MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
116. PSIKOPAT GILA



"Aku akan membunuhmu sekarang, Lion!!" Seru Ivan sangat kesal.


Lion tertawa sangat keras setelah akhirnya turun dari menara. Dia benar-benar berhasil mengerjai temannya tersebut dengan melempar kamera yang dibawanya pada suatu benda yang berada di udara setelah mematikan teleponnya.


"Diamlah!! Mendengar tawamu semakin membuat aku kesal!!" Ivan menarik baju Lion dengan kasar. "Jantungku benar-benar seperti meloncat keluar karena ulahmu tadi!!"


"Kau pikir aku selemah itu?" Tatap Lion dengan serius setelah Ivan melepasnya.


"Kau gila, kau semakin seperti seorang psikopat yang gila!!" Tatap kesal Ivan. "Aku tidak akan menemanimu lagi dalam melakukan hal berbahaya apapun lagi."


"Padahal ini baru awal kau sudah menyerah." Gumam Lion dengan senyum lebar.


"Punya siapa benda itu?"


Lion berjalan meninggalkan Ivan tak memedulikan pertanyaan temannya itu yang melihat kamera Lion dan suatu benda terjatuh di tanah. Benda-benda tersebut adalah sumber suara yang didengar Ivan yang awalnya dia kira Lion yang menjatuhkan diri ke bawah.


"Siapa yang akan menang, psikopat gila atau vampir berdarah dingin?" Lion bergumam sambil berjalan.


"Apa yang kau katakan?" Tanya Ivan yang tidak terlalu mendengar perkataan Lion saat berjalan menjauh darinya.


...***...


Niko berada di tempat favoritnya sedang meminum sebuah anggur sambil memperhatikan layar handphone-nya yang memutar sebuah video.


Video yang diambil dengan drone saat Lion berada di atas menara. Video tersebut didapatkannya dari seseorang yang dimintanya untuk mengikuti Lion. Namun Video berakhir ketika Lion melemparkan kamera yang dibawanya pada drone tersebut.


Niko tertawa melihatnya.


"Dia memang penuh kharisma." Ucap Niko sambil beranjak bangun meninggalkan tempat itu.


...***...


Prothos menuruni tangga ketika pukul empat pagi hendak berlari pagi. Mona berada di meja makan dengan laptop milik Prothos sedang memeriksa laporan keuangan café.


"Kau sudah bangun sepagi ini?" Tanya Prothos saat ada di bawah tangga.


"Kau lari pagi juga sepagi ini?" Mona balik bertanya.


"Karena tidak berbuat apapun aku jadi tidak bisa tidur." Jawab Prothos.


Mona tahu maksud dari ucapan Prothos. Tidak berbuat apapun yang diucapkan Prothos adalah bercinta.


"Kau benar-benar sudah kecanduan." Ujar Mona.


Prothos tertawa sambil berjalan keluar rumah. Tidak berapa lama Ronald keluar dari kamar dan duduk di meja makan di hadapan Mona.


"Ingin ku buatkan kopi atau teh, paman?" Tanya Mona beranjak berdiri.


"Teh saja." Jawab Ronald.


Mona langsung berjalan ke dapur dan segera membuatkan teh untuk Ronald.


"Aku sedikit terkejut saat melihatmu kemarin. Aku tidak mengira gadis berpenampilan modern sepertimu tidak keberatan melakukan pekerjaan seperti ini." Ujar Ronald.


"Tidak ada yang salah dengan pekerjaan ini, paman." Jawab Mona.


"Dimana kau bertemu dengan, Oto? Sepertinya kau dengannya cukup dekat."


"Tidak, kami tidak dekat. Aku hanya tahu beberapa hal mengenai kebiasaan buruknya. Aku juga tidak tahu apa aku boleh memberitahumu dimana kami bertemu. Aku hanya bisa bilang kami bertemu di tempat kerjaku sebelum ini." Jawab Mona sambil meletakan secangkir teh untuk paman Ronald.


"Apa kau menyukai Oto?" Tanya Ronald.


Mona yang kembali duduk di hadapan paman Ronald mengernyitkan dahinya menatap pria itu dengan heran.


"Apa semua gadis harus menyukainya?" Tanya Mona. "Kenapa hampir semua mengira hal itu padaku?"


"Hampir tidak ada gadis yang tidak menyukai Oto saat pertama kali melihatnya." Jawab Ronald.


"Bukan berarti tidak ada kan?"


"Kalau begitu apa kau menyukai salah satu dari kedua kembarannya?" Selidik Ronald. "Karena biasanya juga seperti itu, jika bukan menyukai Oto, para gadis akan menyukai salah satu kembarannya."


"Apa tipe pria di dunia ini hanya mereka bertiga?"


Ronald tertawa mendengar jawaban Mona yang menyanggah semua pertanyaannya menggunakan pertanyaan balik yang menurutnya sangat tepat.


"Mona, selamat datang di keluarga ini. Semoga kau mampu menghadapi kami semua. Dan aku rasa kau mampu." Ucap Ronald setelah itu meminum tehnya.


...***...


