MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
110. KAU ADALAH SAUDARAKU



Aramis mengantar Tasya untuk pulang ke rumahnya. Sebelumnya dia berbicara pada ayahnya mengenai kondisi Athos yang akan mulai melakukan pemeriksaan mengenai mati otak yang kemungkinan dialami Athos.


Leo, ayahnya tidak ingin Tasya tahu mengenai pemeriksaan tersebut hingga nanti dokter mendiagnosa Athos, dan meminta Aramis agar memberitahu Tasya untuk tidak datang ke rumah sakit dengan alasan ujian kelulusan.


"Bagaimana keadaan Anna, Ars? Aku sudah merindukan keceriaannya saat ini, apa lagi dirimu ya, kau pasti sangat merindukannya.." Ujar Tasya saat di dalam perjalanan.


"Dia baik-baik saja, dan akan operasi sabtu depan." Jawab Aramis.


"Kondisi kita kurang lebih sama ya, aku berharap Anna lekas sembuh begitu juga dengan Ato. Aku merindukan hari-hari dimana kita semua berkumpul bersama." Ucap Tasya mulai mengeluarkan air matanya. "Semakin lama semua itu terasa seperti hanya sebuah mimpi dan tak pernah terjadi."


"Jangan berkata seperti itu, Tasya." Seru Aramis. "Mereka berdua akan sembuh, kita sudah merencanakan liburan kan setelah mereka sembuh?"


"Aku harap hari itu segera datang." Jawab Tasya menghapus air matanya dan tersenyum menoleh pada Aramis. "Aku merasa sangat beruntung bertemu dengan kalian semua, apalagi aku sangat sangat sangat beruntung menjadi pacar pria keren seperti kembaranmu. Dia sangat pintar, rajin, bisa melakukan segala hal, dan sangat baik. Dia sangat sempurna untuk seorang manusia, aku tidak pernah bertemu pria seperti dirinya."


"Tasya..." Panggil Aramis hendak mengatakan apa tujuannya. "Karena besok kita ujian kelulusan, ayah tidak ingin kau datang ke rumah sakit. Dia minta agar kau fokus saja pada ujianmu dulu."


"Tidak masalah Ars, aku tetap akan datang ke rumah sakit. Ujian kelulusan bukan hal yang penting untukku—"


"Tasya... Kau harus mengerti." Ujar Aramis. "Kami akan memberi kabar padamu jika Ato sadar."


"Kalian hanya akan memberi kabar padaku kalau dia sadar saja, kan?" Tanya Tasya dengan menangis.


...***...


Mona merasa lucu mendengar perkataan Prothos. Dia tertawa heran dengan melihat pada Prothos yang menatapnya kesal.


"Apa yang kau katakan? Menghajarnya? Kau pikir aku tidak punya harga diri? Aku tidak akan mempermalukan diriku sendiri karena seorang pria. Aku tidak menyesal saat dia meninggalkan aku, dialah yang akan menyesal karena kehilangan aku. Tapi seperti yang aku bilang sebelumnya, akupun ingin dia bahagia. Jika seseorang datang dihidupmu setelah itu dia pergi, dia adalah orang yang mengajarimu tentang arti sebuah hubungan yang sesungguhnya, dan jika ada orang yang datang padamu dan dia tak akan pernah meninggalkanmu, dia adalah orang yang memberimu arti hidup yang sesungguhnya. Semua hubungan di dunia ini sangat rapuh, semakin kau ingin mempertahankannya, hidupmu akan hancur, dan ketika kau melepasnya dengan tulus kau akan hidup dengan baik."


Tak ada apapun lagi yang bisa diucapkan Prothos. Kali ini dia merasa sangat ditampar oleh kata-kata Mona yang mengajarinya tentang suatu hubungan.


"Sudahlah tidak usah membahas hal yang tidak berguna lagi." Ujar Mona. "Tadi apa yang ingin kau tawarkan padaku? Apa sebuah pekerjaan?"


Prothos mengusap wajahnya beberapa kali untuk menghentikan pikirannya yang merasa tertusuk dengan perkataan Mona barusan.


"Ya, kami ingin kau membantu mengurus rumah kami juga. Membersihkan dan juga memasak. Kau bisa tinggal di rumah kami dengan begitu kau bisa lebih dekat dengan adikmu." Jawab Prothos menjalankan kembali mobilnya. "Apa kau keberatan dengan tugasnya? Karena dalam kata lain kau menjadi asisten rumah tangga."


"Aku tidak pernah masalah dengan semua kerjaan yang sesuai dengan norma-norma. Tapi adikmu tidak akan suka kalau aku bekerja apalagi jika harus tinggal di rumahmu." Ucap Mona.


"Melo? Tidak, dia bukan tidak suka padamu. Dia hanya khawatir padaku. Dia menganggap semua wanita yang dekat padaku akan menyakitiku atau memanfaatkan aku. Aku bisa bicara padanya." Ujar Prothos meyakinkan Mona. "Sudah tidak ada masalah lagi kan?"


"Aku akan setuju jika yang aku terima dinaikan menjadi dua kali lipat dari gajiku saat ini." jawab Mona.


"Kau memeras kami." Prothos tidak percaya dengan permintaan Mona. "Dengan bekerja di rumah kami kau jadi bisa menemui adikmu setiap hari, bahkan kau juga bisa menginap sewaktu-waktu di rumahmu. Tapi maaf, aku tidak suka anak kecil jadi jangan pernah ajak adikmu ke rumah kami."


