MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
179. AJAKAN KE PESTA



Beberapa hari kemudian setelah Melody dan Lion berlibur berdua, hubungan mereka semakin dekat namun untuk Melody semuanya masih terasa sama saja. Dirinya yang hampir mencium Lion lagi membuat gadis itu menjadi sedikit malu, namun dia tetap berusaha bersikap seperti biasanya.


Walaupun begitu karena itu tetap tidak ada kemajuan dihubungan mereka. Mereka hanya seperti Melody dan Lion sebelumnya.


Pagi hari Melody berdiri di balik jendela kamarnya. Dia menatap ke arah kamar Lion dengan membuka jendela kamar tersebut.


"Kenapa dia masih belum membuka tirainya?" Gumam Melody dengan tidak semangat.


Tiba-tiba handphone yang ada digenggamannya bergetar, dia merasa heran kenapa Lion meneleponnya sepagi. Seharusnya pemuda itu masih tidur karena baru saja pulang jam enam pagi tadi setelah pergi bermain di rumah Ivan. Melody tahu karena Lion mengirim pesan padanya saat dirinya sudah pulang.


"Selamat pagi Melon." Ujar Lion di ujung telepon. "Kau sedang apa? Kenapa sejak tadi melihat ke kamarku terus? Kau tidak sedang ingin mengintip aku kan?"


Melody terkejut mendengar perkataan Lion, ditambah ketika dirinya melihat ke arah kamar Lion yang tiba-tiba tirai kamar itu terbuka dan menunjukkan Lion yang sedang berdiri meneleponnya di balik tirai sambil melambaikan tangan padanya.


"Kau memang suka sekali melakukan hal-hal aneh Melon." Senyum Lion sambil mengangkat Susu dan melambaikan salah satu kaki depan anak anjing itu pada Melody.


"Kau bilang apa? Aku hanya sedang menghirup udara pagi." Jawab Melody mengelak walau hati kecilnya merasa senang karena Lion membuka kembali tirai kamarnya.


"Iya iya, aku percaya." Tawa Lion. "Melon, pesta kelulusan nanti kau akan mengisi acaranya juga kan?" Lion berjalan keluar dari kamarnya menuju balkon kamar.


Melody mematikan teleponnya karena merasa hal aneh ketika sekarang mereka berdua saling berhadapan di jarak sekitar lima meter dan masih menelepon.


"Aku juga akan datang sebagai pengisi acara itu besok."


"Benarkah? Kau akan melakukan apa?" Tanya Melody tidak percaya. "Apa kau akan menari tidak jelas?" Melody berdecak tidak suka.


Mendengarnya Lion menjadi tertawa.


"Iya begitulah." Jawab Lion masih dengan tawa. "Bagaimana kalau kita pergi ke pesta itu berdua, Melon? Sebagai pengisi acara sebaiknya seperti itu kan?"


Melody berpikir sejenak karena itu berarti dirinya tidak akan pergi bersama ketiga kakaknya yang selalu menjadi pusat perhatian para wanita itu.


"Baiklah, aku juga tidak suka pergi bersama mereka bertiga." Jawab Melody.


Lion memulas sebuah senyum mendengar jawaban Melody hingga membuat wajah Melody memerah.


"Kau bilang tidak akan membuka tirai kamarmu lagi kan?" Seru Melody agar dirinya tidak merasa menjadi malu dengan wajah memerah. "Kenapa kau membukanya sekarang?"


"Tadi aku mendengar seseorang bertanya kenapa aku tidak membuka tirainya lagi. Karena itu aku buka." Jawab Lion dengan tersenyum lebar yang dibuat-buatnya. "Baiklah, aku akan tidur sekarang karena sangat mengantuk. Kau jangan mengintip saat aku tidur ya."


Setelah berkata begitu Lion langsung masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Melody menjadi sedikit malu karena perkataan Lion terdengar seperti dirinya lah yang sekarang menjadi aneh.


Melody langsung membaringkan tubuhnya dengan menahan rasa malunya lagi. Lion benar-benar menggodanya dengan mengatakan hal yang memalukan mengenai diri Melody.


