MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
149. IRAMA MELODY



"Bagaimana kau bisa terkilir?" Tanya Mona sambil memijat kaki kanan Melody yang terkilir.


"Aku melompat untuk memukul bola saat bermain voli tadi." Jawab Melody.


"Sebentar lagi kau ujian jangan sampai kau sakit. Fokusmu akan teralihkan karena rasa sakitnya nanti. Kalau besok semakin membengkak sebaiknya periksa ke dokter saja." Ujar Mona sambil meminyaki kaki Melody dan memijatnya. "Paman Ron sedang keluar kota, jadi besok minta Niko menemanimu memeriksanya ke rumah sakit kalau semakin bengkak."


"Baiklah." Jawab Melody. "Mona, aku dengar kak Oto akan terjun ke dunia hiburan?"


"Ya begitulah." Jawab Mona.


"Dia akan semakin terkenal dan pasti semakin banyak wanita yang menyukainya."


"Memangnya ada masalah dengan itu?"


"Aku takut dia bertemu dengan wanita yang hanya memanfaatkannya saja. Tidak masalah jika dia tidak menyukainya, tapi akan jadi masalah saat kak Oto menyukainya tapi wanita itu berlaku tidak adil padanya. Dia akan terluka lagi."


"Kakakmu itu sudah besar, Melo. Kau tidak perlu mencemaskannya. Seharusnya dia sudah tahu semua konsekuensi dari segala sesuatu keputusan yang dia ambil dalam hidupnya." Jawab Mona. "Dia juga tidak selemah itu, kan?"


"Terakhir kali dia mengurung dirinya di kamar dan bahkan pergi entah kemana hingga tidak masuk sekolah sangat lama. Sebelumnya dia menangis padaku dengan sangat keras. Hidupnya menjadi kacau dan sampai saat ini semua itu masih mengganggunya. Aku selalu memikirkan kak Oto. Dibanding kak Ato dan kak Ars, perasaannya lebih lembut. Bahkan kak Ars masih mampu bertahan walau kak Anna tidak menghubunginya setelah operasi kemarin. Dia masih bisa mengatur hidupnya dan malah semakin lebih baik sekarang." Ujar Melody dengan mata yang berkaca-kaca. "Kak Ato pun juga begitu. Walau kak Tasya tidak ada dia semakin membaik karena dia tahu semuanya akan baik-baik saja nanti. Tapi berbeda dengan kak Oto. Kak Oto terlalu berperasaan, dari pada memperbaiki semuanya dia lebih memilih menyalahkan dirinya."


"Iya kau benar. Dia sangat payah." Ucap Mona membuat Melody tertawa kecil. "Dari ketiga kakakmu dia yang paling payah. Bahkan kau masih lebih baik darinya. Seharusnya dia menjadi seorang wanita bukan pria. Bukan begitu, Mel?"


"Ya, aku berharap dia wanita biar ada yang menemaniku selama ini." Jawab Melody dengan sebuah senyum. "Sebentar lagi aku akan meninggalkan rumah ini, tapi sepertinya aku tidak perlu mengkhawatirkan kak Oto lagi. Kau ada di sini juga dan akan selalu bersama-sama dengannya kan?"


"Ya, aku rasa sebagai asisten dan managernya aku akan selalu bersama dengannya." Jawab Mona.


"Mona, jangan biarkan ada wanita yang mendekatinya. Walaupun ada kau harus mencari tahu dulu sebelumnya mengenai wanita itu. Kak Oto itu sangat baik. Dia tidak akan bisa menolak permintaan seorang wanita dan dia tidak akan membalas semua perbuatan buruk wanita yang sudah menyakitinya. Terakhir kali aku harus menampar wanita yang memanfaatkannya karena kak Oto hanya mampu menghindarinya tanpa pernah mencoba untuk bersikap tegas pada wanita itu."


"Kau sangat mengenal kakakmu itu." Ujar Mona.


"Aku mengenal ketiga kakakku dengan sangat baik." Jawab Melody. "Kak Ato, dia hampir tidak mempunyai kelemahan tapi aku tahu kalau dia pun selalu menyimpan semuanya sendirian tanpa pernah benar-benar memperlihatkannya pada siapapun. Walau selama ini yang terlihat adalah kak Tasya yang sangat mencintainya sebenarnya dialah yang lebih mencintai kak Tasya, bahkan dia sampai rela melakukan hal kemarin untuk menghentikan pernikahan kak Tasya. Dia terlalu ambisius, dan hal itu menjadi kelemahannya karena dia tidak memikirkan dirinya sendiri untuk mendapatkan semua keinginannya."


"Kalau kak Oto, seperti tadi yang aku bilang, dia terlalu berperasaan, itu membuatnya menjadi mudah rapuh." Lanjut Melody. "Sedangkan kak Ars, dia sangat bodoh. Tidak! Mungkin bukan kata bodoh yang cocok untuknya. Dia sangat naif. Dia sangat mencintai kak Anna hingga menganggap dirinya tidak akan bertemu dengan wanita seperti kak Anna lagi, itu bagus jika kak Anna kembali, tapi itu menjadi sangat buruk kalau kak Anna tidak kembali. Bahkan dia sudah membuat tato di lengannya dengan nama kak Anna. Itu terlihat kalau dia tidak ingin berhubungan lagi dengan wanita lainnya. Aku berharap kak Anna kembali agar dia tidak hidup sendirian seperti paman atau ayahku."


