MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
037. TANPA PERENCANAAN SEBELUMNYA



Melody mengeringkan rambutnya dengan hairdryer setelah mandi sore sambil melihat akun sosial medianya. Monik baru saja mengunggah sebuah foto ketika dirinya lulus audisi menjadi anggota di sebuah grup Idol.


Muncul perasaan iri di hati Melody. Dia sangat iri pada teman kursusnya itu karena berhasil menggapai mimpinya. Dia pun ingin seperti itu. Tapi dia sudah tak ingin bersedih lagi sekarang. Dia harus sudah bisa menerimanya.


Drrrrttt drrrrttt drrrrttt


Muncul nama Niko di layar handphone-nya, meneleponnya. Melody sempat bingung kenapa Niko meneleponnya? Niko lebih sering mengiriminya pesan yang hampir tak pernah gadis itu balas, karena kebanyakan isi pesannya adalah kata-kata tidak jelas untuk Melody, ungkapan perasaan pemuda itu yang dalam bahasa Rusia.


"Halo."


"Kau sedang apa? Aku di depan rumahmu, ayo kita jalan keluar. Temani aku membeli buku untuk latihan test di toko buku." Jawab Niko.


"Aku sedang tidak ingin kemanapun." Ucap Melody. "Pulanglah, kau bisa membelinya di toko online."


"Aku membutuhkannya sekarang."


"Kalau kau pesan sekarang di toko online, besok akan sampai. Tidak mungkin kau mengerjakannya malam ini juga kan, karena jika kita keluar untuk membelinya sekarang, kau akan pulang malam dan sudah tidak ada waktu di hari ini untuk mengerjakannya. Atau kau bisa membelinya sendiri saja."


"Kau di rumah sendirian 'kan? Apa harus aku dobrak pintunya dan menarikmu keluar?"


"Baiklah, aku keluar." jawab Melody. Dia tidak mau jika Niko sampai melakukannya. Dia takut kejadian dengan Felix akan terulang lagi. Itu membuatnya takut.


Dengan tatapan kesal Melody keluar dari rumahnya, dia melihat Niko yang sudah membukakan pintu mobil untuknya. Melody langsung masuk tanpa berkata apapun dan tak memedulikan perkataan Niko yang berbicara bahasa Rusia kepadanya.


Tidak berapa lama mereka sampai di sebuah toko buku. Mereka berdua langsung menuju tempat buku latihan menjawab soal-soal test.


"Mana yang harus aku beli?" Tanya Niko memilih di deretan rak buku yang ada di hadapannya. "Ini terlalu banyak pilihannya, jadi membuatku bingung."


"Yang mana saja sama kan? Ambil saja salah satunya." Jawab Melody. Melody kesal karena Niko masih tak mengambilnya, seolah-olah dia berpikir mana yang harus dia beli. "Yang ini saja." Melody menyambar sebuah buku tebal dan memberikannya pada Niko.


"Kenapa yang ini?" Tatap Niko.


"Sudahlah, jangan buang-buang waktu. Aku ingin segera pulang sekarang." Jawab Melody ketus.


"Sepertinya kau tidak suka pergi denganku." Ucap Niko. "Baiklah kalau begitu." Niko hendak berjalan menuju kasir namun Melody memegangi lengannya.


"Aku hanya tidak suka sesuatu yang tidak direncanakan, bukan tidak suka pergi denganmu." Ujar Melody merasa menyesal setelah Niko berkata seperti itu.


"Ya, baiklah. Aku mengerti." Jawab Niko memegang tangan kanan Melody yang memegang lengan kanannya. "Aku juga tidak marah padamu."


"Ya ampun ternyata benar." Tiba-tiba muncul seseorang yang tidak asing untuk Melody. Seorang gadis menghampiri mereka. Dia adalah Sandra. "Bukannya kau berpacaran dengan Lion?"


Melody dan Niko terkejut dengan kehadiran gadis itu dan ditambah dengan kata-katanya. Melody langsung menarik tangannya dari Niko dan menatap Niko, dia takut Niko akan salah paham dengan ucapan Sandra.


"Apa kau dan Lion sudah putus?" Tatap Sandra. "Tunggu dulu..." Sandra memperhatikan Niko. "Jangan bilang kalau kau yang disebut-sebut vampir itu, yang membuat keributan di pembukaan cabang café Musketeers? Kau dan dia berpacaran? Kau merebutnya dari Lion? Jadi benar kau datang ke acara pembukaan itu untuk menemuinya?"


