
Karen menyusul Lion yang keluar dari hotel tempat acara berlangsung. Gadis itu tahu kalau sekali lagi Lion merasa bersedih karena kegagalannya untuk mengubah kenyataan.
"Kau mau kemana, Lion?" Tanya Karen.
Lion berbalik dan menatap Karen dengan sebuah senyum yang menyiratkan kesedihannya.
"Aku sudah kalah. Semua yang aku lakukan sia-sia. Aku akan kembali tidur, Key." Jawab Lion. "Hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini."
"Jangan secepat itu menyerah." Seru Karen. "Dia bilang, Niko tidak menciumnya."
"Aku sudah tidak peduli lagi." Ujar Lion. "Dia sudah sangat yakin pada keputusannya, aku tidak bisa mencegahnya lagi. Dengan cara ini saja dia masih ingin menikah dengannya."
"Kenapa kau tidak mengatakannya langsung padanya apa yang kau inginkan?"
Lion menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak bisa mengatakan apa yang aku inginkan karena aku tidak ingin Niko membenciku. Aku tidak bisa berbuat apapun untuk menghentikannya. Hanya salah satu dari mereka yang bisa menghentikannya. Tapi sepertinya itu mustahil."
"Kenapa ini terdengar sangat rumit?" Tanya Karen. "Sebelumnya kau tidak mengatakan apapun dengan kerumitan yang terjadi. Bisakah kau mengatakannya sekarang padaku?"
"Niko mengetahui kalau gadis itu menyukaiku. Aku meminta bantuan Niko untuk suatu hal (permintaan Anna agar Aramis tidak berkelahi lagi) dan sebagai gantinya Niko ingin agar calon tunangannya itu membenciku."
"Apa karena itu kau meminta bantuanku untuk menjaga Melody dalam liburan ini?"
"Ya, aku tidak mungkin menghentikan apapun tindakan Niko padanya karena permintaan Niko itu. Aku juga sudah mengatakan padamu saat di rumah sakit kemarin. Niko menjadi sangat marah karena ciuman itu, karena itu aku meminta bantuanmu."
"Lalu apa Niko tahu mengenai perasaanmu pada Melody?"
Lion menggeleng.
"Melody?"
"Kau satu-satunya yang tahu, karena itu aku menolakmu." Jawab Lion. "Aku tidak ingin mereka berdua tahu. Terutama Niko. Aku tidak ingin dia membenciku."
"Apa hubunganmu dengan Niko sangat penting?"
"Sangat penting." Jawab Lion.
"Apa gadis yang kau suka tidak penting?"
"Tidak mungkin tidak penting. Aku bahkan rela kehilangan temanku dulu karena dirinya. Tapi aku tidak ingin kehilangan temanku lagi."
"Mana yang lebih penting, Niko atau Melody?"
Lion menggeleng. "Aku tidak bisa memilih, karena itu aku bilang hanya salah satu dari mereka yang bisa menghentikannya agar aku tidak kehilangan keduanya."
"Kalau begitu kau harus memberitahu Melody, biar dia menghentikannya." Ucap Karen. "Hanya itu satu-satunya cara agar kau tidak kehilangan keduanya."
"Tidak Key, Niko tetap akan membenciku dan aku akan kehilangannya kalau aku bilang yang sebenarnya pada Melody. Itu sama saja aku melanggar permintaan Niko. Dia harus menghentikannya karena alasan yang lain bukan karena diriku. Tapi bahkan rencanaku mempertemukan Niko kembali dengan mantan tunangannya ini gagal, dan dia masih ingin menikah dengan Niko."
"Astaga ini sangat rumit. Lion, kadang kau harus melepas satu hal untuk mendapatkan hal yang lainnya." Seru Karen sangat kesal.
Lion menggelengkan kepalanya. "Aku lebih rela kehilangan diriku sendiri dari pada kehilangan salah satu dari mereka."
Lion melangkah pergi meninggalkan Karen yang tidak habis pikir mendengar kerumitan pada hubungan ketiga orang tersebut.
"Lion." Panggil Karen menghampiri Lion untuk menanyakan satu hal yang ingin dia ketahui. "Sejak kapan kau menyukainya?"
"Aku tidak tahu, ini sudah berlangsung sangat lama. Bahkan jauh sebelum aku mengerti dan menyebut apa yang aku rasakan padanya ini adalah cinta." Jawab Lion tanpa menoleh dan setelah itu berjalan pergi.
