
Lion berdiri di atas papan peluncur dengan skateboard-nya. Sebelum meluncur pemuda itu menggelembungkan permen karet yang ada di mulutnya membentuk sebuah balon. Dengan sangat yakin setelahnya dia meluncur dan beratraksi dengan gerakan yang memukau.
"Kau memang sangat keren, Lion." Seru Karen saat Lion keluar dari papan peluncur dan melepas helm di kepalanya. "Aku juga sangat ingin bisa melakukannya."
Sekali lagi Lion menggelembungkan permen karet dan tidak menjawab perkataan Karen yang berjalan mengikutinya ke pinggiran. Karen yang melihatnya langsung mencucukan jari ke gelembung permen karet di mulut Lion.
"Ah, kau jorok sekali." Gumam Lion menyipitkan matanya menatap Karen sambil mengunyah kembali permen karetnya.
"Kau yang lebih jorok, seharusnya buang permen karetnya." Ujar Karen merasa Lion sangat aneh.
"Ini masih terasa manis." Jawab Lion tersenyum lebar sambil duduk di kursi besi yang ada di sana. "Kau harus sering belajar biar cepat bisa meluncur dengan sangat baik."
"Kau harus sering mengajariku." Sahut Karen duduk di samping kanan Lion.
"Aku sudah mengajarimu hari ini, selanjutnya kau bisa belajar sendiri." Jawab Lion. "Aku berencana pergi ke tempat yang sangat jauh."
"Kemana? Aku akan ikut denganmu." Ujar Karen. "Memangnya kau mau kemana?"
"Ke kutub utara, aku akan hidup bersama beruang kutub di sana."
"Kau ini tidak pernah serius kalau menjawab apapun." Keluh Karen. "Aku juga tidak percaya kalau kau gay."
Lion tertawa keras mendengar ucapan Karen. Namun segera berhenti ketika melihat wajah Karen yang kesal.
"Ayo aku antar kau pulang. Aku harus pergi dan menyelesaikan segalanya sekarang." Seru Lion langsung berjalan.
...***...
Prothos menghentikan mobilnya di suatu kawasan yang berada di sebuah taman terbuka ketika taksi yang dinaiki Mona berhenti di sana. Sejenak Prothos diam di dalam mobil dan tidak langsung keluar agar tidak dilihat Mona.
Taman terbuka itu dipenuhi orang-orang di jarak seratus meter dari tempat Prothos menghentikan mobilnya. Mona memasuki kerumunan orang-orang tersebut dan menghilang dari pandangan Prothos.
"Kemana dia?" Tanya Prothos segera turun dari mobil dan berjalan ke arah kerumunan orang-orang. "Siapa yang ingin dia temui disini? Aku pikir dia akan pergi ke hotel."
Prothos mendekati kerumunan yang dimana membuat sosok Mona menghilang. Ternyata saat ini sedang ada syuting sebuah film di tempat itu. Prothos mencari-cari sosok Mona dan dia melihat gadis tersebut sedang bersama seorang pria tampan.
Pemuda itu memperhatikan dari jarak sepuluh meter dimana banyak orang berlalu lalang disana, melihat Mona sedang berdiri dekat di hadapan pria tampan yang tampak berbicara dengannya. Prothos memperharikan pria tersebut yang ternyata adalah seorang aktor muda yang sedang naik daun saat ini. Mona sedang memoles riasan pada aktor tersebut dengan sesekali tersenyum karena aktor tersebut berbicara dengannya.
"Aku masih jauh lebih tampan dari aktor itu." Gumam Prothos. "Apa yang aku pikirkan tadi, ternyata kerja sampingannya sebagai make-up artis." Prothos mengusap-usap wajahnya.
"Maaf siapa kau? Apa kau aktor pendatang baru?" Tiba-tiba seorang pria menghampiri Prothos.
"Bukan, aku hanya sedang lihat-lihat." Jawab Prothos tersenyum.
"Benarkah? Apa kau tertarik menjadi aktor? Wajahmu benar-benar sempurna, kau seperti patung dewa yunani, dari sudut manapun tak ada cacatnya. Kau pasti akan langsung terkenal. Siapa namamu?"
"Maaf, aku tidak tertarik." Jawab Prothos setelah itu berjalan hendak pergi dari tempat itu.
"Apa-apaan ini? Ini sangat tidak sesuai dengan image-ku!!"
Teriak seorang wanita membuat Prothos berbalik dan melihat ke sumber suara. Seorang wanita cantik sedang berbicara dengan kasar pada Mona. Wanita itu adalah seorang aktris muda yang juga sedang naik daun dengan membintangi beberapa film dan iklan dengan wajah campurannya yang sangat kental.
"Aku tidak suka semua pakaian yang ada disini." Protes aktris tersebut sambil mendorong rak gantung berisi pakaian yang dibawa Mona. "Aku lebih suka dengan pakaianmu. Cepat lepas, aku akan pakai pakaianmu saja untuk adegan ini."
"Apa?" Tanya Mona.
"Iya, cepat lepas." Seru si aktris. "Sutradara, jelaskan padanya."
"Baiklah." Senyum Mona.
