MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
129. SALAM PERPISAHAN TERINDAH



Melody masuk ke rumahnya saat pukul sepuluh pagi setelah kembali dari liburannya. Hanya ada Mona di rumahnya yang sedang duduk di meja makan dengan laptop Prothos.


"Bagaimana liburannya? Niko tidak macam-macam padamu kan?" Tanya Mona sambil beranjak berdiri mengambil minuman untuk Melody yang duduk di hadapannya. "Apa dia melakukannya lagi?"


Melody mengerti kalau sebenarnya Mona sudah tahu mengenai tanda yang ada di lehernya karena perbuatan Niko. Dan saat ini pun Melody memakai scraft milik Mona untuk menutupi tanda itu.


"Terimakasih ya kau meminjami aku beberapa scraft milikmu." Ucap Melody setelah itu meminum minumannya.


"Tidak masalah, aku punya banyak dan kemarin aku membuatnya sendiri dengan mesin jahit milik kakakmu. Aku akan memberikanmu beberapa." Senyum Mona.


"Kau sendirian di rumah?" Tanya Melody.


"Kakekmu sedang ada di kamarnya." Jawab Mona.


"Mona, apa kau tahu kalau Niko pernah punya tunangan?" Tanya Melody.


"Aku pernah dengar, tapi aku tidak tahu pastinya. Ada apa memangnya?"


"Kami bertemu dengannya di pulau itu tadi malam." Jawab Melody. "Dia gadis yang sangat cantik seperti kak Tasya."


"Ada apa? Kau cemburu? Kau juga sangat cantik, hanya saja kau jarang tersenyum, karena itu cobalah untuk lebih sering tersenyum." Ujar Mona.


"Bukan begitu." Jawab Melody. "Dia adalah cinta pertama Niko. Aku melihat Niko menciumnya, yang jadi masalah adalah apa Niko masih mencintainya atau tidak. Jika dia tidak mencintainya lagi seharusnya dia tidak menciumnya, wanita itu juga sama, dia bilang tidak mencintai Niko tapi saat melihat Niko dia langsung menciumnya. Apa itu mungkin jika mencium seseorang yang tidak dicintainya?"


"Sepertinya dalam kasus ini mungkin saja. Banyak faktor yang membuat mereka melakukannya. Bagi mereka mungkin mencium seseorang tidak terlalu penting dan hal yang biasa." Jawab Mona. "Sebenarnya ada apa? Apa yang kau cemaskan? Kau takut Niko menipumu?"


Melody mengangguk.


"Banyak hal yang membuat Niko mungkin saja menipuku. Dan sebenarnya dia masih menyukai mantan tunangannya itu. Tapi jika memang seperti itu aku merasa itu lebih bagus."


"Maksudmu kau ingin membatalkan pertunangan kalian jika Niko masih mencintai mantan tunangannya itu?"


Melody mengangguk.


"Masalahnya adalah wanita itu. Dia terlihat memang tidak menyukai Niko lagi, ditambah dia bilang dia mengidolakan salah satu kakakku dan berharap bertemu lagi dengannya." Jawab Melody. "Apa yang harus aku lakukan? Jika Niko hanya menipuku karena ingin balas dendam pada kak Ars, itu akan membuatnya semakin tidak bahagia. Aku tidak ingin dia semakin menderita. Apa aku harus menanyakannya langsung padanya?"


"Saat kau menanyakan padanya jika dia memang tulus mencintaimu dia akan marah, Melody." Jawab Mona. "Tapi aku rasa memang sebaiknya kau tanya langsung saja, biar kau tidak merasa terganggu lagi dengan dugaanmu."


"Ya, sebaiknya aku bertanya langsung saja." Ucap Melody. "Jika dia masih mencintai wanita itu, aku akan membantunya. Aku hanya ingin Niko merasakan kebahagiaan di hidupnya."


"Kau gadis yang baik, Melody." Ujar Mona tersenyum. "Sebaiknya kau juga pikirkan kebahagiaanmu sendiri juga."


...***...


Lion terbangun setelah mendengar seseorang meneleponnya. Saat ini dia tertidur di sofa di apartemen milik temannya. Anjing dengan ras Teacup Pomerania milik temannya itu juga berbaring di sampingnya, meringkuk dalam pelukannya.


"Baiklah, akan aku kirimkan hari ini juga padanya." Jawab Lion pada seseorang di telepon.


...***...


Prothos bersama Aramis yang menyelesaikan hari terakhir ujian langsung menuju rumah sakit. Mereka sudah bersiap mendengarkan dokter yang akan mendiagnosa Athos setelah semua peralatan yang menunjang kehidupan Athos di lepas kecuali satu alat, yaitu ventilator. Ada Leo dan Ronald juga di sana.


"Besok pihak rumah sakit akan mengeluarkan surat kematiannya." Ucap dokter setelah memeriksa keadaan Athos.


"Apa maksudmu dokter?" Tanya Aramis terlihat kesal. "Jantungnya masih berdetak!! Dia belum mati!! Kenapa kau mau mengeluarkan surat kematian? Kau ingin membunuhnya?"


"Jantungnya masih berdetak karena alat ventilator masih menopangnya." Jawab dokter. "Setelah surat kematiannya keluar akan langsung dilakukan donor organ pada pasien yang membutuhkannya."


"Hentikan omong kosongmu, dokter!!" Seru Aramis yang ditahan Prothos. "Ayah, jangan dengarkan dokter gadungan ini!! Ato akan bangun, dia akan sadar!! Paman, cepat periksa Ato, dia baik-baik saja!!"