"Baiklah, kalau begitu lima puluh persen dari gajiku sekarang saja. Hanya dinaikan dua puluh persen dari kesepakatan diawal tadi."


"Kau bisa memasak kan?"


"Aku pernah bekerja di restoran Prancis dan Korea." ucap Mona.


"Ok, deal, naik lima puluh persen dari gajimu sekarang."


...***...


Lion yang sedang bersama teman-temannya menerima sebuah pesan bergambar dari temannya yang lain. Dengan cepat Lion membukanya dan melihat sebuah foto yang menunjukan Melody bersama Niko di pemakaman, dan di foto tersebut ketika Niko menggigit leher Melody.


"Ada apa Lion?" Tanya Ivan.


Tiba-tiba Niko masuk ke dalam ruangan dimana Lion dirawat saat jam kunjung malam berlangsung. Semua teman-teman Lion melihat kehadiran Niko dengan tatapan tidak menyenangkan.


"Keluar kalian semua!!" Seru Niko tanpa basa-basi pada teman-teman Lion yang berjumlah sekitar sepuluh orang.


Ivan menggiring teman-temannya yang lain keluar dari ruangan yang ukurannya tidak terlalu besar itu, apalagi terdapat ranjang pasien lainnya di ruangan tersebut karena hanya berada di kelas dua rumah sakit itu.


"Sebaiknya kau pindah ruangan, Lion. Mereka semua mengganggu pasien lainnya." Seru Niko ketika mereka hanya berdua saja.


Lion memilih diam saja dan tak menanggapi perkataannya. Dipikirannya masih memikirkan foto yang baru saja dia lihat.


"Sepertinya aku tidak perlu khawatir padamu. Kau sudah mulai menepati perkataanmu padaku." Senyum Niko. "Kau harus lebih menunjukannya biar gadis itu berpikir kau membencinya."


"Kau tenang saja Niko, kau sudah melakukan apa yang aku minta, aku pun juga akan melakukan apa yang kau minta padaku. Aku akan membuat calon tunanganmu tidak menyukaiku lagi." Tatap tajam Lion.


"Aku ingin dia bukan sekedar tidak menyukaimu lagi tapi dia harus membencimu!!" Seru Niko.


"Aku tahu itu." Jawab Lion. "Selama ini aku berbuat semuanya untukmu tapi kau sendiri yang sering mengacaukannya. Pastikan saja kau tidak mengacaukannya lagi."


Niko mendengus kesal mendengar perkataan Lion. Niko mengerti maksud Lion barusan, Lion tahu mengenai gigitannya di leher Melody dan memperingatkannya mengenai hal tersebut.


Pemuda itu menarik baju Lion dengan kasar dan menatapnya tajam. "Kau tahu bagaimana perasaanku saat melihatnya menciummu kemarin? Aku ini calon tunangannya tetapi dia sama sekali melarangku menyentuhnya, apa kau mengerti bagaimana perasaanku?"


"Karena itu sudah aku bilang jangan mengacaukannya lagi. Seharusnya kau menahannya lebih lama kemarin dan tidak membawanya ke sini. Aku menghindarinya dengan berpura-pura masih tak sadarkan diri, tapi kau malah membiarkan itu terjadi. Aku tidak bisa berbuat apapun saat dia melakukannya. Itu semua bukan salahku, kau yang mengacaukan semuanya lagi." Terang Lion dengan tatapan kesal. "Lagi pula kau marah hanya karena hal kecil seperti itu? Dia hanya menyentuh bibirku dengan bibirnya, itu tidak ada apa-apanya dibanding apa yang kau lakukan padaku waktu itu (saat Niko mencium Lion)."


Niko melepaskan cengkramannya dari Lion agar berpikir lebih tenang. "Dengar Lion, kau saudaraku, aku tidak ingin hubungan kita rusak karena apapun, tapi aku lebih tidak ingin kehilangan gadis itu. Apa kau mengerti?"


"Tenang saja, kau adalah saudaraku, Niko. Kau sudah melakukan hal yang hanya bisa kau yang lakukan. Mereka semua akan mulai mengincarmu besok setelah aku mengganti posisi Ars menjadi dirimu. Bahkan dari mereka sudah ingin menantangmu langsung."


Niko menunjukan seringainya dengan tatapan tajam.


"Tapi beritahu mereka, aku hanya meladeni pertarungan hidup dan mati."


...–NATZSIMO–...


Disclaimer :


Nama, dan cerita hanyalah karya fiksi, mohon untuk tidak ditiru dan dijadikan patokan/acuan dalam kehidupan nyata.


Jika terdapat kesamaan nama, dan karakter, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk karakter yang terdapat di cerita ini, author ambil dari orang-orang di sekitar.


Dan jika terjadi kesamaan dalam satu atau beberapa kejadian dalam cerita di kehidupan pembaca, semua tanpa disengaja.


Semoga menghibur.


......❤❤🤗🤗❤❤......


...Yuk, di like setiap membaca dan kasih komen....


...Beri rate juga ya untuk kemajuan karya ini....


...Masuk ke grup chat author biar berbagi ilmu dan belajar hal baru tiap hari....


...Baca juga karya author lainnya....


...Terimakasih......