
Melody sudah duduk di kursinya di sekolah menunggu bel masuk berbunyi. Semua teman-temannya di kelas menatapnya dengan tatapan macam-macam. Melody tak memedulikannya karena saat ini dia mencoba untuk bersiap-siap jika Niko datang. Dia harus berusaha agar tidak ketakutan lagi.
Tidak berapa lama Lion datang bersama Niko. Lion merangkul Niko saat berjalan masuk ke kelas. Melody menatap kehadiran mereka berdua yang jalan ke arahnya. Semua teman-temannya pun memperhatikan mereka berdua dengan heran. Kehadiran Lion yang tertawa merangkul Niko membuat teman-temannya penuh tanya namun memberikan jawaban kalau hubungan mereka berdua baik-baik saja.
"Melon, kau baik-baik saja kan?" Tanya Lion mencondongkan tubuhnya menatap Melody. Niko masih berdiri di belakangnya.
Melody menganggukan kepalanya yang tertunduk. Walaupun yang sebenarnya dirinya masih merasa sedikit takut pada Niko.
Lion berjongkok dan dagunya berada di atas meja untuk menatap Melody yang menunduk.
"Niko akan duduk disini, apa tidak masalah?" Tanya Lion lagi. "Atau untuk sementara aku yang akan duduk disini?"
Melody menoleh melihat Lion. Dia sangat ingin jika Lion kembali duduk di kursi sampingnya, namun dia tidak akan mengatakannya seperti itu. Gadis itu menengadah dan menatap Niko yang memandangnya, terlihat raut wajah yang berbeda dari biasanya di wajah Niko.
"Biarkan Niko duduk. Aku baik-baik saja." Jawab Melody.
"Kau dengar Niko? Duduklah." Seru Lion tersenyum dan langsung berdiri. "Kalian pasangan yang sangat merepotkan."
Setelah berkata demikian Lion langsung berjalan ke tempat duduknya, sedangkan Niko segera duduk di kursinya. Sejak awal Lion juga sudah yakin kalau Melody tetap akan membiarkan Niko duduk di kursi samping dirinya.
Melody menggeser kursinya agak menempel ke tembok dan dia terus menundukkan kepalanya. Niko memperhatikan Melody yang masih belum bisa bersikap biasa padanya.
"Untuk sementara biar Lion yang duduk disini." Ujar Niko dan membuat Melody menoleh menatap Niko. "Aku akan beritahu dia."
Melody langsung memegang tangan Niko saat Niko beranjak dari duduknya untuk menghentikannya. Gadis itu segera melepaskan tangannya saat Niko menatapnya kembali.
"Jangan Niko, duduklah. Aku baik-baik saja."
Niko kembali duduk di kursinya dan tidak berapa lama bel masuk berbunyi. Niko terus melirik pada Melody yang tidak berani melihatnya.
"Aku harus bagaimana sekarang? Padahal sebelumnya aku sangat senang dengan hubungan kita yang semakin deket." Ucap Niko dengan suara perlahan. "Aku sangat menyesal karena bukan aku yang menyelamatkanmu dari kejadian itu. Apa sebaiknya semua rencana itu diundur saja?"
"Apa tidak masalah?" Tanya Melody tanpa menoleh pada Niko.
"Ya, kita hanya mengundurnya dan bukan membatalkannya. Aku akan menunggu sampai kau tidak takut lagi padaku." Jawab Niko. "Tapi kau harus berjanji padaku, biarkan aku mendekatimu terus, kau harus melawan rasa takutmu."
"Memang itu yang aku inginkan. Aku akan lebih sering menghabiskan waktu ku denganmu untuk melawan rasa traumaku ini." Ucap Melody.
...***...
Anna memasuki ruang kepala sekolah dengan memakai topi untuk menutupi kepalanya. Kepala sekolah memanggilnya perihal pengunduran dirinya dari kursi ketua OSIS.
"Pengunduran dirimu sudah disetujui, dan akan diberikan pada wakil ketua OSIS. Kami semua menyesali pengunduran dirimu karena kau gadis yang pintar." Ujar kepala sekolah yang duduk di kursi kerjanya. "Kami juga turut bersedih untuk penyakitmu, Anna. Semoga kau segera sembuh."
Anna keluar dari ruangan kepala sekolah saat jam istirahat tiba. Athos berdiri disana menunggunya.
"Pengunduran dirimu disetujui?" Tatap Athos. "Sebaiknya kau juga tidak perlu menjual rumahmu, Ars tidak akan setuju kalau dia tahu."
"Apa Lion yang memberitahumu?" Tanya Anna sambil berjalan bersama Athos. "Aku harus melakukannya untuk biaya operasi dan hidupku disana."
"Paman yang akan menanggungnya, dia juga sudah bilang begitu kan padamu?"
"Tidak, aku tidak ingin menjadi beban siapapun." Jawab Anna. "Aku akan tetap menjual rumah itu."
"Aku akan bilang Ars."