Prothos melihat Mona meninggalkan area tersebut dan masuk ke ruangan yang dibuat untuk berganti kostum, setelah itu keluar dengan membawa pakaian yang tadi dipakainya sedangkan dirinya sudah berganti dengan kaos biasa dengan celana pendek denim di atas lututnya. Entah kenapa Prothos melihat Mona tetap terlihat modis walau hanya memakai pakaian seperti itu.
"Sepatumu juga, sepertinya ukuran kita sama." Seru aktris angkuh tadi.
Mona hendak melepas sepatunya namun tiba-tiba Prothos mendekat ke arah mereka. Dia mengambil sepasang sepatu yang ada disana.
"Sepatu ini akan lebih cocok dengan pakaian itu." Ujar Prothos sambil meletakan sepasang sepatu berjenis Peep Toe Heels ke hadapan aktris cantik itu. "Jari kakimu sangat bagus, sangat pantas diperlihatkan pada siapapun." Prothos berjongkok untuk memakaikannya langsung ke aktris tersebut yang tampak senang karena seorang pria bersikap seperti itu padanya.
Mona melihat kemunculan Prothos dengan heran, dan tidak mengerti kenapa pemuda itu berada di tempat ini. Sedangkan kru lain juga memperhatikan perbuatan Prothos pada aktris yang terkenal angkuh itu.
"Perfect." Ucap Prothos dengan senyum sambil memperhatikan penampilan aktris wanita tersebut.
Si aktris tampak sangat terpesona dengan wajah Prothos hingga terlihat sumringah menahan senyumnya.
"Benarkah seperti itu?" Tanya Prothos tersenyum.
"Aku juga sudah mengikuti akun sosial mediamu. Apa kau ingin nomer handphone-ku?" Tanya si aktris.
"Baiklah, berikan nomermu."
Mona memperhatikan handphone yang diberikan Prothos pada aktris itu bukanlah handphone miliknya. Dia jadi yakin kalau Prothos sudah membuang handphone miliknya.
"Aku akan segera menghubungimu tentunya." Senyum Prothos mengedipkan sebelah matanya pada si aktris setelah itu berjalan pergi meninggalkan tempat itu tanpa sekalipun menoleh pada Mona.
Sesampainya di mobilnya yang terparkir Prothos segera masuk ke dalam mobil dan mengeluarkan handphone yang tadi menyimpan nomer handphone si artis yang memiliki nama Alexa Kidman.
"Handphone Ato berguna juga. Aku akan bersenang-senang dengan wanita itu pastinya." Ucap Prothos setelah itu mengeluarkan handphone milik Mona dan membuka akun sosial media.
Dia mencari nama Alexa Kidman yang ada di daftar pengikutnya, dan segera mengiriminya sebuah pesan berisikan dimana mereka akan bertemu nanti melalui fitur pesan di akun media sosialnya.
...***...
Selang satu jam kemudian Mona berjalan seorang diri keluar dari kawasan itu. Prothos membunyikan klakson mobilnya saat gadis itu melintas, lalu memperlihatkan SIMcard milik Mona. Mona tidak menyangka kalau Prothos masih ada di tempat ini.
Mona langsung berjalan mendekati mobil Prothos untuk menerima SIMcard-nya. Namun Prothos tidak langsung memberikannya.
"Kau ingin kembali ke asrama kan? Naiklah, aku juga ingin ke penthouse."
Mona menurut begitu saja karena gadis itu berpikir akan lebih hemat dengan dirinya tidak perlu naik taksi karena di kawasan tersebut juga tidak ada angkutan umum lainnya.
"Berikan nomerku." Seru Mona.
Prothos memberikannya.
"Kau serius memberikan handphone ini untukku?" Tanya Mona memastikan.
"Aku sudah membuang handphone-mu, itu sebagai gantinya." Jawab Prothos.
"Baiklah." Mona langsung mengeluarkan SIMcard dari handphone itu dan memasang SIMcard miliknya.
"Berikan SIMcard yang itu!!" Seru Prothos menggerakan tangannya sambil menyetir. "Aku akan memakai nomer itu karena aku tidak membeli SIMcard baru."
Mona memberikannya pada Prothos.
"Kenapa kau bisa tiba-tiba ada di tempat tadi? Jangan bilang hanya kebetulan karena aku tidak percaya suatu kebetulan."
"Aku melihatmu di depan hotel tadi dan melihat penampilanmu seperti itu, aku kira kau adalah wanita penghibur, makanya aku mengikutimu."
Mona tidak habis pikir karena Prothos mengira dirinya adalah wanita penghibur.
"Maaf ya aku berprasangka buruk padamu." Ucap Prothos.
...–NATZSIMO–...
Disclaimer :
Nama, dan cerita hanyalah karya fiksi, mohon untuk tidak ditiru dan dijadikan patokan/acuan dalam kehidupan nyata.
Jika terdapat kesamaan nama, dan karakter, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk karakter yang terdapat di cerita ini, author ambil dari orang-orang di sekitar.
Dan jika terjadi kesamaan dalam satu atau beberapa kejadian dalam cerita di kehidupan pembaca, semua tanpa disengaja.
Semoga menghibur.
......❤❤🤗🤗❤❤......
Yuk, di like setiap membaca dan kasih komen.
Beri rate juga ya untuk kemajuan karya ini.
Masuk ke grup chat author biar berbagi ilmu dan belajar hal baru tiap hari.
Baca juga karya author lainnya.
Terimakasih...