
Kedua Musketeers, Prothos dan Aramis sedang sarapan di meja makan rumah mereka. Mona sedang membersihkan meja dapur setelah membuat sarapan untuk mereka.
"Pulang sekolah aku akan keliling café, café mengalami penurunan omzet. Ars, kalau kau tidak sibuk ikutlah denganku. Aku akan mengunggah pemberitahuan ke sosial media café kalau kita akan ke café untuk memancing pengunjung."
"Tidak, aku berencana mengikuti lomba lukis yang diadakan komunitas aliran lukisanku, jadi aku berniat mencari inspirasi untuk lukisanku." Ujar Aramis. "Aku berencana melanjutkan kuliah di jurusan kesenian, dan hadiah dari lomba tersebut beasiswa di jurusan itu. Aku sudah melewatkan lomba yang lalu karena belum terpikir untuk beasiswa itu, jadi kali ini aku akan mengincar hadiahnya."
"Ok, baiklah." Jawab Prothos. "Mona, temani aku ke café, ya?"
"Aku harus menyiapkan makan malam untuk ayah dan paman kalian. Kakek kalian juga akan pulang kan? Jadi aku harus tetap di rumah." Ucap Mona menoleh pada Prothos. "Besok itu masih ada ujian terakhir kalian kan? Kenapa kau tidak fokus dulu saja ke ujianmu? Bahkan kau tidak pernah belajar, Prothos."
"Dia sudah menyerah pada hidupnya, Mona." Seru Aramis. "Sebelum ini padahal dia selalu belajar tapi karena musibah menimpa masalah percintaannya dia jadi sama sekali tidak berniat lulus sekolah."
"Diamlah, Ars!!" Tatap Prothos kesal pada Aramis. "Aku tetap akan lulus, aku yakin itu."
"Ujian terbuka yang kau bilang sudah tutup pendaftarannya, apa kau sudah mendaftar?" Tanya Aramis. "Kau tidak berniat melanjutkan rencana masa depan yang kau bilang pada ayah kan? Dia akan membunuhmu pasti."
"Sudah aku bilang, aku akan menanggung konsekuensinya." Gumam Prothos kesal.
Mona hanya menyimak pembicaraan mereka berdua tanpa berkomentar apapun lagi.
...***...
Melody dan Karen berjalan ke meja makan dimana Lion dan Niko sudah duduk di sana sedang sarapan. Melody mengenakan scraft yang menutupi lehernya untuk menyembunyikan hasil perbuatan Niko di leher kirinya.
Gadis itu sedikit terkejut ketika melihat isi kopernya yang terdapat tiga buah scraft yang bukan miliknya. Dia tahu kalau itu milik Mona karena Mona yang memasukan semua bawaannya ke koper tersebut.
Niko tersenyum pada Melody walau gadis itu menatapnya dalam diam. Niko bahkan menggeser kursi untuk Melody duduk. Lion dan Karen tampak mengobrol seperti biasanya.
"Hari ini aku dan Melody akan berjalan-jalan dengan menaiki sepeda. Kalian berdua pasti tidak ingin ikut kan?" Tanya Karen.
"Aku akan naik paralayang, dan diving. Niko, ayo temani aku diving. Aku takut tenggelam."
Niko tertawa mendengar gurauan Lion. "Ya, baiklah. Aku akan menenggelamkanmu nanti saat ada di dasar laut."
Mendengarnya Lion ikut tertawa. "Sepertinya seru."
"Candaan pria memang menyeramkan." Guman Karen.
...***...
Melody bersama Karen pergi berjalan-jalan menaiki sepeda berkeliling pantai. Mereka menaiki sepedanya masing-masing dan beriringan.
"Mel, memangnya apa yang terjadi pada Lion hingga dia menjadi tidak bisa naik sepeda saat kalian berdua terjatuh dulu?" Tanya Karen menghentikan sepedanya dan diikuti Melody. "Apa dia terluka sangat parah?"
"Tidak, dia tidak terluka. Aku yang terluka sangat parah. Kakiku penuh luka dan di bawah dagu ini robek hingga harus dijahit." Jawab Melody menunjukan bawah dagunya yang jika diperhatikan terdapat bekas luka. "Tapi setelah kejadian itu Lion mengurung diri di kamar selama sebulan, dan ketika dia datang ke rumahku ketiga kakakku memukulinya hingga salah satu gigi susunya patah, tapi dia datang untuk meminta maaf padaku."
"Ya, pasti dia merasa bersalah karena dirinya kau jadi terluka sampai robek, untung saja bekas lukanya tidak terlihat jika tidak diperhatikan." seru Karen.
"Sebenarnya aku yang memintanya untuk mengayuh sepeda secepat mungkin, dan tidak menghiraukan perkataannya. Aku malah memukulnya saat dia memperlambat sepedanya." Ucap Melody. "Kecelakaan itu sebenarnya salahku."
Setelah berkata demikian Melody mengayuh sepedanya lagi. Karen terheran-heran mendengar perkataan Melody.
"Kasian sekali, Lion." Gumam Karen.
...***...
Kedua pemuda yang sedang menyelam ke bawah laut terlihat akur dengan berenang saling beriringan dan semakin masuk ke dalam dasar laut.
