MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
113. PASANGAN BARU



Melody membuka pintu rumah ketika seseorang menekan bel. Mona datang dengan membawa tas besarnya. Melody menatap kehadiran gadis itu dengan ciri khasnya yang tanpa senyum dan wajah dingin.


"Masuklah, kak Oto sudah mengatakan padaku tentangmu yang akan bekerja di sini." Ujar Melody berjalan masuk dan Mona mengikutinya. "Sebelumnya aku minta maaf karena kata-kataku terdengar seperti tidak menyukaimu."


"Prothos juga sudah menjelaskannya padaku tentang kekhawatiranmu padanya. Kau tidak perlu khawatir, aku di sini hanya untuk mencari uang tidak ada maksud lain."


Melody mengangguk menjawabnya.


"Kak Oto bilang kalau kau bisa memakai kamarnya. Dia sementara akan memakai kamar kak Ato. Saat kak Ato sembuh, dia akan memakai kamar kak Ars, dan kak Ars akan pindah ke kamar kak Anna di rumah yang ada di seberang. Kak Ars juga sudah sering tidur di sana."


Mona sedikit tertawa mendengarnya. Karena yang dikatakan Melody agak membingungkan untuknya.


"Apa tidak ada kamar lain?" Tanya Mona. "Yang kau katakan barusan sangat membingungkan dan terdengar sangat merepotkan untuk mereka."


"Ada kamar di belakang, sebenarnya itu kamar untuk asisten rumah tangga dan ukurannya sangat kecil, tapi kami gunakan sebagai gudang." Jawab Melody.


"Biar aku pakai kamar itu saja. Di mana letaknya?" Tanya Mona.


Melody mengantar Mona ke belakang rumah untuk ke kamar yang di maksud. Di kamar tersebut banyak barang-barang yang menumpuk dan ada mesin jahit milik Athos juga.


"Pintunya sudah lama rusak jadi tidak bisa dikunci dari dalam. Ini juga terlalu banyak barang-barang yang menumpuk." Seru Melody. "Apa tidak masalah kau pakai kamar ini?"


"Siapa yang menjahit? Kenapa ada mesin jahit disini?" Tanya Mona heran.


"Kak Ato, dia suka menjahit." Jawab Melody.


Mona terkejut dan membuatnya menjadi semakin kagum pada Athos. Dirinya suka mendesain pakaian dan ingin bisa menjahit juga karena itu dia merasa takjub akan kemampuan Athos.


"Aku akan membersihkan kamar ini dan memakainya. Untuk mesin jahitnya tidak masalah jika ada di kamar ini. Untuk sementara apa aku boleh memakainya?"


"Silakan pakai saja. Kak Ato mungkin tidak akan memakainya lagi dalam waktu yang lama." Jawab Melody. "Aku akan bilang kak Oto untuk membelikan tempat tidur untukmu. Semoga saja bisa datang hari ini juga."


"Baiklah, aku akan membersihkan tempat ini. Apa kau ingin makan sekarang? Aku akan memasak dulu, ini sudah jam sebelas siang."


"Aku akan makan bersama Niko." Jawab Melody. "Mona, maksudku kak Mona..."


"Tidak perlu, kau bisa memanggilku dengan Mona saja." ujar Mona tersenyum.


"Kak Oto memintaku agar aku berteman denganmu. Tapi aku sulit memulai pertemanan dengan siapapun, jadi semoga kau mengerti."


Mona tersenyum, "Aku sudah mengerti dengan sifatmu. Kau tidak perlu memaksakan diri untuk dekat denganku."


"Baiklah, aku akan meninggalkanmu karena aku akan pergi sebentar lagi. Saat ini sedang ujian kemungkinan sebentar lagi kak Oto akan pulang. Semoga kau betah di sini, Mona."


...***...


"Bagaimana keadaan tanganmu, Niko?" Tanya Melody ketika mereka berada di perjalanan menuju mall.


Niko masih memakai seorang supir untuk mengantarkannya kemanapun dia pergi karena tangan kirinya yang tertusuk pisau masih belum sembuh.


"Masih belum sembuh." Jawab Niko yang duduk di sebelah kanan Melody. "Masih terasa nyeri karena jahitannya sempat terbuka."


"Jahitannya terbuka? Kapan itu terjadi? Kenapa kau tidak bilang padaku?"


"Karena berenang kemarin lusa, sebenarnya ini masih belum boleh terkena air, plester anti airnya terlepas saat itu."


"Kenapa kau tidak bilang padaku saat itu?" Tatap Melody.


"Di jalan saat ke rumah sakit untuk melihat Lion, aku sudah bilang padamu. Kau tidak merespon, sepertinya karena kau terlalu khawatir pada Lion sampai tidak mendengar aku yang mengeluh kesakitan." Jawab Niko. "Tapi setelah itu langsung aku periksakan jadi tidak perlu khawatir lagi."