Melody tidak mengerti apa arti pesan Lion yang terdengar sangat aneh dengan kalimat Semoga Mimpiku Indah. Kenapa dia mengatakan hal itu padanya? Melody ingin membalasnya dengan bertanya tapi setelah sikap dingin Lion kemarin padanya, dia yakin kalau pemuda itu tidak akan membalasnya.


"Melody, kau tidak sarapan? Ini sudah hampir jam sembilan pagi?" Terdengar suara Mona dari luar. "Atau mau aku bawakan ke kamarmu lagi?"


"Tidak, aku tidak ingin sarapan." Jawab Melody.


Handphone Melody yang berada tidak jauh darinya bergetar. Niko meneleponnya. Sebelum menjawabnya, Melody membuang napas panjang terlebih dahulu karena pastinya Niko akan mengatakan sesuatu yang akan membuatnya kesal.


"Halo, sayang. Hari ini datanglah ke rumahku. Aku akan menyuruh supir menjemputmu." Ujar Niko. "Aku ingin meminum darahmu."


"Besok kita akan pergi berlibur, biarkan hari ini aku istirahat." Pinta Melody.


"Bukankah berlibur itu adalah istirahat?" Tanya Niko bingung. "Datanglah sayang, aku akan menunggumu."


Melody berteriak kesal setelah Niko menutup teleponnya. Dia menutup dirinya dengan selimut dan kembali memikirkan Lion yang sudah berpacaran dengan Karen.


Dengan segera Melody membuka selimutnya dan mengambil handphone. Hendak menghubungi seseorang yang ingin ditemuinya sebelum pergi ke rumah Niko.


...***...


Melody menunggu seseorang di sebuah coffee shop sambil meminum cokelat hangat yang dipesannya.


"Maaf ya aku membuatmu menunggu." Ucap Karen duduk di hadapan Melody. "Aku terkejut saat kau ingin bertemu denganku, Mel. Ada apa?"


"Aku rasa kita harus lebih dekat karena besok kita akan berlibur bersama." Jawab Melody. "Maaf ya, aku memintamu bertemu mendadak seperti ini."


"Sebenarnya aku senang kau mengajakku keluar. Aku bosan di rumah, dan Lion masih tidur."


Perkataan Karen mengenai Lion membuat Melody teringat dengan tujuannya bertemu dengan Karen.


"Niko bilang padaku kalau kau dan Lion sudah berpacaran. Apa itu benar?" Tatap Melody pada Karen.


"Ya ampun, calon tunanganmu suka bergosip tentang kami ya?" Ujar Karen mengernyitkan dahinya. "Ya, itu benar. Aku kira Lion akan memberitahumu. Bukankah kalian dekat?"


"Kami tidak sedekat itu sampai menceritakan apapun satu dengan yang lainnya." Ucap Melody dengan perasaan yang kembali bersedih mendengar kebenaran kabar yang diberitahu Niko kemarin. "Karena kau dengannya sudah berpacaran sebaiknya aku memberitahumu sesuatu. Aku tidak ingin kau salah paham."


Melody mengambil handphone-nya dan memperlihatkan pada Karen pesan dari Lion yang didapatkannya semalam.


"Oh itu, dia bilang padaku karena mengantuk dia sampai salah kirim padamu, dia juga salah ketik di pesan itu kan? Seharusnya mimpimu bukan mimpiku. Dia memang sangat aneh, seharusnya jika sudah mengantuk tidak perlu mengirimkan pesan."


"Apa maksudnya?"


Karen mengambil handphone-nya dan memperlihatkan sebuah pesan pada Melody.


"Sebenarnya dia ingin mengucapkan itu padaku. Ini pesan yang aku dapat darinya setelah dia salah kirim padamu."


Melody membaca pesan yang diperlihatkan Karen, pesan dari Lion yang bunyinya tidak jauh berbeda, hanya kata Mimpiku yang diubahnya menjadi Mimpimu.


"Dia memang sangat aneh, tapi karena itu aku menyukainya. Saat bersama dengannya semuanya jadi menyenangkan dan tidak pernah bosan. Kalian kenal sejak lahir, kau juga pasti merasa seperti itu kan, Melody?"


"Tidak, selama ini dia hanya selalu membuatku kesal pada tingkahnya yang aneh dan konyol." Jawab Melody menahan rasa sedihnya.


...–NATZSIMO–...


Disclaimer :


Nama, dan cerita hanyalah karya fiksi, mohon untuk tidak ditiru dan dijadikan patokan/acuan dalam kehidupan nyata.


Jika terdapat kesamaan nama, dan karakter, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk karakter yang terdapat di cerita ini, author ambil dari orang-orang di sekitar.


Dan jika terjadi kesamaan dalam satu atau beberapa kejadian dalam cerita di kehidupan pembaca, semua tanpa disengaja.


Semoga menghibur.


......❤❤🤗🤗❤❤......


...Yuk, di like setiap membaca dan kasih komen....


...Beri rate juga ya untuk kemajuan karya ini....


...Masuk ke grup chat author biar berbagi ilmu dan belajar hal baru tiap hari....


...Baca juga karya author lainnya....


...Terimakasih......