Lion merasa sudah cukup memasuki bawah laut karena keadaan di bawah laut semakin gelap. Dia mengisyaratkan pada Niko dengan tangannya agar segera berenang ke atas. Namun Niko tidak mendengarkannya dan masih berenang ke bawah. Mau tidak mau Lion menyusul Niko yang berenang sangat cepat.
Dengan susah payah Lion menyusulnya dan memegang Niko untuk menghentikan temannya agar tidak semakin masuk ke dalam ke dasar laut. Akan tetapi tanpa di duga Lion, Niko menariknya masuk semakin dalam tidak memedulikan kondisi dasar laut yang sangat gelap.
Lion yang kalah kuat karena berada di dalam air, tidak bisa berkutik pada Niko yang memiting lehernya sambil berenang menariknya.
Tidak berapa lama Niko muncul di permukaan laut dengan senyum mengembang di wajahnya. Dia segera berjalan ke bibir pantai sambil melepas tabung oksigen dan semua perlengkapan menyelamnya. Dia merasa puas setelah melakukan hal yang diinginkannya.
"Sialan kau, Niko!!" Terjang Lion yang melompat ke tubuh Niko setelah melepas atribut menyelamnya, membuat mereka berdua terjatuh ke laut. "Kau benar-benar ingin menenggelamkan aku?"
Lion berbaring di dalam air laut dengan napas yang terengah-engah sedangkan Niko duduk dengan tawa melihat Lion yang kelelahan.
"Itu kenapa aku lebih suka di tempat yang tinggi dari pada di dalam air." Ujar Lion. "Aku sangat merasa terancam saat di bawah sana."
"Kau bukan singa laut jadi tidak suka berada di dalam laut." Jawab Niko. "Seharusnya aku benar-benar menenggelamkanmu tadi."
Lion tertawa mendengar ucapan Niko.
"Arrgghh, aku sangat lelah. Ini lebih memakan tenaga dari pada memanjat menara atau tebing." Ujar Lion bangkit berdiri.
Tiba-tiba Niko bangkit berdiri dan kali ini dia menerjang Lion. Niko melingkarkan lengan kanannya pada leher Lion dan menarik Lion ke tempat yang airnya lebih dalam. Lalu melempar Lion dengan kasar.
"Sialan, aku sudah sangat lelah, berengsek!!" Geram Lion bangkit berdiri dengan kesal karena ulah Niko.
"Aku tidak akan membuang kesempatanku lagi." Seru Niko mendorong Lion kembali, hingga terjatuh.
Dan kali ini mereka lebih sengit dengan saling menjatuhkan ke dalam air laut.
"KALIAN BERDUA SEDANG APA?" Teriak Karen yang berada di pinggir pantai dengan Melody. "MAU ES KRIM TIDAK?"
Lion dan Niko tidak memedulikan panggilan Karen dengan masih fokus pada usaha mereka untuk saling menjatuhkan di dalam laut.
"Mereka berdua berkelahi atau apa, Mel?" Karen menoleh pada Melody yang duduk di atas pasir sambil memakan es krim. "Kita harus menghentikan mereka sebelum ada korban."
"Tidak, mereka sedang bersenang-senang." Jawab Melody memperhatikan Lion dan Niko yang tampak berkelahi. "Ketiga kakakku juga sering terlihat berkelahi tapi sebenarnya mereka hanya mengekspresikan keakraban mereka."
"Pria itu lebih aneh dari wanita. Mereka tidak mudah membenci satu sama lain, walau hatinya tersakiti." Gumam Karen duduk di samping Melody sambil memakan es krim. "Karena mereka selalu memakai logika, sedangkan rasa benci berasal dari hati. Jika wanita rumit, maka pria itu aneh."
Melody melihat pada Karen, dia merasa Karen mengatakan hal-hal aneh sejak semalam.
"Karen, apa maksudmu?" Tanya Melody.
"Hah? Memang aku bilang apa?" Karen balik bertanya dengan bingung.
"Siapa yang hatinya tersakiti?"
...–NATZSIMO–...
Baca cerita author yang lain ya.
Di karya "Obsesi Cinta CEO Gay" ada beberapa karakter dari novel ini di sana, dan begitu sebaliknya. Genre-nya romance komedi.
Follow IG author untuk visual character lengkapnya @natzsimo.author
Disclaimer :
Nama, dan cerita hanyalah karya fiksi, mohon untuk tidak ditiru dan dijadikan patokan/acuan dalam kehidupan nyata.
Jika terdapat kesamaan nama, dan karakter, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk karakter yang terdapat di cerita ini, author ambil dari orang-orang di sekitar.
Dan jika terjadi kesamaan dalam satu atau beberapa kejadian dalam cerita di kehidupan pembaca, semua tanpa disengaja.
Semoga menghibur.
......❤❤🤗🤗❤❤......
...Yuk, di like setiap membaca dan kasih komen....
...Beri rate juga ya untuk kemajuan karya ini....
...Masuk ke grup chat author biar berbagi ilmu dan belajar hal baru tiap hari....
...Baca juga karya author lainnya....
...Terimakasih......