Melihat kepergian Lion membuat Karen menjadi mengeluarkan air matanya. Dia tahu benar apa yang dirasakan pemuda itu saat ini. Walaupun gadis itu menyukai Lion, tetapi dia tahu rasa cintanya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rasa cinta yang tumbuh sudah sangat lama pada pemuda itu untuk Melody.
"Seharusnya aku tidak menangisi orang yang aku suka atas penderitaannya karena gadis yang dicintainya." Ucap Karen mengusap air matanya. "Seharusnya aku senang melihat penderitaannya karena dia sudah menolakku. Tapi kenapa rasanya aku tidak tega melihat kesedihannya?"
...***...
Sekembalinya dari pesta ulang tahun, Lion pergi dan tidak ikut pulang ke mansion dengan Niko, Melody dan Karen. Karen sudah bilang pada mereka berdua kalau Lion pulang duluan ke rumahnya karena ada suatu hal.
"Kau ada urusan apa Lion sampai pulang duluan meninggalkan kami?" Tanya Niko yang berada di kamarnya di mansion menelepon Lion.
"Ada temanku yang butuh bantuan." Jawab Lion yang sudah berada di dalam pesawat.
"Temanmu siapa? Apa sangat penting?"
Niko tertawa mendengar jawaban Lion yang dia yakini Lion berbohong.
"Hanya seperti itu? Dimana bagian yang pentingnya?"
"Anjingnya sedang hamil, dan temanku tidak tahu siapa pelakunya. Makanya dia sangat mencemaskan anjingnya itu."
"Ya, baiklah." Jawab Niko mengakhiri teleponnya.
Lion membuang napas dan memijat keningnya sejenak karena saat ini kepalanya sakit. Dia bersandar ke kursi kelas bisnis yang ditumpanginya. Pesawatnya tersebut belum lepas landas karena masih menunggu waktu.
Diambilnya lagi handphone-nya untuk menghubungi seseorang.
"Aku tidak tahu harus menceritakan semua ini pada siapa. Aku hanya terpikirkan kau saja. Apa kau mau mendengar sebuah dongeng?" Tanya Lion.
"Ya, aku sudah lama menunggunya." Jawab seseorang di telepon.
"Aku bingung harus memulai dari mana. Yang aku tahu rasa ini menyerangku tanpa aku sadari. Sejak kecil aku mengenalnya dan kami selalu bersama walau dia selalu berbuat sesukanya padaku, aku sama sekali tidak pernah mempermasalahkannya. Asalkan dia tidak menangis apapun akan aku lakukan. Dia meminta ini itu, berkata ketus, menyalahkan aku untuk semua hal, bahkan tidak pernah menganggap semua yang aku lakukan untuknya, buat aku itu tidak masalah."
Lion menahan napasnya sesaat.
"Aku selalu merasa bersalah jika dia tersakiti ataupun menangis. Sewaktu dulu ketika aku membuatnya terluka karena mendengar perkataannya yang menyuruhku mengayuh sepeda dengan sangat cepat dan akhirnya kami terjatuh, aku merasa bersalah karena aku tidak melindunginya hingga dia terluka cukup parah. Ketika Mario dan Bara membuatnya terluka karena kejadian waktu itu, aku merasa bersalah karena tidak menemaninya ke kompetisi, dan ketika Felix mencoba menyentuhnya, aku merasa bersalah karena berbuat sesukaku hanya untuk mengganggunya hingga membuatnya tidak memanggilku saat Felix masuk ke kamarnya. Itu semua membuat aku merasa bersalah hingga saat inj."
"Awalnya aku merasa senang karena akhirnya kami berkencan tapi Niko datang dengan membawa segala kerumitan yang ada. Aku pernah bersumpah padanya demi Ars, aku akan menuruti semua keinginan Niko agar Niko mau membuat perjanjian penebusan dosa itu dengan Ars. Lalu Niko memintaku untuk membantunya mendekatinya, aku yang masih merasa bersalah karena kehilangan temanku, tidak ingin kehilangan temanku lagi hingga aku menyetujuinya, selain itu aku juga terikat dengan sumpah yang aku buat. Aku sangat bersedih ketika dia harus merelakan mimpinya karena akan menikah dengan Niko. Aku jadi merasa bersalah dan ingin memperbaiki semuanya. Tapi ternyata aku terlambat."