"Di banding mereka bertiga aku rasa kau jauh lebih baik, Mel. Bahkan kau bisa meredam semua perasaanmu dengan melakukan semua hal yang bertentangan dengan apa yang kau rasakan." Ucap Mona.


"Apa maksudnya?"


"Kau berpikir lebih logis dari mereka, selain itu kau juga lebih berani dalam mengambil keputusan apapun. Contohnya saat ini, kau menentang perasaanmu dengan menyetujui bertunangan dan menikah dengan Niko padahal kau mencintai Lion kan? Kau melakukannya karena kau merasa Lion tidak mencintaimu sehingga kau memilih untuk melupakannya dan melangkah maju. Benar seperti itu kan?" Tatap Mona.


Melody terdiam karena perkataan Mona tepat. Dia ingin menghilangkan rasa cintanya pada Lion dengan keberadaan Niko, karena dia merasa sangat tersiksa dengan perasaannya yang menurutnya hanya dirinya yang mencintai Lion, dan Lion tidak mencintainya.


"Sebaiknya kau tahu kalau Lion sebenarnya juga mencintaimu." Ucap Mona. "Ini belum terlambat untuk membatalkan rencanamu dengan Niko."


Mona menarik napasnya mendengar perkataan Melody yang membuatnya sedikit kesal. Dia merasa kalau Melody memang lebih logis ketimbang ketiga kakaknya bahkan dalam masalah ini. Dia tidak mempercayai perkataan orang lain mengenai Lion yang mencintainya.


"Sekalipun dia tidak pernah mengatakannya padaku, Mona. Sejak kapan dia mencintaiku? Tidak pernah. Dia sama sekali tidak pernah mengatakannya padaku."


"Saat seseorang mencintaimu, dia tak harus mengatakannya. Kau akan tahu dari caranya memperlakukanmu." Jawab Mona agar Melody mengerti. "Apa Lion pernah menyakitimu? Tidak pernah kan? Dia selalu melindungimu. Bahkan saat adikku menyakitimu dia menjadi sangat marah. Seharusnya kau tahu itu, selama ini kalian selalu bersama kan? Pasti banyak hal yang dilakukannya untukmu dan itu karena dia mencintaimu. Tidak mungkin dia melakukannya tanpa memiliki perasaan apapun padamu. Siapapun tahu itu, Melody."


"Tidak, Mona! Dia melakukannya karena ketiga kakakku. Semua yang dilakukannya padaku karena keluargaku yang memintanya. Bahkan itu yang diakuinya saat memintaku untuk menerima kehadiran Niko. Kau tidak tahu apapun, siapapun tidak tahu apapun dan hanya berbicara seakan-akan mereka tahu perasaan Lion yang sebenarnya." Seru Melody. "Lion tidak akan berkata seperti itu jika dia memang mencintaiku 'kan?"


Mona beranjak berdiri dengan menahan rasa kesalnya mendengar perkataan Melody.


"Sebaiknya kalian semua bertukar masalah agar masalah kalian berakhir dengan baik." Kesal Mona sambil berjalan keluar dari kamar Melody.


...***...


Lion yang berada di kamarnya sedang berbaring di tempat tidur dengan keadaan lampu kamarnya yang mati. Walau belum berniat untuk tidur, lampu kamarnya tidak menyala, sejak dia merubah sikapnya, Lion sudah tidak pernah menghidupkan lampu kamarnya lagi dan selalu berada di dalam kamar dalam keadaan gelap.


Saat ini dia memikirkan pertemuannya dengan Melody tadi. Dirinya cukup senang karena Melody menanyakan keadaannya setelah saat di sekolah dia berpikir kalau gadis itu tidak memedulikannya. Namun hal itu tetap tidak bisa merubah kekosongan dalam hatinya saat ini.


Tiba-tiba handphone yang ada di samping kepalanya bergetar. Lion langsung menerima telepon dari Ivan tersebut.


"Lion, kau sudah dengar?"


"Apa?" Tanya Lion tidak bersemangat.


"Sebaiknya kau lebih berhati-hati, aku dengar ada gerakan dari orang-orang yang tidak menyukaimu." Ujar Ivan.


"Gerakan apa? Apa yang bisa diperbuat mereka?" Tanya Lion tampak tidak tertarik. "Aku sedang malas memikirkan apapun, jangan ganggu aku sekarang."


Lion membuang napasnya setelah menutup telepon dari Ivan. Dirinya benar-benar sedang tidak ingin memikirkan apapun saat ini.


...–NATZSIMO–...


Yuk baca karya author di F**zo, yang berjudul Obsesi Cinta CEO Gay. Di sana akan menyinggung mengenai apa yang terjadi setelah jilid kedua ini, dan bisa jadi sedikit spoiler untuk jilid ketiga nanti (author masih bingung juga apa akan melanjutkan sampai jilid ketiga atau tidak).


Makanya kalau ingin tahu sedikit tentang jilid ketiga baca aja karya author yang itu. Jangan terjebak sama judul dan genre ya (karena genre yang buat dari pihak apk, author nggak bisa ubah lagi setelah kontrak).


Baca juga I AM BUTTERFLY karena di karya itu tiga tahun setelah jilid kedua ini tamat ya.


Rumus pertemanan Lion akan ada di semua karya author dimanapun yang bergenre non fantasy.