion yang selesai dengan game yang di mainkannya.
"Kau berhasil menyelesaikan game-mu, kau memang keren Lion." Kagum Karen sambil merangkul Lion.
"Aku bahkan bisa menyelesaikan game ini dengan mata tertutup. Ini rekorku ke 2655 kemenangan."
...***...
Niko bersandar di tempat tidur besarnya bersama hewan buas peliharaannya yang bernama Niki. Rantai terpasang di leher hewan tersebut, namun hewan tersebut hanya berbaring saja di dekat Niko yang mengelusnya. Saat ini Niko sedang menunggu kehadiran Melody. Di telepon tadi gadis itu bilang akan ke rumahnya sepulang sekolah.
Tidak berapa lama Melody muncul dari balik pintu. Niko tersenyum melihat kehadirannya. Namun ternyata gadis itu tidak sendirian. Di belakangnya juga ada Athos, kakak tertua Melody.
"Dobro pozhalovat', moy budushchiy shurin (Selamat datang calon iparku)." Seru Niko tidak percaya dengan kehadiran Athos di rumahnya, apalagi di kamarnya.
Niki tiba-tiba terbangun melihat kehadiran Athos dan tampak tidak bersahabat. Namun Niko memberikan perintah agar kembali tidur. Niki menuruti tuannya.
"Ada perlu apa kau menemuiku juga?" Tanya Niko, masih duduk bersandar dengan santai. "Apa kau ingin meminta bantuanku?"
"Imenno tak. YA khochu, chtoby ty skazal mne koye-chto (Tepat. Aku ingin kau memberitahuku sesuatu)." Jawab Athos.
"Eto pro odnogo iz tvoikh brat'yev? (Apakah mengenai salah satu saudaramu?)" Tanya Niko dengan tersenyum.
"Melo, kau bisa keluar sebentar?" Tatap Athos dan Melody langsung keluar dari kamar Niko.
"Kenapa kau berpikir kalau aku tahu dimana dia?" Tanya Niko lagi setelah Melody meninggalkan mereka berdua.
"Seperti yang kemarin aku bilang, kau mendekati Oto dengan kekayaanmu, kan? Aku melihatmu memberikan sesuatu padanya kemarin, seperti kartu akses suatu kamar hotel." Jawab Athos. "Tebakanku benar?"
Niko tertawa mendengarnya. Namun dia tidak berniat menjawabnya.
"Kalau kau tidak ingin memberitahuku dimana dia, setidaknya kau bisa bilang padanya untuk segera pulang."
"Aku bukan burung penyampai pesan, Ato." Ucap Niko tersenyum skeptis.
"Ayah kami akan pulang jumat ini. Mood-nya akan tidak baik jika salah satu dari kami tidak ada saat dia kembali. Kau mengerti kan maksudku?"
...–NATZSIMO–...
Jangan lupa untuk selalu like di setiap bab yang selesai dibaca. Dukung terus cerita mereka dengan memberikan jejak komentar setelah membaca ya biar author semangat menyelesaikan kisah mereka dan jadi sering update.
Jangan lupa juga ikutan giveaway dengan masuk ke grup chat author.
Terimakasih karena sudah membaca karya author sejauh ini.