MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
099. SEKEREN SEKARANG



Athos yang telah berhasil melewati masa kritisnya akhirnya dipindahkan ke ruang perawatan inap hari ini. Leo bersama ketiga anaknya yang lain berada di rumah sakit, beserta Tasya.


Tasya tampak sedikit senang dan mampu bernapas lega dengan kepindahan Athos ke ruang rawat inap, dengan begitu dirinya bisa menemani di samping pemuda yang sangat dicintainya itu.


Tasya berada di ruangan di mana Athos baru saja dipindahkan ke tempat tersebut. Walau Athos sudah dipindahkan namun di sekujur tubuh Athos masih dipenuhi alat medis untuk menunjang hidupnya yang masih belum kunjung terbangun dari komanya.


Gadis cantik itu tersenyum menatap pemuda yang masih tak sadarkan diri. Dia sangat senang bisa berada dekat dengan Athos. Walaupun Athos belum bisa melihatnya namun dia tetap senang bisa berada di sisi kekasihnya itu.


"Ato, hari ini aku sangat senang, kau tahu aku sudah lama menunggu agar bisa berada dekat denganmu lagi. Hari ini aku bangun pagi-pagi sekali untuk merias wajahku agar aku terlihat jauh lebih cantik supaya kau senang. Bagaimana? Aku cantik kan? Kau selalu bilang kalau aku sangat cantik tanpa riasan wajah tapi aku ingin lebih cantik dari semua wanita di dunia ini biar kau tidak akan melihat wanita lainnya. Ya, tapi kau memang selalu membuktikan tidak pernah tertarik pada wanita lainnya. Kau hanya melihat padaku selama ini." ucap Tasya dengan senyum. "Aku jadi ingin menciummu, apa aku boleh menciummu sekarang? Apa dokter tidak akan memarahiku? Aku rasa aku akan menciummu sekarang."


Tanpa memedulikan apapun Tasya langsung mengecup bibir kekasihnya itu, senyum bahagia terpancar di wajahnya.


"Aku pikir setelah aku menciummu kau akan segera bangun. Apa aku harus menciummu lagi? Aku ingin menciummu terus tapi aku yakin jika ada yang melihatnya mereka akan memarahiku, karena itu bangunlah Ato, aku sangat ingin berciuman dan bermesraan denganmu. Sudah sangat lama kita tidak bermesraan, kau selalu sibuk dengan banyak urusan dan banyak masalah terjadi akhir-akhir ini, ditambah kau menghindariku setelah aku akan menikah."


Tasya memegang tangan kanan Athos dengan tetesan-tetesan air mata yang mulai keluar dari mata indahnya.


"Aku sangat merindukanmu, aku sangat ingin bermesraan dan berciuman denganmu. Aku tidak jadi menikah, itu hal yang bagus tapi jika kau terus tidur seperti ini, itu menjadi sesuatu yang buruk untukku. Aku ingin kau segera bangun, Ato."


...***...


"Ayah, hari ini aku ada perlu sebentar, kemungkinan aku akan pulang malam." Ujar Prothos saat berada diluar ruangan tempat Athos dirawat. Melody dan Aramis juga berada disana.


"Aku juga akan ke rumah Niko. Dia memintaku menemuinya hari ini." Ucap Melody. "Dia bilang agar aku menemaninya hari ini karena dia sedang tidak sehat."


"Ya, baiklah. Kalian bisa pergi." Jawab sang ayah. "Oto, antar Melo dulu ke rumah Niko, setelah itu kau bisa pergi. Ars, kau juga ada urusan kan?"


"Aku akan pergi sore nanti. Sekarang aku akan pulang untuk belajar. Anna terus menerus menyuruhku untuk belajar." Ujar Aramis. "Kau tidak masalah menjaga Ato, ayah?"


"Tidak sama sekali." jawab Lei.


Sepeninggalan ketiga anaknya, Leo kembali masuk ke ruangan di mana Athos dirawat. Tasya yang berada di ruangan tersebut melihat kehadirannya dengan tersenyum.


"Ayah, sepertinya Ato akan segera bangun. Bukan begitu?" Tanya Tasya.


"Ya, dia pasti akan segera bangun." Jawab Leo dengan tersenyum juga. "Dia anak yang sangat percaya diri, dia memiliki kemampuan yang tidak biasa dari anak seusianya. Kau tenang saja, dia akan segera bangun, Tasya."


"Apa ayah tahu kalau Ato sangat mengagumimu?" Tatap Tasya pada Leo. "Dia selalu mengatakan apapun dan menyangkutpautkan semuanya pada ayah. Bahkan dia pernah mengajakku memancing dengan bilang, Ayah yang suka memancing, aku hanya menirunya. Dan akhirnya setelah lebih dari tiga jam, kami hanya mendapatkan seekor ikan yang setelahnya kami lepas lagi. Sepertinya Ato sangat mengidolakanmu, ayah."


"Tidak, dia hanya bersikap sok keren padamu. Dia selalu membuatku kesal dengan perkataan sombongnya, dia sama sekali tidak menganggap aku ini ayahnya. Hanya kata-katanya yang harus selalu didengar, sekalipun dia tidak pernah mendengar kata-kataku."


