
Suasana cukup hening ketika gadis cantik yang baru saja memeluk Niko, mendaratkan kecupannya pada bibir Niko, dimana semua orang tahu kalau Niko hadir bersama calon tunangannya, yaitu Melody, gadis yang berdiri di sampingnya.
Melody yang melihatnya terkejut karena dia tidak menduga sebelumnya. Bagi gadis sepertinya adalah hal yang aneh mencium seorang pria di depan banyak orang seperti yang dilakukan gadis tersebut pada Niko.
"Emma!!" Seru Ethan yang menarik adik perempuannya agar menjauh dari Niko.
Gadis bernama Emma itu menarik lengannya dari kakaknya dan tersenyum pada Niko, yang menatapnya dingin.
"Jadi yang mana calon tunanganmu, Er?" Tanya Emma. "Apa gadis ini?"
Emma menatap pada Melody yang tampak bingung harus bersikap seperti apa. Gadis itu melihat Melody dari ujung kaki hingga ujung kepala, dan tersenyum setelahnya.
"Ya, dia sangat cantik karena ketiga kakaknya pun tampan, bahkan sekarang aku mengidolakan salah satunya." Ucap Emma. "Namamu Melody kan? Tidak ada yang tidak mengenalmu. Kenalkan namaku Emma, aku mantan tunangan dari calon tunanganmu."
Emma menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Melody, namun seperti biasa Melody yang kaku hanya terdiam karena terkejut mendengar perkataan gadis itu mengenai siapa dirinya. Akan tetapi karena gadis itu memanggil Niko seperti Nausha memanggil Niko, dia sudah mengira kalau gadis itu memiliki hubungan yang dekat dengan Niko.
"Emma, aku juga ada disini, kenapa kau tidak menyapaku?" Ujar Lion mengalihkan perhatian.
"Ah, Lionku." Ucap Emma sambil mendekati Lion dan memeluknya. "Aku sampai tidak melihatmu. Ya ampun, kita bertemu dua tahun lalu dan kau jauh lebih tinggi sekarang. Kau menjadi semakin keren."
"Ya, aku memang semakin keren." Jawab Lion tersenyum. "Kenalkan ini..."
"Aku Karen." Seru Karen langsung bersalaman dengan Emma.
Niko menatap Melody dan langsung menggandeng gadis itu ke beranda. Dia ingin menjelaskan situasi yang terjadi barusan.
"Aku tadi lupa bilang padamu mengenai seseorang yang tidak ingin aku temui. Dia adalah Emma, mantan tunanganku." Ucap Niko. "Kami dijodohkan empat tahun yang lalu karena perusahaan pamanku dan ayahnya berencana untuk marger, lalu dia ikut bersamaku ke Rusia ketika aku kembali ke Rusia tiga tahun lalu. Tapi setahun kemudian ketika kecelakaan tangan kiriku, dia meminta ayahnya membatalkan pertunangan itu dan ayahnya mendengarkannya karena berpikir tidak ingin anaknya menikah dengan pria cacat. Ya, dulu dia sangat berharap aku menjadi atlet renang karena itu dia membuangku karena aku sudah tidak mungkin menjadi atlet renang karena aku cacat."
"Kau tidak cacat, Niko." Ucap Melody.
Niko tersenyum. "Karena pertunangannya gagal maka rencana marger pun gagal, namun hotel yang dikelola pamanku lebih berkembang pesat sehingga keluarga kami menjadi tidak akur lagi."
Melody semakin merasa kasihan pada Niko ketika mendengar ceritanya itu. Gadis bernama Emma meninggalkannya hanya karena tangan kiri Niko yang terbakar. Itu pasti sangat menyakitkan untuk Niko pada waktu itu.
"Enam bulan kemudian gadis itu meminta berbaikan padaku dan ingin melanjutkan pertunangan, tetapi aku menolaknya. Di saat aku membutuhkan dukungan darinya dia malah pergi meninggalkan aku, tapi setelah itu dia ingin kembali hanya demi perusahaan ayahnya yang tertinggal jauh dari perusahaan kami yang mengalami peningkatan yang pesat."
"Kau tenang saja Niko, aku tidak mempermasalahkan apapun." Jawab Melody.
Niko menatap Melody dengan sebuah perasaan yang seharusnya dia tidak rasakan. Entah mengapa pemuda itu malah ingin Melody cemburu dan mempermasalahkannya, tapi dia pun tahu kalau gadis itu tidak memiliki rasa apapun terhadap dirinya.
"Sepertinya acaranya akan segera dimulai. Ayo kita masuk." Ujar Melody.
Melody menggandeng tangan kanan Niko dan berjalan ke dalam kembali, Lion dan Karen serta beberapa orang menatap pada kehadiran mereka berdua lagi. Emma juga masih berada di sana di dekat Lion dan Karen.
"Er, kau semakin tampan." Ucap Emma mendekati Melody dan Niko kembali.
"Diamlah, Em. Kita sudah tidak memiliki hubungan apapun saat ini." Seru Niko dingin. "Sebaiknya sekarang kita bersikap seolah-olah tidak saling kenal."
"Ya, memang seperti itu seharusnya." Jawab Emma berjalan pergi.
Acara ulang tahun dimulai, Master Ceremony memandu acara hingga semua berjalan dengan baik.
"Dia gadis yang cantik." Ujar Karen ketika bersama Melody di toilet.
Melody menyetujuinya, karena ketika melihat Emma pertama kali dia merasa gadis itu sangat cantik. Dia secantik Tasya, itu yang dipikirkan Melody.