Melody mengingat saat setelah dirinya melihat Lion dan menciumnya, saat itu Niko hanya berada di luar ruangan IGD menunggunya ketika dirinya keluar. Setelah itu juga Niko tidak ikut mengantarnya pulang dan meminta supir yang mengantarnya. Melody tidak bertanya apapun padanya mengenai alasannya yang tidak ikut mengantarnya dan langsung menurut saja. Gadis itu jadi merasa buruk pada Niko saat ini.


"Aku minta maaf, Niko." Ucap Melody tidak berani menatap Niko karena merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, buatku itu bukan hal yang penting." Senyum Niko walau sesungguhnya pemuda itu merasa kecewa pada waktu itu. "Baiklah, karena kita akan berlibur ke pantai, aku sangat berharap kau akan membeli bikini."


"Kak Oto sudah memperingatkan aku mengenai hal itu. Aku juga tidak berniat berenang." Jawab Melody sambil memandang ke luar jendela pintu mobil. "Sejujurnya aku tidak suka pantai, aku merasa tidak aman berada di tempat itu."


"Saat bersamaku kau akan aman." Ujar Niko dengan senyum walau Melody tak melihatnya.


Melody terkejut melihat penampilan Lion yang memakai pakaian tidak biasanya. Lion memakai kemeja kuning bermotif yang tidak dikancingkan, dan di dalamnya kaos hitam, sama dengan celana pendek di bawah lutut yang juga berwarna hitam. Lion mengubah gaya berpakaiannya membuat gadis itu awalnya tidak mengira kalau dia adalah Lion, pemuda yang masih dicintainya.


"Kalian juga akan berbelanja?" Tanya Karen ketika Niko memanggilnya.


"Ya, kami akan memborong banyak sekalian untuk acara pertunangan kami." Jawab Niko.


Melody hanya memperhatikan Lion yang berdiri di hadapannya, dan Lion tahu itu. Namun Lion bersikap dingin dengan tidak melihat pada gadis itu.


"Ayo Key, aku sudah lapar, kita makan dulu." Ujar Lion merangkul Karen.


Melody terkejut melihat rangkulan Lion pada Karen. Mereka berdua sudah jauh lebih akrab lagi hari ini. Melihatnya membuat Melody merasa cemburu.


"Kami juga akan makan dulu, kami berencana makan di restoran Jepang, bagaimana kalau kita—"


"Kau sedang ingin makan makanan Thailand kan, Key? Kalau begitu ayo kita ke sana, sebelum tempatnya penuh." Seru Lion memotong perkataan Melody.


"Maaf ya, kami pergi dulu." Ucap Karen.


Lion langsung mengajak Karen yang dirangkulnya berjalan meninggalkan Melody dan Niko. Sejenak Melody melihat kepergian Lion dan merasa ada yang aneh dengan sikap Lion padanya.


"Kita juga harus cepat karena ini sudah jam makan siang." Seru Niko yang memperhatikan Melody terus saat Lion memotong perkataan gadis itu tadi. "Kau mendengar aku kan?"


Melody menoleh pada Niko dan mengangguk.


Melody masih saja memikirkan sikap Lion yang terasa dingin padanya ketika dirinya makan bersama Niko. Dia merasa Lion bersikap sama seperti saat diawal Niko mendekatinya. Padahal sebelumnya Lion bilang akan bersikap biasa saja padanya. Awalnya gadis itu berpikir kalau Lion seperti itu karena efek gegar otak ringan yang dialaminya, namun entah kenapa Lion hanya bersikap seperti itu hanya padanya dan tidak dengan yang lainnya.


"Ada apa sayang? Kau terus saja melamun dan tidak memakan makananmu."


"Aku sudah kenyang. Tiba-tiba aku merasa sudah kenyang." Jawab Melody meletakkan sumpit yang dipegangnya ke atas mangkok makanannya yang masih terisi penuh.


"Apa ada sesuatu yang mengganggumu?" Tatap Niko.


"Aku merasa Lion mengalami perubahan." Jawab Melody dengan jujur. "Apa kau juga merasakannya, Niko?"


"Aku rasa kau benar. Siapapun akan berubah ketika mereka sudah berpacaran dengan gadis yang disukai. Perlahan-lahan gadis yang dipacarinya akan merubahnya."


"Apa maksudmu?"


"Apa kau tidak tahu? Mereka berdua sudah berpacaran, Lion dan Karen."


Melody terkejut mendengar perkataan Niko.


...–NATZSIMO–...


Disclaimer :


Nama, dan cerita hanyalah karya fiksi, mohon untuk tidak ditiru dan dijadikan patokan/acuan dalam kehidupan nyata.


Jika terdapat kesamaan nama, dan karakter, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk karakter yang terdapat di cerita ini, author ambil dari orang-orang di sekitar.


Dan jika terjadi kesamaan dalam satu atau beberapa kejadian dalam cerita di kehidupan pembaca, semua tanpa disengaja.


Semoga menghibur.


......❤❤🤗🤗❤❤......


...Yuk, di like setiap membaca dan kasih komen....


...Beri rate juga ya untuk kemajuan karya ini....


...Masuk ke grup chat author biar berbagi ilmu dan belajar hal baru tiap hari....


...Baca juga karya author lainnya....


...Terimakasih......