MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
128. AKU ADALAH RAJA RIMBA



Karen duduk di kursi dengan menatap Melody yang berada di atas tempat tidur sedang fokus pada layar handphone-nya. Dia merasa kalau gadis yang ada di depannya saat ini adalah gadis yang sangat mengerikan.


Tak sekalipun Melody menanyakan tentang Lion yang pulang sendiri meninggalkan mereka. Walaupun dia sudah memberitahu kalau Lion ada urusan tapi seharusnya gadis itu bertanya lagi mengenai pemuda itu, bagaimana pun mereka sudah bersama sejak kecil selama ini.


Karen semakin mengerti mengenai perasaan Lion yang merasa terabaikan oleh gadis itu. Padahal Melody menyukai Lion, tapi dia tidak pernah sekalipun menunjukan rasa sukanya itu pada Lion. Walau hanya bertanya pun tidak.


"Mel."


Melody mengalihkan tatapannya pada Karen yang duduk di kursi di hadapannya. Gadis itu tak berkata apapun dan menunggu Karen berbicara padanya, namun Karen tak mengatakan apapun sehingga dia kembali melihat ke layar handphone.


"Apa kau selalu seperti ini?" Tanya Karen setelah tidak tahan ingin mengatakan sesuatu pada Melody.


Melody kembali melihat pada Karen tanpa kata.


"Lion pergi karena sesuatu." Ujar Karen, namun lagi-lagi Melody tak berkata apapun menanggapinya. "Kau ingin tahu karena apa?"


"Apa aku harus tahu?" Melody bertanya tanpa berekspresi. "Apa ada sangkutpautnya denganmu? Aku rasa tidak, karena itu aku tidak perlu tahu."


"Apa kau selalu seperti ini?" Karen mengulangi pertanyaannya di awal tadi. "Bagimu Lion itu siapa?"


Melody terdiam mendengar pertanyaan Karen. Dia memang menyukai Lion tapi baginya Lion bukan siapa-siapa lagi.


"Apa kau tahu Lion menyukaimu?"


"Dia tidak menyukaiku. Kau tenang saja, Karen." Jawab Melody. "Kau tidak perlu memikirkan hal yang bukan-bukan pada kami. Kau juga bilang kalau dia mencintaimu 'kan? Jadi kau jangan khawatir pada hubungan kami."


Karen hanya membuang napasnya karena kesal. Dia tidak bisa mengatakan pada Melody kalau sebenarnya dia dan Lion tidak berpacaran. Yang sebenarnya adalah Lion menolak dirinya.


Flashback On


"Maaf Key, aku tidak bisa menerimamu."


Jawaban Lion pada Karen. Gadis itu pun tahu kalau sebenarnya Lion tidak menyukainya.


Karen yang ingin selalu bersama Lion meminta Lion untuk berpacaran dengannya setelah Lion mengatakan akan pergi yang jauh (Bab Hidup Bersama Beruang Kutub). Dia mengatakan keinginannya ketika Lion hendak mengantarnya pulang setelah mengajarinya bermain skateboard.


"Sebenarnya aku sudah lama menyukai seseorang." Lion terlihat serius mengatakannya. "Aku tidak bisa menerimamu, itu akan terasa buruk untukmu." Jawaban Lion sama ketika menolak Sandra dulu.


"Melody?" Tanya Karen yang berdiri di hadapan Lion. "Ya, pasti dia. Semua orang tahu itu."


Lion tak menjawab dan hanya menundukan kepalanya.


"Dia akan menikah dengan Niko. Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Karen pada Lion yang diam saja. "Kau akan membiarkannya? Kau tidak ingin melakukan sesuatu untuk menghentikannya?"


Lion mengangkat kepalanya karena terkejut mendengar perkataan gadis itu. Dia tidak mengira kalau Karen malah akan berkata seperti itu padanya.


"Kalau kau ingin, aku bisa membantumu. Aku akan membantumu karena aku tahu kau tidak bisa berbuat apapun pada Niko. Entah karena apa kau terlihat sangat menurut padanya." Ujar Karen. "Itu membuat aku sedikit kecewa padamu."


"Benarkah? Apa kau ingin membantuku, Key?" Lion tampak senang dengan perkataan Karen.


"Ya, aku akan membantumu, katakan saja apa rencanamu? Aku akan mengikuti semua perkataanmu. Sebagai gantinya, kau harus mengajari aku semua hal yang kau bisa. Aku rasa itu seimbang."


Lion tersenyum mendengar jawaban Karen padanya. Saat itu Lion terlihat seperti memiliki sebuah harapan.


Setelah perbincangan dirinya dengan Niko di ruang gymnasium di rumah Niko, Niko meminta agar Lion membuat Melody membencinya sebagai ganti dari Niko menyanggupi keinginan Lion mengenai Aramis. Sehingga Lion tidak bisa menghentikan Niko lagi saat Niko melakukan apapun pada Melody. Karen yang ingin membantunya membuatnya memiliki cara bagaimana dirinya menjaga Melody dari Niko.


Ditambah dengan ciuman Melody pada Lion. Itu membuat Lion tahu kalau Niko akan marah dan ingin menyentuh Melody, terbukti dari keesokan harinya Niko menggigit Melody untuk menandainya. Sehingga keberadaan Karen sangat dia butuhkan di liburan ini dalam menjaga Melody dari kemarahan Niko.


"Aku akan tidur, mau kah kau menjadi pendongengku, Karen?"


Flashback Off


......................


Drrrtt drrrtt drrrtt


Handphone Melody bergetar, sebuah nomer tak di kenal meneleponnya. Melody tak berniat mengangkatnya, gadis itu memiliki kebiasaan tidak menjawab nomer yang tidak ada di daftar nomer handphone-nya. Sehingga sebuah pesan muncul.