"Kau tidak cemburu, Mel? Walaupun dia mantan tunangan dari calon tunanganmu, tapi dia berani sekali mencium Niko di depanmu." Ujar Karen.
Melody memikirkan perkataan Karen, tapi dia tidak bisa berbohong, dirinya hanya terkejut pada Emma mencium Niko tapi tak ada rasa cemburu yang dirasakan Melody.
"Sepertinya kau memang tidak cemburu." Gumam Karen sambil memakai lipstik di bibirnya. "Kau tidak menyukai Niko tapi kau mau bertunangan dan menikah dengannya, itu sangat aneh."
Melody diam saja mendengar perkataan Karen. Dia menjadi merasa tidak enak pada Niko karena dia bingung harus bersikap seperti apa. Dia memang tidak cemburu pada apa yang dilakukan Emma, tapi apa sikapnya yang tidak mempermasalahkan hal itu malah membuat Niko kecewa padanya?
"Di mana Niko?" Tanya Karen pada Lion ketika dia dan Melody kembali.
"Di beranda." Jawab Lion, Melody hendak berjalan ke tempat itu. "Dia bersama Emma."
Melody sempat terdiam namun segera melangkahkan kakinya menuju beranda.
Pintu beranda yang terbuat dari pintu kaca yang di geser, tertutup tirai dan hanya sedikit terbuka. Dari celah itu Melody melihat Niko berdiri di hadapan Emma sedang berbicara.
Melody menjadi diam saja berdiri di balik pintu beranda yang terbuka sedikit. Dia melihat Niko mencium Emma dan itu menurutnya bukan ciuman biasa.
"Ciumanmu memang paling terbaik, Er." Ucap Emma dengan wajah dihiasi senyum setelah itu memeluk Niko. "Seharusnya aku tidak meninggalkanmu dulu. Aku merasa bersalah sekarang."
"Aku pun tahu kau hanya terpaksa dengan pertunangan itu. Kau terpaksa menerimanya karena perjanjian bisnis keluarga kita." Jawab Niko dengan berbisik agar Melody yang melihat tidak mendengarnya. "Kau tidak benar-benar mencintaiku."
"Aku mencintaimu Er, kalau tidak aku tidak akan memberikan segalanya padamu." Tatap Emma pada Niko masih memeluknya. "Aku merindukan suaramu. Bisikanmu selalu membuatku ingin menciummu."
Emma menarik Niko dan menciumnya dengan penuh semangat.
"Kau hanya gadis nakal." Bisik Niko dengan senyum dingin.
Lion berjalan mendekati Melody, gadis itu menoleh padanya yang berdiri tidak jauh darinya.
"Kau diam saja di saat calon tunanganmu bermesraan dengan mantan tunangannya?" Tanya Lion. "Kau hanya mempunyai dua pilihan, masuk ke sana untuk menghentikannya, atau pergi dari sini untuk mengakhirinya."
Tanpa pikir panjang Melody langsung membuka pintu beranda dan berjalan masuk. Lion menatap keputusan Melody dengan tak bisa berbuat apapun.
"Ternyata kau di sini." Ucap Melody pada Niko.
Emma langsung pergi menjauh dan keluar dari beranda. Sedangkan Niko tersenyum pada Melody walau hatinya saat ini merasa kesal. Dia kesal karena gadis itu tidak bereaksi apapun setelah melihatnya mencium dan dicium gadis lain.
"Kau tidak ingin masuk?" Tanya Melody. "Di sini anginnya sangat kencang."
Niko membalikkan badannya memunggungi Melody karena semakin kesal pada gadis itu. Dia berharap Melody cemburu padanya tapi usahanya sia-sia, gadis itu seperti tidak melihat apa yang terjadi tadi. Padahal ciuman yang dilakukannya sangat jauh berbeda dari ciuman Melody pada Lion.
"Niko."
"Kau masuklah, biarkan aku disini sebentar." Ujar Niko memunggungi Melody dan berpegangan pada pagar.
"Aku tidak ingin kau mencium wanita lain." Seru Melody membuat Niko menoleh padanya. "Kita akan menikah, kau tidak boleh melakukannya lagi!"
Di dalam, Lion yang mendengarkan ucapan Melody berjalan meninggalkan tempat itu dengan kekecewaan.
"Aku berharap kau mengambil pilihan yang kedua tadi." Ucap Lion dengan kepala tertunduk berjalan menjauh dari pintu beranda yang terbuka. "Psikopat kalah, vampir menang."
...–NATZSIMO–...
Baca cerita author yang lain ya.
Di karya "Obsesi Cinta CEO Gay" ada beberapa karakter dari novel ini di sana, dan begitu sebaliknya. Genre-nya romance komedi.
Follow IG author untuk visual character lengkapnya @natzsimo.author
Disclaimer :
Nama, dan cerita hanyalah karya fiksi, mohon untuk tidak ditiru dan dijadikan patokan/acuan dalam kehidupan nyata.
Jika terdapat kesamaan nama, dan karakter, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk karakter yang terdapat di cerita ini, author ambil dari orang-orang di sekitar.
Dan jika terjadi kesamaan dalam satu atau beberapa kejadian dalam cerita di kehidupan pembaca, semua tanpa disengaja.
Semoga menghibur.
......❤❤🤗🤗❤❤......
...Yuk, di like setiap membaca dan kasih komen....
...Beri rate juga ya untuk kemajuan karya ini....
...Masuk ke grup chat author biar berbagi ilmu dan belajar hal baru tiap hari....
...Baca juga karya author lainnya....
...Terimakasih......