MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
104. AKSI SI TAMPAN



[Warning 21+]


Prothos sedang memasukan pakaiannya ke dalam koper miliknya karena dirinya hendak meninggalkan penthouse dan kembali pulang ke rumah.


Tiba-tiba bel berbunyi, dengan cepat Prothos membuka pintu dan langsung disambar sebuah ciuman dari gadis yang baru saja ditemuinya beberapa jam yang lalu. Gadis yang datang menemuinya adalah Alexa Kidman, aktris muda yang sedang naik daun.


"Kenapa kau langsung menciumku?" Ujar Prothos terkejut.


"Ah, aku tahu alasan pria meminta wanita datang menemuinya di tempat seperti ini. Kau tidak perlu basa basi padaku." Jawab Alexa yang berada dekat dengan Prothos hingga tubuh mereka berdua menempel.


Prothos tersenyum mendengar perkataan Alexa dan gadis itu melu*mat bibirnya lagi dengan penuh semangat. Prothos menggiring gadis itu ke sofa yang berada di area living room sambil terus menciumnya. Menjatuhkan tubuh gadis cantik itu sambil merabanya.


"Kau tidak sabaran ya." Tawa Prothos saat Alexa melepas baju yang dipakai Prothos.


"Ah, tubuhmu sangat sempurna." Alexa meraba enam cetakan di perut Prothos dan tangannya semakin ke bawah. "Aku sedang ingin menjilat es krim."


Prothos tersenyum mengerti maksud gadis liar itu.


...***...


Melody berada di kamarnya setelah kembali dari rumah sakit. Waktu menunjukan pukul delapan malam, saat Melody membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Gadis itu memikirkan hal yang dilakukannya pada Lion saat di rumah sakit tadi. Dirinya tak habis pikir kenapa melakukan hal tersebut pada seseorang yang sedang tak sadarkan diri. Dia merasa kalau yang dilakukannya tadi tidaklah benar. Namun gejolak cintanya pada Lion membuatnya sangat ingin mencium pemuda itu, dan dia tidak menyesalinya.


Setidaknya ciuman pertamaku denganmu.


Batin Melody tersenyum dengan wajah berseri sambil memegang bibirnya.


Aku tidak akan punya kesempatan lain kalau tidak melakukannya tadi. Untung saja tak ada siapapun di sana.


Gadis itu terus tersenyum senang kalau mengingat apa yang dilakukan dirinya pada Lion.


Di lain tempat, Niko memikirkan apa yang dilihatnya tadi. Saat ini pemuda itu duduk di kursi santai kayu yang ada di pinggir kolam renang indoor di rumahnya. Dirinya ingin marah melihat hal apa yang dilakukan gadis yang akan dinikahinya dalam waktu dekat ini. Namun rasa sakit di hatinya membuatnya tidak bisa marah, toh dia pun tahu kalau gadis itu menyukai pemuda yang diciumnya tersebut, dan tidak menyukai dirinya.


Niko merasa tidak harus memikirkannya lagi, dan berusaha tidak menganggap apa yang dilakukan Melody pada Lion. Ciuman itu bukanlah hal yang harus dirinya risaukan. Melody hanya menyentuhkan bibir mereka saja, dan tidak lebih dari itu. Walaupun dia tahu itu adalah ciuman pertama gadis itu tapi dia tidak ingin membuat keinginannya untuk menikahi Melody goyah.


"Ya, aku akan memperlihatkan padanya ciuman yang sesungguhnya nanti." Ujar Niko sambil mengambil sebatang rokok dan menghisapnya. "Aku tidak harus memikirkan hal sepele seperti itu."


...***...


"Ah, kau menembusnya sangat dalam, ini terasa sangat nikmat." Ujar Alexa diiringi desa*han. gadis itu duduk di atas Prothos yang berbaring di sofa.


"Sejauh ini kau yang terbaik." Ucap Prothos yang menikmati gerakan dari Alexa, membiarkan gadis itu mengambil alih permainan. "Kau tahu bagaimana melakukannya dengan sangat benar. Aku beruntung bertemu denganmu."


Alexa mencium Prothos sambil masih menggerakan pinggulnya membuat pemuda itu mendesah keenakan.


"Kita lanjutkan di tempat yang lebih nyaman." Senyum Prothos mengangkat tubuh Alexa dan membawanya ke tempat tidur. "Tidak memakai pengaman memang yang terbaik." Senyum Prothos berada di atas tubuh Alexa yang terus mendes*ah karena gerakan pinggul Prothos.


"Aku tidak suka benda itu. Mengurangi rasa nikmatnya." Ucap Alexa. "Kau tenang saja aku tidak akan hamil, bahkan jika hamil anakmu aku tidak masalah."


Prothos tertawa mendengarnya. "Kau tidak mengenal siapa aku tapi ingin hamil anakku. Dasar wanita nakal."


"Tidak ada yang tidak mengenalmu, sayang. Setelah seluruh wanita di negara ini melihat wajah tampanmu di televisi siapapun akan ingin memiliki anak darimu. Begitupun aku."


"Aku akan akhiri sekarang."


"Lakukan di dalam." Pinta Alexa namun tak diindahkan Prothos.


Prothos terjatuh lemas ke tempat tidur setelah menyemprotkan lahar panas ke perut Alexa. Gadis itu mengecup Prothos yang berbaring di sampingnya.