Ini aku Emma. Aku ada di luar mansion. Ada yang ingin aku bicarakan padamu.


Pesan dari Emma membuat Melody merasa bingung karena dia tidak tahu kalau gadis itu mempunyai nomer handphone-nya. Dia juga tidak mengerti apa yang ingin dibicarakan padanya.


Senyuman Emma menyambut langkah Melody yang datang menghampirinya. Melody tak berekspresi apapun menanggapi senyum ramah gadis itu.


"Ternyata benar apa yang aku dengar." Ucap Emma ketika Melody sudah berada di hadapannya. "Kau gadis yang sangat dingin dan kaku, aku tidak mengerti kenapa Er sampai tergila-gila padamu."


"Aku rasa semua orang tahu kalau kau tidak menyukai Er. Itu sangat terlihat dari dirimu yang tidak bereaksi apapun ketika aku menciumnya." Ujar Emma. "Itu sangat buruk untuknya. Ya, aku pun dulu tidak menyukainya sampai kami pindah bersama ke Rusia. Ternyata dia pria yang sangat baik. Dia sangat mencintaiku, bisa dibilang aku adalah cinta pertamanya. Tapi sayangnya aku gadis yang nakal, walaupun aku menyukainya tapi aku juga pergi dengan banyak pria. Itu sangat buruk makanya aku memilih meninggalkannya."


"Tapi kau meninggalkannya ketika dia mengalami kecelakaan. Di saat dia sangat membutuhkan seseorang mendukungnya." Ucap Melody dingin.


"Karena itu waktu yang tepat." Jawab Emma dengan tersenyum. "Agar dia membenciku. Aku memang gadis yang sangat kejam. Aku sempat merasa bersalah dan ingin kembali padanya tapi ternyata dia benar-benar sudah membenciku."


"Lalu apa maksudmu mengatakan semua itu padaku sekarang?" Melody menatap Emma dengan sangat dingin.


"Kalau kau juga meninggalkannya, itu sangat tidak adil untuknya. Dia pria yang malang karena bertemu dengan gadis yang salah sepertiku. Aku tidak ingin dia mengalaminya lagi." Ucap Emma dengan wajah sedih. "Kau tidak menyukainya, tapi kau tidak boleh meninggalkannya. Dia juga pantas mendapatkan apapun yang membuatnya bahagia, karena selama ini dia kehilangan semua itu."


Melody merasa semua perkataan Emma benar. Itu juga yang menjadi alasannya kenapa masih tetap ingin bersama dengan Niko walau dirinya tidak mencintai pemuda malang itu. Melody ingin memberi Niko sedikit kebahagiaan.


"Hanya itu yang ingin aku katakan padamu." Emma kembali tersenyum pada Melody. "Ngomong-ngomong, sampaikan salamku pada salah satu kakakmu, ya."


Melody menatap Emma dengan heran.


"Aku mengidolakan salah satu kakakmu." Ujar Emma.


"Kakakku yang mana?" Tanya Melody penasaran.


"Aku berharap kali ini aku akan mengalahkan kakakmu itu." Jawab Emma dengan senyum tersembunyi sambil berjalan mundur. "Semoga saja kami bisa bertemu lagi."


...***...


Seekor anjing betina dengan perut yang besar menikmati makanan yang sudah disediakan oleh seorang pemuda berekspresi datar.


Pemuda itu berjongkok memperhatikan anjing tersebut yang sangat lahap memakan makanannya.


Dibelainya dengan lembut anjing yang sedang menikmati makanannya tersebut dengan memikirkan perkataan yang tadi didengarnya dari seseorang.


Kau hanya berusaha menghentikan Melo, kenapa kau tidak berusaha untuk menghentikan Niko?


Lion berpikir itu mustahil, karena Niko sangat menyukai Melody, bagaimana bisa dia menghentikan Niko tanpa membuat Niko membenci dirinya. Tidak ada yang bisa menghentikan Niko.


"Malam ini aku akan menemanimu, kau tidak perlu khawatir, Sebagai gantinya, aku akan mengambil sesuatu yang berharga darimu nanti. Apa kau tidak keberatan?"


Lion berkata pada anjing betina yang menatapnya seolah mengerti dengan ucapannya sehingga memperlihatkan kedua taringnya.


"Aku adalah raja rimba, dan ini adalah hutanku. Aku tidak akan membiarkan siapapun berbuat sesukanya. Hanya aku yang bisa melakukan apapun di wilayahku."


...–NATZSIMO–...


Baca cerita author yang lain ya.


Di karya "Obsesi Cinta CEO Gay" ada beberapa karakter dari novel ini di sana, dan begitu sebaliknya. Genre-nya romance komedi.


❤Lion dengan rumus pertemanannya akan muncul di semua karya author yang berlatar non Fantasy❤


Follow IG author untuk visual character yang belum ada di jilid pertama @natzsimo.author


Disclaimer :


Nama, dan cerita hanyalah karya fiksi, mohon untuk tidak ditiru dan dijadikan patokan/acuan dalam kehidupan nyata.


Jika terdapat kesamaan nama, dan karakter, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk karakter yang terdapat di cerita ini, author ambil dari orang-orang di sekitar.


Dan jika terjadi kesamaan dalam satu atau beberapa kejadian dalam cerita di kehidupan pembaca, semua tanpa disengaja.


Semoga menghibur.


......❤❤🤗🤗❤❤......


...Yuk, di like setiap membaca dan kasih komen....


...Beri rate juga ya untuk kemajuan karya ini....


...Masuk ke grup chat author biar berbagi ilmu dan belajar hal baru tiap hari....


...Baca juga karya author lainnya....


...Terimakasih......