"Kau tahu sendiri kan dia tidak pernah mendengarkan perkataan siapapun, apalagi jika aku yang bilang, dia pasti akan langsung membantahku." Ujar Athos. "Biarkan dia bersamamu Anna, aku pun akan melakukan hal yang sama jika aku adalah Ars. Aku pasti akan selalu bersama dengan gadis yang aku cintai."
...***...
Lion bermain game di handphone saat jam istirahat. Tiba-tiba Karen menghampirinya. Dengan cepat Lion menidurkan kepalanya ke atas meja untuk menghindari gadis itu dan ingin fokus bermain game sepak bola yang sedang dimainkannya.
Semua mata menatap kehadiran Karen begitu pun dengan Melody dan Niko yang berada di tempat mereka.
"Lion, kau sedang bermain game apa? Kau tahu, aku juga suka bermain game." Ujar Karen.
"Benarkah, Keran?" Lion terkejut dan menatap Karen dengan antusias, lalu melepas headphone yang dipakainya.
"Namaku Karen bukan keran." Kesal Karen membuat beberapa murid di kelas cekikikan yang mendengarnya. "Iya, setiap hari aku juga bermain game. Kita bisa bermain bersama, bagaimana? Sepulang sekolah aku ke rumahmu ya? Aku dengar kau memiliki banyak jenis game PC dan konsol, aku ingin mencobanya denganmu."
Lion terdiam memikirkan ucapan gadis itu. Dia tidak ingin mengajaknya ke rumahnya apalagi masuk ke dalam kamarnya. Dia mencari cara untuk menolaknya.
"Keren, aku punya sesuatu untukmu." Ucap Lion mengambil sesuatu di dalam tasnya.
"Tisu?" Tanya Karen heran saat Lion mengeluarkan sehelai tisu dari tasnya, hingga gadis itu tak mengoreksi Lion yang salah menyebut namanya lagi.
"Ini bukan tisu biasa?" Jawab Lion. "Lihatlah."
Lion membakar tisu yang diambilnya dengan korek gas yang dikeluarkannya juga dari tasnya, seketika tisu tersebut berubah menjadi setangkai bunga mawar.
"Untukmu." Lion memberikan bunga tersebut pada Karen dan setelah itu bergegas keluar kelas menghindari Karen.
Karen terlihat sangat senang, namun bukan karena trik sulap kecil Lion melainkan karena Lion memberikannya setangkai bunga mawar.
Murid-murid yang ada di kelas pun terlihat terkejut karena Lion terang-terangan memberikan bunga pada Karen di depan mereka. Melody juga sama terkejutnya, dia tidak pernah mengira Lion bisa bersikap seperti itu pada seorang gadis. Dirinya pun merasa sangat cemburu pada Karen.
"YA dumayu, on sdelal eto, chtoby sbezhat' ot devushkidevushki (aku rasa yang dilakukannya hanya untuk melarikan diri dari gadis itu)." Gumam Niko membuat Melody menatapnya. "Ah, maaf aku hanya bergumam sendiri saja." Senyum Niko takut Melody salah paham.
Lion yang berlari menuju atap gedung tidak memikirkan hal apa yang baru saja dilakukannya. Karena benar apa kata Niko, Lion menunjukan trik sulap itu hanya untuk mengalihkan perhatian Karen agar dirinya bisa kabur dari gadis itu. Dia sama sekali tidak memikirkan kalau dia baru saja memberikan bunga pada seorang gadis yang menyukainya, dan itu membuat gadis itu jadi merasa kalau Lion pun membalas perasaannya.
Benar saja, dalam sekejap video dirinya yang memberikan bunga pada Karen langsung beredar di banyak grup chat.
Lion membuka video tersebut dan membaca komentar-komentarnya. Semua jadi mengira kalau Lion dan Karen sudah berpacaran.
"Ke—kenapa jadi seperti ini?" Tanya Lion heran setelah membuka banyak grup chat di sekolahnya yang menyebarkan gosip tersebut. "Astaga, aku tidak memikirkan terlebih dulu sebelum melakukannya tadi. Lion kau bodoh sekali!" Gumam Lion sambil menggaruk-garuk kasar kepalanya hingga rambutnya berantakan.
Lion segera membuka daftar panggilan telepon. Dia berniat menelepon Karen untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan agar tidak menganggap bunga yang diberikan dirinya sebagai tanda dirinya menerima Karen sebagai kekasihnya. Namun, Lion tidak menemukan nomer telepon Karen yang belum di simpannya. Dia baru teringat kalau kemarin sore dia membersihkan semua nomer-nomer tidak penting di handphone-nya itu.
"Ya ampun sekarang aku harus bagaimana? Aku tidak ingin menemui gadis itu." Kesal Lion pada dirinya sendiri.
...–NATZSIMO–...
Jangan lupa untuk selalu like di setiap bab yang selesai dibaca. Dukung terus cerita mereka dengan memberikan jejak setelah membaca ya biar author semangat menyelesaikan kisah mereka dan jadi sering update.
Jangan lupa juga ikutan giveaway dengan masuk ke grup chat author.
Terimakasih karena sudah membaca karya author sejauh ini.
...❤❤❤❤❤...