MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
137. MASUK KE GUA VAMPIR



"Ada apa dengan Niko tadi, Melody?" Tanya Tasya pada Melody yang duduk di samping kirinya dan di hadapan Prothos di meja makan. "Kalian bertengkar?"


Melody diam saja, tak berniat untuk menjawabnya.


"Itu bagus untuk kalian. Apa kau pernah mendengar ungkapan hubungan akan menjadi lebih dekat ketika kita tahu hal apa saja yang bisa membuatnya marah?" Ucap Tasya.


"Lalu apa kau tahu hal apa saja selama ini yang membuat Ato marah?" Ujar Prothos menertawakan ungkapan yang diucapkan Tasya tadi.


"Apa aku harus memberitahumu? Aku rasa tidak perlu." Jawab Tasya memicingkan matanya pada Prothos.


Lion turun dari tangga dan langsung berjalan tanpa memedulikan mereka yang ada di meja makan.


"Lion, kau langsung pergi?" Seru Tasya dan tidak dihiraukan oleh pemuda itu. "Ya ampun, dia benar-benar sudah berbeda."


Melody hanya melihat Lion yang berjalan ke arah pintu dan keluar begitu saja.


"Dia menjadi lebih tampak dewasa sekarang." Ucap Tasya. "Padahal aku lebih suka Lion yang dulu."


"Tasya, ini makanan untuk Athos." Seru Mona membawa nampan berisi makanan untuk Athos.


"Lion, kau habis menemui Ato?" Tanya Leo yang baru sampai dan melihat Lion ketika keluar dari mobil."


"Hhmm." Jawab Lion tanpa mengeluarkan suaranya.


"Ini sudah jam makan siang, ikutlah makan dulu bersama kami." Ucap Leo. "Masakan Mona juga lezat seperti masakan Ato."


"Aku ada urusan yang lebih penting dari pada makan siang bersama kalian semua." Jawab Lion setelah itu berjalan pergi.


"Awas kau ya kalau suatu hari ikut makan bersama kami lagi." Ancam Leo dengan kesal. "Anak itu jadi semakin berubah."


...***...


Setelah kembali ke kamar sehabis makan siang, Melody yang duduk di kursi meja belajarnya menelepon Niko, namun tak diangkat meski sudah telepon berkali-kali.


"Kau mau kemana, Melo?" Tanya Prothos saat melihat Melody menuruni tangga membawa tas tangan.


Prothos duduk di meja makan sedangkan Mona sibuk mencuci piring di dapur.


"Aku ingin ke rumah Niko." Jawab Melody.


"Mau kakak antar?"


"Aku akan naik taksi."


"Aku akan berbelanja. Aku bisa mengantarmu dulu, Mel." Seru Mona yang baru saja melepas apronnya. "Tunggulah sebentar, aku akan ganti pakaian."


"Aku akan menunggu di luar." Ucap Melody langsung melangkah ke luar rumah.


"Sepertinya sekarang kau dekat dengan Melo." Kata Prothos menatap Mona yang langsung berjalan pergi. "Ya, itu bagus. Melo jadi tidak kesepian lagi."


Di luar Melody berdiri di teras rumahnya. Dia melihat Lion baru saja turun dari taksi. Lion juga menoleh pada Melody namun setelahnya berjalan masuk ke rumahnya dengan tatapan dingin.


"Dia seperti tidak melihatku." Gumam Melody.


"Siapa yang tidak melihatmu?" Tiba-tiba Mona datang. "Apa Lion?"


Melody terkejut karena Mona tahu siapa yang dimaksudnya.


"Ayo kita berangkat." Ujar Mona berjalan ke arah mobil yang terparkir.


"Aku ikut dengan kalian." Seru Prothos keluar dari rumah. "Di rumah saja sangat membosankan. Di tambah harus melihat Tasya yang arrghh..." Perkataan Prothos terhenti karena ada Melody.


...***...


Leo masuk ke kamar Athos dimana Tasya berada di sana juga. Dia melihat bagaimana Tasya dengan setia berada menemani anak tertuanya.


"Ada apa ayah?" Tanya Tasya yang duduk di kursi meja belajar melihat kehadiran Leo.


"Besok aku akan ikut ujian susulan. Aku sudah menghubungi kepala sekolah." Ujar Athos yang berbaring di atas tempat tidurnya.


"Aku sudah memberitahunya untuk menunda ikut ujian susulan, tapi Ato tetap memaksa. Padahal untuk duduk saja dia masih kesakitan." Ucap Tasya.


"Tasya, kau bisa keluar dulu? Aku ingin menghajar anak ini." Seru Leo.


Tasya segera keluar dari kamar meninggalkan mereka berdua. Leo duduk di kursi yang tadi diduduki oleh Tasya tadi.


"Dia pasti memanggilmu kan?" Tanya Athos.


"Dia hanya ingin Tasya pulang, dan katanya itu juga termasuk dalam perjanjian kalian." Leo menatap Athos. "Tapi aku tidak akan memintamu untuk menyuruhnya pulang. Aku hanya tidak ingin kejadian buruk menimpamu lagi."