"Ya terang saja dia begitu. Bahkan aku sempat ingin menciumnya waktu itu." Gumam Melody setelah itu menutup wajahnya dengan kedua tangan karena merasa malu namun setelahnya gadis itu membukanya dengan suatu pikiran. "Untung saja dia tidak tahu kalau waktu itu aku menciumnya. Kalau tidak, dia pasti akan menggodaku terus-terusan dengan membuat aku menjadi semakin malu." Melody menepuk perlahan kedua pipinya karena saat ini gadis itu sangat merasa malu ketika bersama Lion.


...***...


"Kenapa mereka masih saja memintaku untuk memberikan kata sambutan?" Gumam Athos setelah menutup telepon dari ketua OSIS yang menghubunginya.


The Three Musketeers sudah siap pergi ke pesta dengan memakai setelan jas mereka masing-masing. Pesta diadakan dengan sangat formal sehingga para hadirin diwajibkan untuk memakai jas dan gaun. Ketiga kakak Melody itu duduk di meja makan menunggu adik mereka yang juga akan hadir untuk mengisi acara.


"Lulusan terbaik pasti akan diminta melakukan hal tersebut kan?" Jawab Aramis sambil melahap sebuah pisang. "Kau tidak akan berada di acara hingga selesai kan, Oto?"


"Ya, sepertinya begitu, besok aku ada pemotretan. Bukan begitu, Mona?" Prothos yang duduk di salah satu meja makan menoleh pada Mona yang baru saja turun dari tangga.


"Sebaiknya seperti itu. Kau tidak boleh telat tidur agar tidak ada lingkaran hitam di matamu dan kulitmu tidak kasar." Ujar Mona. "Mel, aku pergi ya, kau sudah selesai kan?" Mona berseru pada Melody yang masih berada di kamarnya.


"Kau akan menginap di rumahmu?" Tanya Prothos.


"Iya." Jawab Mona. "Baiklah, aku pergi ya." Setelah itu Mona berjalan keluar dari rumah.


Tidak berapa lama Melody keluar dari kamar. Dengan langkah ringan gadis itu menuruni tangga dan melihat ketiga kakaknya yang sejak awal menunggunya.


"Kalian bertiga kenapa masih di sini? Aku kira kalian sudah pergi." Ujar Melody heran.


Mendengar pertanyaan Melody, Ketiga Musketeers tampak heran. Padahal sudah lama sekali mereka menunggu adik perempuan mereka itu, tetapi ketika Melody muncul, adik mereka malah bertanya seperti itu dengan wajah heran.


"Kami menunggumu adikku yang cantik." Jawab Prothos.


"Cepatlah, sudah dari tadi kami menunggu." Seru Aramis. "Ayo kita jalan."


Melody masih berdiri di depan tangga ketika ketiga kakaknya beranjak dari duduk mereka masing-masing.


"Ada apa, Melo?" Tanya Athos.


"Apa aku belum bilang aku tidak akan pergi dengan kalian?" Tanya Melody dengan wajah bingung.


Saat yang bersamaan, muncul Lion dari luar dengan sapaan renyahnya pada ketiga Musketeers. Ketiga pemuda itu langsung tahu maksud dari perkataan Melody yang akan pergi bersama Lion ke pesta itu.


"Ada apa? Kenapa kalian semua menatapku?" Lion tampak bingung dengan ketiga Musketeers yang menatap kehadirannya dan tidak menggubris perkataan dirinya yang membahas tentang pakaian yang dipakai masing-masing Musketeers.


"Jika hadir di sana bersama kalian, itu akan memalukan. Mereka akan melihatku juga, dan aku tidak suka menjadi pusat perhatian murid lainnya. Sangat memalukan." Ucap Melody.


"Melon, aku tunggu di mobil ya." Ujar Lion merasa ketakutan karena ketiga Musketeers menatapnya dengan sangat lekat. "Kalian bertiga seharusnya cepat datang, mereka semua pasti sudah menunggu kalian."


Lion langsung bergegas keluar dengan langkah lebar karena ketiga Musketeers terlihat hendak mengejarnya saat ini. Semua itu karena mereka tidak suka jika adik perempuan mereka terlihat dekat dengan seorang pria.


...–NATZSIMO–...


Jangan kemana-mana dulu, terus ikuti kisah Melody dan Lion yang belum berakhir ini ya.


Minta vote dan rare bintang 5 kakak 🤭