MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
068. KUPU-KUPU BERACUN



Prothos menikmati dirinya yang sedang berendam di bath up penthouse yang sekarang ditempatinya. Air hangat membuat tubuhnya rileks di pagi hari ini, namun pikirannya masih tetap tidak bisa menghilangkan bayang-bayang kekasih yang sudah meninggalkannya.


"Sudah jam enam pagi, aku akan pergi sekarang karena harus sekolah." Seorang gadis membuka pintu kamar mandi dimana Prothos berada. Gadis itu yang bermalam dengannya semalam. "Kau tidak sekolah?"


Gadis itu mendekati Prothos yang masih ada di dalam bath up, pemuda itu hanya tersenyum memandangnya.


"Sebenarnya kau ini masih sekolah atau apa? Kau juga tidak memberitahu siapa namamu."


"Sejak awal sudah aku bilang jangan bertanya apapun mengenai diriku. Itu syarat untuk menikmati wajah tampan dan tubuhku ini." Senyum Prothos. "Kau tidak perlu berangkat sekolah, jika kita berpisah maka aku tidak ingin menemuimu lagi. Itu juga syarat dariku."


"Tapi aku harus sekolah. Aku akan datang lagi sepulang sekolah. Aku sangat menyukaimu." Gadis itu langsung mencium Prothos dan tidak memedulikan pakaiannya yang menjadi basah.


"Tidak ada kesempatan kedua kali." Jawab Prothos setelah melepas ciumannya. "Jangan datang menemuiku lagi, karena aku pasti sudah mendapatkan gadis lainnya. Aku tidak menyukaimu dengan perasaan apapun, aku hanya ingin bersenang-senang denganmu. Kau juga tahu itu kan? Pergilah dan jangan pernah menemuiku lagi setelah kau pergi."


Gadis itu terdiam sesaat namun dia punya kehidupannya yang harus dijalani.


"Aku tahu kau sedang mengalami patah hati dengan seorang gadis bernama Widia. Karena itu kau menyebut nama itu setiap kali kita bercinta." Ujar gadis itu. "Kau seorang pria dan kau sangat tampan, apa begini caramu menghukum dirimu karena seorang gadis? Apa gadis itu akan kembali padamu?"


"Jangan campuri urusan pribadiku!!"


"Semoga saja kau sadar dan dapat menerima kenyataan." Ujar gadis itu setelah itu berjalan pergi.


Prothos terdiam mendengar perkataan gadis itu. Apa yang diucapkannya benar, saat ini dia sedang menghukum dirinya karena kesalahannya pada Widia. Entah sampai kapan dia akan menghukum dirinya seperti sekarang ini.


Tiba-tiba Prothos mendengar suara seseorang di luar, padahal gadis tadi sudah keluar sebelumnya. Dengan cepat dia keluar dari bath up dan memakai handuk kimono, lalu berjalan keluar kamar mandi.


Seorang gadis terkejut ketika melihat Prothos keluar dari kamar mandi. Gadis itu merupakan seorang housekeeper yang hendak membersihkan kamar tersebut. Dia adalah Mona, yang hari ini baru pertama kali masuk bekerja di tempat kerja barunya.


"Ma—maaf, aku pikir kamar ini sudah kosong. Tadi seorang gadis sudah keluar makanya aku langsung bergegas untuk membersihkan kamar ini." Ujar Mona menundukan kepalanya karena segan. "Aku akan keluar dan membersihkannya nanti saat sudah kosong."


"Tidak apa-apa, bersihkan saja sekarang." Ucap Prothos sambil duduk ke sofa yang berada di depan tempat tidur.


"Aku akan membersihkan bagian living room dulu." Jawab Mona hendak berjalan mundur ke bagian living room.


"Bersihkan tempat tidurnya dulu saja, aku ingin tidur lagi setelah ini. Tapi sepreinya sudah kotor." Seru Prothos menghentikan langkah Mona.


"Baiklah."


Mona segera mendekati tempat tidur dan membuka seprei. Dia merasa tidak enak karena dia bisa merasakan kalau pemuda yang duduk di sofa sedang menatapnya ditambah pemuda itu hanya memakai handuk. Dia merasa tidak nyaman di hari pertamanya bekerja.


"Mona, ini hari pertamamu bekerja ya?"


Mona menoleh pada Prothos karena terkejut namanya dipanggil. Gadis itu melihat Prothos dan merasa kalau dirinya seperti tidak asing dengan wajah Prothos.


"Dari mana kau tahu namaku?" Tanya Mona bingung dan berhenti melakukan kegiatannya.


Prothos menunjuk ke name tag seragam yang dipakai Mona. Terdapat tulisan namanya disana. Itu membuat Mona sedikit malu.


"Namamu sangat unik, Monarch. Kau pasti dipanggil Mona kan? Itu nama yang sangat unik." Ujar Prothos tersenyum. "Benar kan hari ini hari pertamamu bekerja? Karena sebelumnya wanita paruh baya yang bertugas membersihkan kamar ini."