"Tidak akan. Itu tidak akan pernah terjadi." Jawab Athos. "Kau juga tidak perlu ikut campur, ayah."


"Ya, aku memang tidak berniat untuk ikut campur."


"Baiklah, pembicaraan selesai." Ucap Athos melirik pada ayahnya. "Keluarlah, aku ingin istirahat, biarkan aku bersama pacarku untuk sekarang."


"Sialan kau!! Berani sekali mengusir aku!!" Geram Leo kesal melihat sikap anaknya.


Leo membuka pintu dan melihat Tasya berdiri di luar dengan sebuah senyum padanya.


"Tasya, kenapa kau bisa menyukai anak sombong sepertinya? Sebaiknya kau mencari pria yang jauh lebih baik darinya." Seru Leo.


"Tidak, Ayah. Jangan berkata seperti itu. Ato adalah pria terbaik dimuka bumi ini. Dia pria yang sangat sempurna, kau yang membuatnya menjadi seperti itu." Jawab Tasya tersenyum. "Tak ada kekurangan dalam dirinya."


Leo hanya membuang napas mendengar jawaban Tasya sambil berjalan pergi.


"Aku seperti ini hanya karena diriku sendiri yang membentuknya bukan karena ayahku." Ujar Athos yang mendengar percakapan Tasya dan Ayahnya. "Jangan berkata sesuatu untuk membuatnya senang."


Tasya hanya tersenyum mendengar perkataan Athos. Dia tahu kalau Athos tidak bersungguh-sungguh mengatakannya karena gadis itu tahu kalau kekasihnya sangat mengagumi ayahnya.


"Kau memang pria paling sempurna di alam semesta ini, Ato. Aku sangat bahagia karena hidup di waktu yang sama denganmu dan bisa menjalin hubungan ini bersamamu. Aku tidak ingin meninggalkanmu." Ucap Tasya.


Kata-katanya itu karena Tasya mendengar percakapan Athos dengan Leo tadi, sehingga dia tidak mau jika Athos memintanya pulang.


...***...


"Kau ingin kami jemput juga, Melo?" Tanya Prothos saat berada di halaman rumah Niko.


"Tidak perlu." Jawab Melody setelah itu keluar dari mobil."


"Cepat pindah, sekarang kau yang menyetir." Seru Prothos setelah itu keluar dari mobil setelah Melody masuk ke rumah Niko bersama seorang asisten rumah tangga.


"Seharusnya kau tidak perlu ikut." Guman Mona setelah pindah ke kursi setir sedangkan Prothos duduk di kursi belakang. "Aku akan mengantarmu kembali dulu—"


"Jangan membuat aku repot ya, berbelanja sangat memakan waktu, jangan mengeluh nanti. Aku tahu selama ini kau tidak pernah berbelanja." Ujar Mona sambil menjalankan mobilnya.


...***...


Melody mengetuk pintu kamar Niko setelah seorang asisten rumah tangga mengatakan kalau dia berada di kamarnya. Namun Niko tidak membuka pintu ataupun berkata sesuatu. Sehingga Melody membuka pintu kamarnya yang tidak terkunci.


Niko melihat kehadiran Melody dengan tatapan yang menyiratkan rasa kesalnya. Saat ini pemuda itu sedang duduk bersandar di atas tempat tidurnya bersama Niki, peliharaannya.


"Niko, kenapa kau tidak menjawab teleponku?" Tanya Melody yang berjalan mendekati tempat tidur Niko. "Kau menghindariku?"


Niko diam saja dengan menatap Melody tajam. Dia berpikir kenapa Melody tidak meminta maaf padanya, padahal dia sudah semarah itu.


"Aku membawakan buku-bukumu." Melody meletakkan buku-buku milik Niko ke meja kecil di samping tempat tidur. "Ada apa Niko? Kenapa kau sangat marah padaku? Aku hanya bertanya karena aku ingin tahu jawabanmu. Tapi melihatmu marah seperti itu, aku berpikir itu bagus."


Niko tertawa heran mendengar perkataan Melody. Dia tidak habis pikir gadis itu akan berkata seperti itu padanya.


"Aku senang kau marah karena pertanyaanku tadi, itu berarti kau tidak memiliki perasaan pada mantan tunanganmu sekarang." Ujar Melody. "Baiklah, kalau kau masih ingin marah."


Melody berbalik hendak berjalan keluar kamar tersebut. Namun tiba-tiba Niko memeluknya dari belakang.


"Berani sekali kau masuk ke gua vampir." Bisik Niko.


...–NATZSIMO–...


❤Lion dengan rumus pertemanannya akan muncul di semua karya author yang berlatar non Fantasy❤


Follow IG author untuk visual character yang belum ada di jilid pertama @natzsimo.author


Disclaimer :


Nama, dan cerita hanyalah karya fiksi, mohon untuk tidak ditiru dan dijadikan patokan/acuan dalam kehidupan nyata.


Jika terdapat kesamaan nama, dan karakter, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk karakter yang terdapat di cerita ini, author ambil dari orang-orang di sekitar.


