MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
048. KEKASIH BARU



Niko berjalan memasuki kelas dan langsung duduk di kursinya, di samping Melody dengan sebuah senyum hangat. Suasana hatinya sangat bagus pagi ini karena mendengar perkataan Melody saat di telepon semalam. Melody ingin bertunangan dengannya setelah ujian kenaikan kelas. Itu sesuatu hal yang bagus untuknya.


"Semalam aku tidur sangat nyenyak setelah mendengar ucapanmu." Ucap Niko. "Tidak sampai dua bulan ujian kenaikan kelas, apa kita harus mempersiapkannya dari sekarang atau harus menunggu ayahmu kembali dulu?"


Melody hanya menatap Niko tanpa jawaban apapun. Niko terlihat sangat senang, hal itu bagus, itu yang dipikirkan Melody. Dia ingin agar pemuda itu mendapatkan keadilan di dalam hidupnya dengan memberinya sedikit kebahagiaan.


"Aku sudah bilang ke kedua orang tuaku, mereka akan datang seminggu sebelum pertunangan kita. Mereka menyerahkan semuanya padaku seperti biasanya." Lanjut Niko. "Kau tahu mereka bilang apa? Mereka ingin setelah kita bertunangan, kau dan aku pindah ke Rusia, dan segera menikah disana. Karena di negara ini ada batasan usia untuk menikah jadi mereka menyarankan agar kita pindah ke Rusia saja, sepertinya itu bukan ide yang buruk apalagi aku berkewarganegaraan Rusia."


Melody tertegun mendengar perkataan Niko. Semua yang dikatakan Niko adalah sebuah permintaan padanya. Melody sudah tidak bisa mundur lagi dari semua keputusannya sekarang.


"Aku bilang pada mereka aku akan mengikuti semua keputusanmu, kau tidak perlu memutuskannya sekarang, lagi pula kau juga belum menyukaiku, aku akan menunggu sampai kau menyukaiku, ah tidak, sampai kau mencintaiku."


"Aku setuju. Kalau kau ingin itu semua, aku setuju padamu." Jawab Melody. "Aku akan bilang pada ayahku saat meneleponnya nanti."


"Benarkah? Kau serius?" Tanya Niko tampak senang dengan menatap Melody dekat.


Melody sedikit menganggukan kepalanya.


Lion yang baru saja masuk ke kelas melihat mereka berdua. Dia memperhatikan Niko yang tampak senang menatap dekat wajah Melody.


"Selamat pagi teman-temanku tercinta." Seru Lion berdiri di pintu masuk dengan sebuah kantong putih dibawanya. Diambilnya satu permen lolipop dari dalam kantong tersebut dan memasukan ke dalam mulutnya setelah membuka bungkusnya. "Hari ini aku sedang senang jadi aku akan berbagi kesenanganku dengan kalian."


"Kau akan mentraktir kami, Lion?" Tanya seorang murid laki-laki.


"Dengan permen lolipop ini." Senyum Lion setelah itu berjalan membagikan permen lolipop di dalam kantong plastik yang dibawanya ke semua murid yang ada di kelas.


Melody memperhatikan Lion yang membagikan permen lolipop ke setiap murid di kelas. Niko menoleh pada Melody dengan segera gadis itu mengalihkan pandangannya pada Niko dan menatapnya, agar pemuda itu tidak salah paham.


"Pulang sekolah kau ingin menonton film yang kemarin tidak jadi kita nonton? Kalau kau mau aku bisa menyewa satu teater biar tak ada lagi yang mengganggu seperti kemarin." Ucap Niko.


"Tidak perlu. Aku sudah baca review filmnya, dan sepertinya tidak sesuai dengan yang aku harapkan, jadi aku kecewa dan tidak ingin menontonnya lagi." Jawab Melody. "Lagi pula aku akan menikah dengan seorang vampir sungguhan, aku tidak perlu lagi menonton kisah fiktif itu."


Niko tersenyum mendengar jawaban Melody.


"Astaga, masih pagi kalian sudah beradegan film drama romantis." Ujar Lion yang datang mendekati mereka untuk memberikan permen lolipop pada dua orang itu. "Ini untuk kalian." Lion meletakan permen lolipop di atas meja di hadapan Niko dan Melody.


"Lion, aku dan Melody akan bertunangan setelah Ujian kenaikan dan setelah itu aku akan membawanya ke Rusia untuk menikah."


Lion menatap Melody setelah mendengar ucapan Niko. Dia sangat terkejut mendengarnya. Itu kabar yang sangat tiba-tiba dan di luar perkiraannya.


Namun Lion bereaksi tersenyum segera setelahnya. "Itu kabar yang membuat rasa senangku bertambah pagi ini." Ucap Lion pada Niko. "Kalau begitu ini untuk kalian lagi. Aku berikan satu lagi untukmu Niko dan untuk Melon." Ucap Lion sambil meletakan lagi permen lolipop ke meja. "Selamat ya."


...***...


Di tengah pelajaran Melody mendapatkan sebuah notifikasi di handphone-nya. Semalam dia mengunggah rekaman suara percakapan Lion dan Niko yang berbahasa Rusia ke sebuah forum berbahasa Rusia untuk mendapatkan arti dari perkataan mereka.


Dengan sembunyi-sembunyi Melody membukanya.