Ayah dan pamannya hanya diam saja dan tidak menjawab apapun. Terlihat gurat kesedihan dari mereka berdua. Prothos yang bersedih juga melepaskan Aramis setelah dokter keluar dari ruangan. Mereka semua merasakan kesedihan yang sama saat ini.


"Aku akan memberitahu Melo, dia harus tahu, dia juga harus melihat Ato untuk terakhir kalinya." Seru Aramis keluar ruangan hendak menelepon Melody.


"Bagaimana dengan Tasya?" Tanya Prothos. "Apa kita tidak perlu memanggilnya? Bagaimanapun dia harus tahu juga."


"Tidak, biarkan dia tidak tahu. Sebelum ini Ars sudah bilang padanya kalau kita hanya akan menghubunginya jika Ato sadar." Jawab Leo.


...***...


"Non." Panggil Keke ketika Tasya baru pulang sekolah dan hendak menuju kamarnya di lantai dua.


"Ada apa?" Tanya Tasya pada Keke yang menghampirinya dengan sebuah buket bunga krisan yang cukup besar. "Apa ini? Bagus sekali." Tasya mengomentari buket bunga yang dibawa Keke.


Tasya membawa buket bunga tersebut masuk ke kamarnya. Dia memandanginya sesaat karangan bunga yang terlihat sangat indah itu. Gadis itu bahkan mendekatkan wajahnya untuk mencium aroma yang berasal dari bunga-binga krisan yang berwarna-warni.


"Siapa yang mengirimkan ini padaku?" Tanya Tasya bingung.


Drrrtt drrrtt drrrtt


Handphone-nya bergetar mengalihkan kesibukan Tasya yang memandangi buket bunga yang tampak indah itu.


"Ada apa, Ars? Apa Ato sudah sadar?" Tanya Tasya merasa senang saat melihat Aramis yang meneleponnya.


"Tasya, besok dokter akan mengeluarkan surat kematian, Ato. Operasi donor organnya juga segera dilakukan setelah surat kematian itu keluar." Jawab Aramis.


Tasya tidak percaya mendengar perkataan Aramis. Padahal dia berharap kalau kabar baiklah yang akan dia terima. Air matanya tak bisa dibendung lagi. Gadis cantik itu terjatuh ke lantai dan menangis mendengar hal buruk mengenai pemuda yang sangat dicintainya.


...***...


Melody berlari masuk ke ruangan kakak tertuanya dirawat. Sepanjang perjalanan gadis itu terus menangis setelah Aramis meneleponnya. Mona mengantarnya datang ke rumah sakit.


"Kak Ato, bangun kak. Jangan seperti ini!!" Seru Melody memegang lengan kakaknya yang tak bergerak sedikitpun. "Kenapa kau tega sekali padaku, kak. Kalau kau pergi bagaimana aku bisa merasa bahagia lagi?"


"Melo." Ucap Prothos menarik adik perempuannya ke pelukannya.


"Kak, bangunkan kak Ato. Dia tidak boleh meninggalkan kita semua!! Kalian selalu bersama kan? Jangan biarkan kak Ato pergi!!"


"Sudahlah, Melo." Prothos mengusap-usap punggung Melody. "Kita tidak bisa berbuat apapun lagi. Kita harus merelakannya."


...***...


Tasya yang bersedih menoleh pada buket bunga yang dikirimkan seseorang padanya. Dia belum sempat membuka surat yang ada di dalamnya. Dengan masih terisak Tasya bangkit berdiri dan mendekati meja dimana buket bunga itu berada.


Diambilnya sepucuk surat yang ada disana, dan segera membukanya untuk mengetahui siapa yang mengirim bunga tersebut.


Air matanya kembali mengalir deras setelah membaca kalimat yang tertulis di surat tersebut. Hanya melihat isi surat tersebut, Tasya tahu siapa yang mengirimkan buket bunga krisan itu padanya. Seseorang yang amat sangat dirinya cintai dan dirindukannya. Pemuda yang sedang berbaring di rumah sakit dan akan menerima surat kematiannya besok, Athos.


Aku tidaklah sesempurna yang kau bilang, melainkan kaulah yang terbaik untukku. Sekarang aku tahu cara sempurna untuk melepaskanmu. Mungkin ini salam perpisahan terindah dariku, dan semoga sepadan dengan semua yang kita lalui. Namun apakah ini benar disebut kesempurnaan?


...–NATZSIMO–...


Baca cerita author yang lain ya.


Di karya "Obsesi Cinta CEO Gay" ada beberapa karakter dari novel ini di sana, dan begitu sebaliknya. Genre-nya romance komedi.


❤Lion dengan rumus pertemanannya akan muncul di semua karya author yang berlatar non Fantasy❤


Follow IG author untuk visual character yang belum ada di jilid pertama @natzsimo.author


Disclaimer :


Nama, dan cerita hanyalah karya fiksi, mohon untuk tidak ditiru dan dijadikan patokan/acuan dalam kehidupan nyata.


Jika terdapat kesamaan nama, dan karakter, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk karakter yang terdapat di cerita ini, author ambil dari orang-orang di sekitar.


Dan jika terjadi kesamaan dalam satu atau beberapa kejadian dalam cerita di kehidupan pembaca, semua tanpa disengaja.


Semoga menghibur.


......❤❤🤗🤗❤❤......


...Yuk, di like setiap membaca dan kasih komen....


...Beri rate juga ya untuk kemajuan karya ini....


...Masuk ke grup chat author biar berbagi ilmu dan belajar hal baru tiap hari....


...Baca juga karya author lainnya....


...Terimakasih......