"Kenapa tidak di dalam?" Keluh Alexa memeluk leher Prothos dengan lengannya.


"Aku masih terlalu muda untuk punya anak dan karirmu akan hancur nanti." Tawa Prothos. "Baiklah, aku rasa ini sudah cukup, kau bisa pergi."


"Apa maksudmu, aku pikir kita akan melakukannya lagi nanti."


Prothos beranjak bangun dan duduk. Lalu menggapai handphone yang diletakkannya di meja samping tempat tidur untuk melihat jam berapa saat ini.


"Kau akan pulang ke rumahmu? Dimana rumahmu? Apa aku boleh datang kesana?" Peluk Alexa dari belakang.


"Tidak perlu. Aku terkesan denganmu, aku pasti akan menemuimu lagi nanti dan kita bisa melakukannya lagi." Prothos berbalik dan mencium gadis itu.


Terdengar suara bel berbunyi.


"Bersihkan dirimu dulu dan berpakaian, sebentar lagi aku akan meninggalkan tempat ini." Seru Prothos beranjak turun tempat tidur.


Sebelum membuka pintu, Prothos memakai celana panjangnya yang berada di living room dan segera bergegas membuka pintu.


"Masuklah, dan ambil koperku di kamar." Ucap Prothos pada Mona yang datang.


Mona melihat Prothos bertelanjang dada dengan peluh membasahi tubuhnya. Dia tahu kalau saat ini pemuda itu tidak sendirian di tempat ini. Di bawah lantai dekat sofa di living room juga ada pakaian wanita yang berserakan. Mona kenal pakaian siapa itu karena sebenarnya itu adalah pakaian miliknya.


"Kenapa malah diam? Cepat ambil kopernya." Seru Prothos sambil memakai bajunya.


"Sedang apa dia disini?" Alexa muncul tanpa malu dengan tidak berpakaian apapun keluar dari area kamar melihat pada kehadiran Mona. "Aku mengerti, jadi karena itu kau ada di sana dan memakaikan sepatu itu padaku, ya? Kau melakukannya karena ingin melindunginya?"


"Tidak, aku serius saat mengatakan jari kakimu sangat bagus." Jawab Prothos tersenyum.


Alexa kesal dan langsung memakai pakaian yang sebenarnya milik Mona, dan segera pergi meninggalkan Prothos bersama Mona.


"Padahal aku sangat serius saat bilang terkesan dengan dirinya." Gumam Prothos. "Kenapa diam saja? Cepat bawa turun kopernya dan masukan ke mobilku. Kuncinya di meja dekat tempat tidur."


Mona langsung masuk ke kamar mengikuti arahan Prothos. Prothos memintanya untuk membawakan koper dan mengemudikan mobilnya, mengantarnya pulang dengan memberikan bayaran yang jumlahnya lumayan. Karena itu gadis itu datang ke penthouse dan menuruti semua perintah Prothos tanpa membantah.


"Berikan aku sepasang pakaian, sepertinya aku akan mandi dulu sebelum pulang. Aku masih saja berkeringat."


Mona membuka koper dan mengambil sepasang pakaian di dalam koper.


"Boxer-nya sekalian." Seru Prothos yang berdiri di belakang Mona.


"Ya ampun, kau ambil sendiri saja!!" Keluh Mona akhirnya tidak bisa menahan kesalnya. Namun dia kembali mengambil boxer Prothos karena pemuda itu hanya menatapnya saja. "Aku juga minta bayaran untuk hal ini, dan hal tadi. Dia tidak akan mau melihatku lagi pasti. Tak akan ada lagi yang memakai jasaku."


Prothos tak menghiraukannya dan segera masuk ke dalam kamar mandi dengan pakaian yang diberikan Mona padanya.


Tidak berapa lama kemudian, Mona menunggu Prothos di parkiran hotel di dalam mobil Prothos. Dia melihat kehadiran Prothos dari kursi setir dan merasa sangat kesal dengan tingkah pemuda itu. Namun karena dia ingin mendapatkan uang tambahan dia menahan rasa kesalnya itu.


"Cepatlah jalan, aku ingin sampai sebelum lewat tengah malam. Semoga saja jalanan lengang." Prothos masuk ke mobil dan duduk di kursi belakang. "Bawa dengan hati-hati, aku ingin tidur. Sehabis bertempur membuatku sangat mengantuk." Setelahnya pemuda itu memakai penutup mata untuk tidur.


...–NATZSIMO–...


Disclaimer :


Nama, dan cerita hanyalah karya fiksi, mohon untuk tidak ditiru dan dijadikan patokan/acuan dalam kehidupan nyata.


Jika terdapat kesamaan nama, dan karakter, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk karakter yang terdapat di cerita ini, author ambil dari orang-orang di sekitar.


Dan jika terjadi kesamaan dalam satu atau beberapa kejadian dalam cerita di kehidupan pembaca, semua tanpa disengaja.


Semoga menghibur.


......❤❤🤗🤗❤❤......


Yuk, di like setiap membaca dan kasih komen.


Beri rate juga ya untuk kemajuan karya ini.


Masuk ke grup chat author biar berbagi ilmu dan belajar hal baru tiap hari.


Baca juga karya author lainnya.


Terimakasih...