Dan jika terjadi kesamaan dalam satu atau beberapa kejadian dalam cerita di kehidupan pembaca, semua tanpa disengaja.


Semoga menghibur.


......❤❤🤗🤗❤❤......


...Yuk, di like setiap membaca dan kasih komen....


...Beri rate juga ya untuk kemajuan karya ini....


...Masuk ke grup chat author biar berbagi ilmu dan belajar hal baru tiap hari....


...Baca juga karya author lainnya....


...Terimakasih...




Sinopsis : (Genre : Romance Komedi, CEO dan Identitas Tersembunyi)


"Lo harus ganti rugi!!" Seru Zeno.


"Gw nggak punya uang—"


"Lo bisa bayar dengan tubuh lo. Jadilah pasangan gay gw!!" Seru Zeno lagi.


Zeno Royce Jayantaka seorang CEO muda tampan dengan tinggi 187 cm dan memiliki tubuh yang terolah sempurna, berusia 26 tahun, anehnya dirinya sama sekali tidak tertarik pada seorang wanita.


Walaupun sang ayah selalu mengenalkannya pada banyak wanita kelas atas tetapi dirinya yang membenci wanita selalu menghindari pertemuan tersebut.


Hingga suatu hari ayahnya mengancam jika Zeno menghindar dari pertemuan itu maka dirinya akan kehilangan posisinya sebagai CEO.


Saat dalam perjalanan, seseorang menabrak mobil mewahnya. Melihat pengemudi motor yang menabraknya membuat dirinya memiliki suatu rencana agar bisa terhindar dari wanita yang akan dikenalkannya tersebut.


Namun naasnya, rencananya itu membuat Zeno merasa kalau ternyata selama ini dirinya adalah seorang gay setelah jatuh cinta pada si pengemudi motor.


Apakah Zeno memang seorang gay?


Atau ada sesuatu yang disembunyikan si pengemudi motor?


Ikuti kisah cinta kocak nan membagongkan si CEO koplak ini ya.



Sinopsis : (Genre Fiksi Remaja, Badboy dan Romansa)


Vanessa Elettra Brataseno seorang gadis yang memiliki kelainan Heterocromia di mana bola mata kanannya berwarna biru sedangkan bola mata kirinya berwarna hijau, namun hal tersebut menambah kecantikan dirinya yang pada dasarnya sudahlah sangat cantik.


Gadis berusia 18 tahun tersebut selalu menjadi pusat perhatian di mana dirinya berada. Namun kecantikannya membuat dirinya selalu mengalami nasib buruk dalam percintaan.


Vanessa yang berarti kupu-kupu adalah gadis penyendiri karena semua hal di dalam hidupnya membuat dirinya muak.


Banyak murid wanita lain yang tidak menyukainya karena kekasih atau pun pria yang mereka suka akan tertarik dengan kecantikan Vanessa. Dan ditambah sifat Vanessa yang selalu memanfaatkan kelebihannya tersebut hingga tanpa sadar dirinya menikmati rasa kesepian dari sesuatu yang ia ciptakan itu.


Suatu hari, Vanessa yang selalu menerima semua pernyataan cinta padanya, didekati oleh salah satu guru muda di sekolahnya, hingga akhirnya hubungan mereka terbongkar saat ponsel miliknya merekam sewaktu mereka bercinta hilang. Guru tersebutlah yang merekamnya menggunakan ponsel Vanessa


Naasnya, si guru tersebut menuduh Vanessa yang menggodanya sehingga Vanessa harus dikeluarkan dari sekolah, setelah rahasia mereka diketahui pihak sekolah.


Tidak ada sekolah lain yang menerimanya lagi hingga ayah kandungnya yang merupakan pengusaha kaya di Jakarta membawanya ke ibukota. Akan tetapi karena Vanessa adalah anak haram dari pengusaha tersebut, gadis itu harus rela tinggal bersama keluarga sang ayah.


Kehidupan Vanessa yang penuh dengan rasa kesepian lebih dibuat menjadi buruk ketika sesuatu hal yang harus ia terima di dalam hidupnya.


Namun semuanya berbeda ketika munculnya seorang murid pria di sekolah barunya yang juga merupakan anak laki-laki dari ayahnya. Selain itu pemuda itu adalah orang yang menyelamatkan Vanessa ketika dirinya mencoba untuk mengakhiri hidupnya. Vanessa yang selalu kesepian lambat laun hidupnya kembali bersemangat.


Sayangnya kenyataan pahit yang harus ia hadapi membuatnya tidak bisa merasakan kebahagiaan tersebut. Ditambah rasa cintanya mulai tumbuh pada pemuda yang merupakan saudara laki-lakinya itu.


Lalu bagaimanakah akhir dari kisah kupu-kupu kesepian tersebut?


Apakah akhirnya ia harus menerima kenyataan buruk di dalam hidupnya atau mampu melewati semua hingga dirinya mencapai sebuah kebahagiaan?


Dan bagaimana hubungan antara Vanessa bersama sang saudara laki-lakinya?


Mungkinkah mereka berdua saling mencintai?


Atau adakah hal lain yang belum terkuak?