Tasya tertawa mendengar perkataan ayah dari pemuda yang dicintainya. Leo pun ikut tertawa melihat kekasih anak tertuanya itu terlihat tidak bersedih.


"Aku tidak heran kenapa Ato sangat keren seperti ini, itu semua karena dia memiliki ayah yang keren sepertimu, ayah." Ucap Tasya. "Terimakasih ayah karena kau membuat Ato sekeren sekarang ini."


Leo hanya mengusap kepala gadis cantik yang merupakan kekasih anaknya itu dengan senyuman hangat.


...***...


Seorang asisten rumah tangga yang berjenis kelamin wanita mengantar Melody ke gymnasium menggunakan lift rumah Niko karena tempat tersebut berada di lantai teratas rumah itu, di lantai lima. Niko sedang berada di tempat itu saat ini. Waktu menunjukan hampir jam makan siang.


Ketika pintu ruangan itu dibuka, dia melihat Niko sedang berlari di atas mesin treadmill dengan bertelanjang dada, dan sebatang rokok terselip di bibirnya.


Melody masuk ke dalam ke arah treadmill berada. Sebelumnya dia tidak memperhatikan tato yang berada di punggung Niko karena hanya bekas luka tangan kiri Niko yang dilihat tempo hari. Gadis itu baru menyadari kalau pemuda berdarah campuran tersebut memiliki sebuah tato yang sangat besar di punggungnya, tato huruf X, inisal nama depan Niko.


"Aku tidak tahu kalau kau merokok, Niko." Ucap Melody saat berdiri di dekat mesin treadmill di mana Niko masih berlari dengan tempo sedang di atasnya.


"Apa kau keberatan?" Tanya Niko menghentikan mesin treadmill lalu mematikan rokoknya di asbak yang berada di atas mesin itu.


Niko berjalan turun dan mendekati Melody namun gadis itu mundur beberapa langkah karena tidak ingin terlalu dekat dengan pemuda itu. Sejujurnya bagi gadis itu, ada saat dimana Niko terlihat menyeramkan, dan saat ini dia merasakannya. Ditambah Niko yang bertelanjang dada serta saat ini hanya ada mereka berdua di ruangan yang terdapat banyak cermin mengelilingi ruangan yang cukup luas itu.


"Entah kenapa akhir-akhir ini aku jadi lebih sering merokok. Tapi baiklah, aku akan mendengarkan perkataanmu." Senyum Niko sedikit mencondongkan kepalanya agar sejajar dengan Melody yang berjarak lebih dari dua meter darinya.


"Aku pikir saat kau bilang tidak sehat, kau akan berada di tempat tidur untuk istirahat." Ujar Melody.


"Aku hanya mencari perhatianmu saja agar kau datang menemuiku." Niko tersenyum dengan mengatakan kalimat yang sudah sering dia katakan pada Melody.


"Apa kau sudah selesai? Kalau belum aku akan menunggumu diluar, tapi kalau sudah, kau bisa segera mandi atau pakai saja bajumu, aku ingin makan siang."


Tiba-tiba Niko maju beberapa langkah dan memegang tangan kanan Melody, memperhatikan jemari gadis tersebut.


"Aku perhatikan kau tidak memakainya sejak aku berikan padamu." Seru Niko yang tidak melihat cincin pemberiannya di jari Melody. "Kau tidak suka?"


"Aku hanya tidak ingin jadi bahan perhatian karena memakai cincin semahal itu di sekolah. Aku juga takut jika menghilangkannya. Makanya aku tidak memakainya." Jawab Melody tanpa menatap Niko dan berusaha untuk tidak menarik tangannya dari pegangan Niko karena tidak ingin membuat pemuda itu tersinggung.


"Benarkah?"


Melody mengangguk.


"Aku bisa memberikannya lagi padamu kalau kau menghilangkannya." Ujar Niko. "Kau harus memakainya selalu."


"Baiklah, aku akan memakainya selalu."


Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, membuat mereka berdua menoleh ke arah pintu.


"Maaf, aku pikir kau hanya sendirian Niko." ujar Lion yang membuka pintu. "Kalau begitu aku akan pulang saja."


"Lion." Panggil Niko menghentikan Lion yang hendak menutup pintu untuk pergi. "Ikutlah makan siang bersama kami."


...–NATZSIMO–...


Yuk komen karakter favorit kalian siapa?


Disclaimer :


Nama, dan cerita hanyalah karya fiksi, mohon untuk tidak ditiru dan dijadikan patokan/acuan dalam kehidupan nyata.


Jika terdapat kesamaan nama, dan karakter, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk karakter yang terdapat di cerita ini, author ambil dari orang-orang di sekitar.


Dan jika terjadi kesamaan dalam satu atau beberapa kejadian dalam cerita di kehidupan pembaca, semua tanpa disengaja.


Semoga menghibur.


......❤❤🤗🤗❤❤......


Yuk, di like setiap membaca dan kasih komen.


Beri rate juga ya untuk kemajuan karya ini.


Masuk ke grup chat author biar berbagi ilmu dan belajar hal baru tiap hari.


Baca juga karya author lainnya.


Terimakasih...