"Iya, ini hari pertamaku." Jawab Mona kembali bekerja.


Mona masih memikirkan wajah pemuda yang berada di belakangnya. Dia merasa sangat tidak asing dengan wajahnya, namun dia tidak bisa mengingatnya.


"Monarch Butterfly, itu adalah nama lain dari jenis kupu-kupu raja. Dan kupu-kupu itu beracun. Apa kau tahu itu?"


"Biologi salah satu mata pelajaran favoritku." Jawab Prothos.


Mona kembali melihat pada Prothos, dan dia mulai sadar siapa pemuda yang ada di hadapannya itu. Salah satu dari Musketeers yang terkenal di kota mereka tinggal. Bahkan dia juga pernah bertemu dengannya namun itu sudah terlalu lama. Pantas saja dia tidak merasa asing pada pemuda itu.


Dia si tampan Prothos dari Musketeers, yang juga korban dari tindakan bodoh Mario.


Mona membatin tapi dia langsung kembali dengan tugasnya. Atasannya memang bilang kalau orang yang tinggal di penthouse yang dulu di tempati Niko adalah seorang pria yang merupakan teman Niko. Dia mengira kalau pria itu adalah teman Niko dari Rusia karena ciri-ciri yang diberikan oleh beberapa rekan kerjanya tidak beda jauh dengan Niko yang tampan. Dia sama sekali tidak mengira kalau pria itu adalah Prothos. Yang dia tahu Niko bermusuhan dengan Ketiga Musketeers.


"Ada apa? Apa kau tahu siapa aku?" Tanya Prothos melihat perubahan ekspresi dari wajah Mona.


"Aku tinggal di kota yang sama denganmu dan baru pindah kesini semalam. Tidak mungkin aku tidak tahu siapa kau." Jawab Mona selesai mengganti seprei tempat tidur.


Prothos bangkit berdiri dari duduknya, lalu membuka tali handuk kimononya hendak membuka handuknya untuk berpakaian. Dengan cepat Mona membalikan badan dan berjalan ke living room untuk membersihkan area sana.


"Ah, kenapa aku harus bertemu dengannya di sini?" Keluh Mona berjalan ke arah tempat peralatan kebersihannya berada di depan pintu masuk. "Dari ketiga orang itu, tipe sepertinya yang paling merepotkan. Aku sangat sial. Pantas saja Mario membencinya. Jangan sampai dia tahu kalau aku kakak dari si bodoh Mario." Mona membuang napas.


Prothos keluar dari kamar setelah berpakaian. Dia melihat Mona masih membersihkan tiap sudut di living room dengan mesin vacum cleaner.


"Apa bisa kau mengambilkan sarapan untukku? Aku sedang malas turun ke restoran." Ujar Prothos.


"Kau bisa menelepon resepsionis untuk memintanya mengantar makananmu ke sini." Jawab Mona masih sibuk.


"Kau tidak cocok bekerja disini Mona, bekerja di hotel memerlukan hospitality dan sepertinya kau bukan tipe yang suka berbasa-basi." Ujar Prothos membuat Mona berhenti dari kegiatannya dan menghadap Prothos. "Apa kau mengenal seseorang yang bekerja disini agar bisa masuk dengan mudah bekerja disini?"


"Baiklah, akan segera aku ambilkan." Jawab Mona bercampur kesal karena tebakan Prothos benar.


"Aku juga ingin minta tolong belikan sesuatu." Ucap Prothos. "Kau tahu ini apa?"


Prothos menunjukan sebuah kotak kecil persegi empat pada Mona. Seketika wajah Mona langsung memerah melihatnya. Benda yang ditunjukkan Prothos adalah kotak dari salah satu merek pengaman untuk bercinta.


"Kau pasti tahu. Terserah kau mau beli yang varian atau model apa, tapi tolong belikan tiga kotak sekaligus ya. Aku sedang malas keluar dan beberapa jam lagi akan ada gadis yang datang. Jadi tolong belikan untukku."


"Aku? Kau serius? Kau menyuruh seorang gadis membeli itu?" Tatap Mona heran.


"Ternyata kau belum pernah melakukannya ya?"


"Bukan itu maksudku!!" Kesal Mona. "Itu sangat memalukan saat membelinya."


"Kau tinggal ambil dan berikan ke meja kasir lalu membayarnya, bagian mana yang memalukan?"


Mona menatap tajam Prothos dengan sangat kesal. Dia tidak percaya kalau dirinya harus membeli benda itu untuk pemuda itu.


"Kenapa setelah tahu siapa aku kau malah jadi terlihat tidak ramah dan terus menatapku kesal?" Tanya Prothos.


Mona membuang napasnya mencoba bersikap biasa. Lalu diambilnya uang yang disodorkan Prothos dengan kasar dan berjalan keluar.


"Seharusnya aku tidak pindah kerja!! Menghadapi Lion masih lebih baik dari pada si sok tampan itu!!" Seru Mona sangat kesal saat di luar.


...–NATZSIMO–...


Jangan lupa like, komen, dan apapun deh, pusing author sama NovelToon.