Pria pertama bilang 'YA sdelal eto iz-za moyey klyatvy vsegda i vezde podchinyat'sya tvoim zhelaniyam' dan dijawab oleh pria satunya 'YA rad, chto ty do sikh por pomnish' tu klyatvu'.


Yang berarti 'Aku hanya akan melakukan sumpahku untuk mematuhi keinginanmu selamanya' dan 'Aku senang kau masih mengingat sumpah itu'.


Sontak Melody menoleh pada Niko setelah membacanya.


"Ada apa?" Tanya Niko.


Melody memikirkan semuanya. Jika dia menanyakannya pada Niko mengenai sumpah itu, maka Niko akan tahu kalau jawaban dia ketika Niko bertanya padanya kenapa dirinya setuju untuk menikah dengan Niko, akan ketahuan. Kalau semua jawabannya sama persis dengan jawaban Lion di rekaman tersebut sehingga dia harus memberikan jawaban baru dari semua yang ditanyakan Niko waktu itu.


"Tidak ada apa-apa." Jawab Melody langsung melihat ke papan tulis.


...***...


"Semua seperti perkiraanmu Lion, aku sudah memberitahunya mengenai arti bahasa Rusia yang semalam dia unggah." Ujar Ivan. "Kenapa kau sekarang malah ingin agar dia tahu? Kenapa bukan kau sendiri yang memberitahunya saat dia bertanya padamu waktu itu?"


"Entahlah, aku juga tidak tahu kenapa. Sepertinya aku juga sudah terlambat." Jawab Lion. "Tapi terimakasih Ivan bantuanmu. Aku yakin sebentar lagi dia akan datang menemuiku."


"Sebaiknya kau katakan langsung padanya."


"Tidak ada yang ingin aku katakan lagi padanya, semuanya sudah terlambat." Ucap Lion. "Mereka berencana bertunangan setelah ujian nanti lalu pindah ke Rusia untuk menikah di sana. Itu kabar bagus."


"Kau baik-baik saja kan?" Tanya Ivan dengan suara cemas.


"Ivan, nanti temani aku menemui Duarte, sepertinya aku ingin berlatih lagi."


"Duarte? Ah tidak Lion, aku tidak suka olahraga itu. Untuk apa kau berlatih itu lagi?"


"Aku hanya ingin mencari kesibukan sekarang."


"Carilah pacar kau akan sibuk nanti." Seru Ivan. "Ngomong-ngomong kenapa kau bilang pada Sandra kalau kau gay? Di sekolah kami kabar itu sudah beredar. Kau sangat bodoh Lion."


Lion tertawa mendengarnya.


"Kau selalu berbohong untuk menyelesaikan masalahmu. Itu sangat buruk, Lion."


"Tidak masalah, selama aku tahu hal yang sebenarnya, itu adalah yang terpenting." Jawab Lion.


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.


"Baiklah Ivan, sepertinya dia sudah datang." Ujar Lion setelah itu mematikan teleponnya.


Sebelum berbalik ke arah seseorang yang berjalan masuk ke atap gedung, Lion membuang napasnya. Dia yakin kalau yang datang adalah Melody untuk menanyakan tentang mengenai sumpah itu.


Sebelumnya dia meminta bantuan Ivan untuk memberitahukan artinya pada Melody saat semalam Melody mengunggahnya di forum berbahasa Rusia dengan tujuan memperbaiki semuanya. Dia ingin agar Melody tahu alasan dia membiarkan Niko mendekati Melody karena dia terikat oleh sumpah itu. Setelah mendengar sendiri bagaimana penderitaan gadis itu, membuatnya ingin mengembalikan semuanya seperti semula. Akan tetapi sepertinya rencananya sudah gagal, dia terlambat setelah kabar yang didengarnya mengenai rencana pernikahan mereka di Rusia.


Dan sekarang dia bingung harus berkata apa pada gadis itu. Selain akan keraguannya untuk memperbaiki semuanya, dia juga tidak ingin Niko membencinya. Bagaimanapun Niko sudah menganggapnya sebagai saudara.


Lion menoleh namun dia bingung pada apa yang dilihatnya. Bukan Melody yang datang tetapi seorang murid perempuan yang tidak dikenalnya.


"Lion..." Panggil gadis itu.


Lion segera turun dan menghampiri gadis itu.


"Kau siapa?" Tanya Lion.


"Kau tidak kenal aku? Semalam aku meneleponmu." Jawab gadis itu. "Aku Karen."


Lion mencoba mengingat-ingat dan dia sama sekali tidak mengingatnya. Dengan segera dia mengecek handphone-nya. Semalam memang ada nomer asing yang meneleponnya ketika dia sedang bermain game, tapi dia tidak dengar apa yang orang itu bicarakan karena headset menutupi telinganya dan fokusnya berasa di game-nya. Dia hanya mengiyakan saja supaya orang itu cepat mengakhiri pembicaraannya.


"Maaf, bisa kau katakan apa yang kau bicarakan semalam?"


Saat yang bersamaan Melody hendak masuk ke atap namun melihat Lion bersama Karen, murid perempuan di kelas sebelah yang merupakan anak dari kepala sekolah yang terkenal dengan sifat ramahnya pada siapapun. Melody menunggu sambil mencuri dengar apa yang mereka katakan.


"Semalam aku memintamu berpacaran denganku dan dengan cepat kau menyetujuinya." Ujar Karen.


...–NATZSIMO–...