"Dia bahkan bilang padaku akan mencari kebahagiannya sendiri bersama Niko. Aku tidak bisa berbuat apapun lagi. Niko sudah aku anggap seperti saudaraku, bahkan dia mau membantuku agar Ars tidak berkelahi lagi, walau sebagai gantinya Niko yang tahu kalau dia menyukaiku memintaku untuk membuatnya membenciku. Aku pun mengiyakannya. Niko sangat malang, dia kehilangan segalanya karena perbuatan Ars, mimpinya dan cinta pertamanya."
"Aku sudah memikirkan cara terakhirku untuk membuat dia menghentikan semuanya, yaitu dengan mempertemukan Niko dengan cinta pertamanya lagi. Tapi ternyata untuk dia itu bukan masalah. Bahkan setelah melihat calon tunangannya berciuman dengan mantan tunangannya, dia masih melanjutkan semuanya."
"Aku rasa sekarang aku akan tidur saja. Aku akan mulai hidup di mimpiku mulai saat ini." Ujar Lion dengan suara gemetar. "Selama ini aku selalu menyangkal perasaanku dan meyakinkan aku akan baik-baik saja. Namun semakin aku sangkal aku semakin yakin apa yang aku rasakan ini adalah cinta. Aku mencintai Melody. Ya, aku sangat mencintainya hingga sekarang aku tidak bisa menahannya lagi. Kehilangannya sama saja seperti kehilangan sisi lain dari diriku."
"Karena alasan banyak hal yang ada padaku adalah dia. Selama ini alasanku memakai pakaian putih karena itu warna kesukaannya, alasanku tidak keberatan disuruh ini itu oleh keluarganya karena aku mencintainya, alasanku selalu datang setiap kali dia memanggilku karena aku selalu ingin ada untuknya, Aku bahkan tidak pernah menyimpan nomer wanita lain dan tidak ingin wanita lain menaiki Megan, semua itu hanya karena dia. Tapi kenapa dia tidak pernah menyadarinya di saat semua orang lain menyadari hal itu padaku? Belasan tahun kami bersama dan dia baru menyukaiku. Apakah itu tidak aneh? Dia bahkan lebih dulu menyukai Felix yang tidak dikenalnya dari pada aku yang selalu ada di sisinya. Dia bahkan lebih bersikap baik pada Niko melebihi sikapnya padaku yang selalu mengutamakan dirinya dan itu terjadi saat dia mulai menyukaiku. Ini terasa aneh untukku. Apa yang salah padaku hingga sekalipun aku tak pernah dianggap olehnya?"
Air mata keluar dari mata Lion, menunjukkan betapa sedihnya pemuda itu saat ini.
"Aku harap kau melupakan semua yang baru aku katakan, karena ini sangat memalukan." Ucap Lion menghapus air matanya.
"Ya, aku akan melupakannya setelah operasi." Jawab Anna di ujung telepon. "Lion, kau masih mempunyai satu cara."
...–NATZSIMO–...
Baca cerita author yang lain ya.
Di karya "Obsesi Cinta CEO Gay" ada beberapa karakter dari novel ini di sana, dan begitu sebaliknya. Genre-nya romance komedi.
❤Lion dengan rumus pertemanannya akan muncul di semua karya author yang berlatar non Fantasy❤
Follow IG author untuk visual character yang belum ada di jilid pertama @natzsimo.author
Disclaimer :
Nama, dan cerita hanyalah karya fiksi, mohon untuk tidak ditiru dan dijadikan patokan/acuan dalam kehidupan nyata.
Jika terdapat kesamaan nama, dan karakter, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk karakter yang terdapat di cerita ini, author ambil dari orang-orang di sekitar.
Dan jika terjadi kesamaan dalam satu atau beberapa kejadian dalam cerita di kehidupan pembaca, semua tanpa disengaja.
Semoga menghibur.
......❤❤🤗🤗❤❤......
...Yuk, di like setiap membaca dan kasih komen....
...Beri rate juga ya untuk kemajuan karya ini....
...Masuk ke grup chat author biar berbagi ilmu dan belajar hal baru tiap hari....
...Baca juga karya author lainnya....
...Terimakasih......