Niko hanya menatap Melody mendengar ocehan Sandra, Melody pun sama, gadis itu melihat pada Niko yang menatapnya penuh tanya.


Melody dan Niko duduk di sebuah restoran untuk makan malam. Sepeninggalan Sandra, Niko terus menatap Melody dengan penuh pertanyaan. Melody pun berniat untuk menjelaskan situasi yang terjadi pada saat itu, kenapa Sandra mengatakan kalau dirinya adalah kekasih Lion.


"Apa aku boleh menanyakannya pada Lion juga?"


"Ya, tanyakan saja. Tidak masalah." Jawab Melody. "Aku tidak ingin ada kesalahpahaman. Kau terus saja menatapku dengan penuh tanya tadi."


"Aku hanya ingin tahu yang sebenarnya." Ucap Niko. "Baiklah, tidak usah dipikirkan lagi, toh kita juga bukan siapa-siapa sampai kita benaran bertunangan nanti. Teman pun bukan."


Melody merasa tersindir dengan perkataan Niko.


"Kita bisa berteman sekarang." Ucap Melody. "Aku harus menerimamu sebagai teman, kan?"


"Bukankah ini terlalu cepat? Kau bilang akan memakan waktu lama untuk membuatmu menyukaiku bahkan hanya sebagai teman." Tatap Niko.


"Aku ingin membaliknya, aku akan menganggapmu sebagai teman dulu saja, mungkin dengan begitu akan lebih cepat untuk menyukaimu."


Niko tertawa mendengarnya. Untuknya gadis yang ada di depannya itu sangat rumit. Dia tidak menyangka akan menyukai gadis serumit itu sekarang.


"Baiklah, kalau begitu karena kita sudah berteman, apa aku boleh minta sesuatu?"


Melody sedikit terkejut karena dia takut jika Niko meminta hal yang macam-macam darinya.


"Tenang saja, ini bukan hal negatif." Jawab Niko bisa mengerti ekspresi Melody. "Kau harus memanggilku dengan namaku."


"Maksudnya? Memangnya Niko bukan namamu?" Melody tampak bingung.


"Niko itu diambil dari nama ayahku, Nikolai. Di Rusia Nikolayevich berarti anak dari Nikolai. Sedangkan namaku Xander, kau harus memaggilku dengan nama itu."


Melody mencoba mencerna, dan dia baru ingat kalau dia pernah mendengar Nausha memanggil Niko hanya dengan Er. Itu diambil dari namanya Xander.


"Akan terasa aneh kalau semua orang memanggilmu Niko dan aku memanggilmu dengan nama yang berbeda." Ucap Melody masih berpikir. "Aku akan memanggilmu dengan nama itu setelah kita bertunangan. Bagaimana?"


"Baiklah." Jawab Niko dengan kecewa.


...***...


Melody mulai teringat akan sesuatu. Mengenai Niko yang mengetahui dirinya yang sedang sendirian di rumah. Melody berpikir darimana dia tahu? Apa mungkin kakaknya Athos yang memberitahunya? Tapi dia sudah bilang tidak ingin pergi hari ini sehingga pasti bukan kakaknya itu.


"Niko, kenapa kau bisa tahu kalau aku sendiri di rumah tadi? Siapa yang memberitahumu?" Melody menoleh ke Niko yang sedang menyetir. Saat ini mereka dalam perjalanan ke rumah Melody. "Kau harus menjawabnya dengan jujur."


"Lion yang mengatakannya. Dia bilang kalau kau sedang sendirian di rumah tadi, dan aku berpikir untuk mengajakmu keluar agar kau tidak bosan di rumah." Jawab Niko jujur. "Ada apa? Kau masih kesal aku memaksamu tadi?"


"Iya." Jawab Melody melihat keluar jendela. "Lain kali jangan melakukan apapun tanpa perencanaan dulu sebelumnya, aku bukan tipe yang menyukai hal-hal yang sangat mendadak."


Sebenarnya Melody kesal, karena Lion sudah melanggar janjinya. Saat di ruang UKS waktu itu, gadis itu sudah memperingatkan Lion agar tidak mencampuri urusannya dengan Niko. Tapi hari ini dia sudah melanggarnya. Melody sangat marah saat ini pada Lion.


...–NATZSIMO–...