MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)

MELODY MUSKETEERS (M911 & TTM)
119. KEDUA PASANGAN



Sesampainya di kamar yang akan mereka tempati, Melody menatap Karen dengan perasaan lega. Keputusannya tepat untuk meminta ijin pada ayah gadis itu agar Karen dibolehkan ikut berlibur bersama dengannya.


"Ada apa, Mel?" Karen menoleh pada Melody yang masih berdiri tidak jauh dari pintu masuk.


"Kakak-kakakku bilang aku harus bersama denganmu selalu." Ujar Melody.


"Kenapa begitu?" Tanya Karen. "Ah, jangan bilang biar Niko tidak macam-macam padamu kan?"


Melody mengangguk.


"Kalian kan akan bertunangan dan menikah, aku rasa tidak apa-apa Niko macam-macam padamu. Bahkan dia sudah menandaimu kan?"


Melody terdiam mendengar perkataan Karen yang mengetahui perbuatan Niko yang menggigit lehernya.


"Tenang saja, aku hanya bercanda." Senyum Karen. "Kau sangat kaku sekali Melody. Kau benar, jangan biarkan Niko macam-macam padamu sebelum menikah. Aku akan kemanapun bersamamu, bahkan saat mandi."


"Kau dan Lion sangat mirip. Pantas saja kalian berdua cocok." Jawab Melody mengakui hal yang menyakitkan untuknya itu.


"Ya, karena itu dia bilang mencintaiku." Senyum Karen.


Sejam kemudian mereka berempat menikmati makan siang yang sudah disiapkan di meja makan. Melody diam saja dan mencoba fokus ke makanannya. Setelah mendengar Karen yang mengatakan kalau Lion bilang mencintainya pada Karen, membuat gadis itu tidak bersemangat.


Melody sesekali melihat pada Lion yang duduk di hadapannya. Lion dan Karen yang duduk di samping kirinya asyik mengobrol sambil memakan makanannya. Sedangkan Niko yang duduk di kursi tunggal yang berada di tengah Melody dan Lion terus memperhatikan gadis itu.


"Habis ini aku akan surfing, kau ikut tidak?" Tanya Lion pada Karen.


"Hhmm." Jawab Karen mengangguk karena mulutnya penuh dengan makanan. "Melody juga ingin ikut katanya, dia juga ingin belajar. Bukan begitu Mel?"


Melody terkejut karena sebelumnya dia tidak bilang begitu oada Karen. Namun gadis itu tahu apa maksud Karen mengatakan hal tersebut.


"Itu benar." Jawab Melody.


"Tidak, aku hanya akan mengajarimu, Key." Tolak Lion dengan cepat. "Itu akan sulit jika mengajari dua orang yang tidak bisa berenang sekaligus."


"Kau harus mengajariku berenang dulu kalau begitu." Ujar Karen. "Kau juga ya, Mel?!"


"Tidak usah kalau begitu." Jawab Melody yang merasa sedih mendengar penolakannya Lion padanya. "Aku akan tetap disini saja."


"Kau harus ikut!! Kau bisa duduk di pinggir pantai, kita sedang berlibur harus melakukan sesuatu yang menyenangkan, jangan hanya tidur dan diam saja." Seru Karen. "Bukan begitu Niko? Kau bisa temani Melody juga kan? Aku yakin kau pun tidak akan mau turun ke laut."


"Ya, matahari akan membakar diriku." Jawab Niko. "Kami disini saja."


"Tidak tidak, kalau begitu kita semua di sini saja." Ucap Karen. "Kau juga tidak boleh kemanapun Lion!!"


"Baiklah, ayo Niko kita harus ikut ke pantai juga." Ucap Melody pada Niko yang menatap tajam Melody karena tidak setuju pada ucapannya. "Kau bilang liburan itu istirahat, jadi jangan hanya berdiam diri saja."


"Baiklah." Jawab Niko mau tidak mau, membuat Karen tersenyum senang.


Handphone Lion berbunyi, pemuda itu segera menjawab panggilan teleponnya. Seorang teman yang tinggal di pulau ini yang menelepon.


"Ada apa, Ethan?" Tanya Lion.


"Aku dengar kau sedang ada disini?" Tanya teman Lion bernama Ethan di ujung telepon. "Kenapa tidak bilang padaku? Aku akan meminjamkan salah satu rumahku atau memakai kamar di hotelku."


"Aku bersama Niko, kami tinggal di mansion-nya." Jawab Lion. "Aku tidak ingin merepotkanmu makanya tidak mengabarimu."


"Kau ini bilang apa? Kita ini teman, tidak ada kata merepotkan, kau juga sering bilang begitu! Jadi Niko juga bersamamu? Sampai kapan kalian disini? Hari sabtu tunanganku ulang tahun, datanglah ke acaranya di hotelku."


"Kami tidak sampai hari sabtu, jumat kami pulang."


"Sayang sekali ya, baiklah kalau begitu aku akan memajukan acaranya demi kalian menjadi besok. Kau dan Niko harus datang, terutama kau Lion, sudah lama kita tidak bertemu."


"Ya ampun, kau tidak perlu melakukannya hanya demi kami berdua." Ujar Lion.


"Aku tidak masalah, yang lainnya juga pasti akan senang melihatmu, Lion."


Lion mengakhiri percakapannya di telepon dengan temannya itu. Lalu membuang napas sesaat.


"Ethan mengundang kita ke acara ulang tahun tunangannya. Apa kita harus datang?" Tanya Lion pada Niko.


"Dia tidak benar-benar menyukaiku, keluarga kami adalah rival di dunia bisnis."


"Jangan bilang begitu. Tak ada teman sejati dan musuh abadi di dunia bisnis. Kau hanya perlu menjalin relasi yang baik pada semua orang." Ujar Lion. "Aku harus datang. Kau juga harus ikut bersamaku karena di sana juga banyak teman-teman kita."


"Lebih tepatnya teman-temanmu." Jawab Niko.


"Mel, ayo kita datang ke pesta itu. Pasti akan menyenangkan." Seru Karen pada Melody.


Niko menatap Melody dengan sedikit kesal. "Ya, baiklah kalau kau yang bilang."


"Kalau begitu kita harus membeli pakaian untuk ke pesta besok, itu di luar rencana kita, jadi aku tidak membawa pakaian pesta." Ujar Karen.


...***...


Niko merasa kesal dengan semua yang terjadi. Semua berjalan tidak sesuai dengan yang dia harapkan. Dengan marah Niko masuk ke kamar yang ditempati Lion.


"Apa yang kau lakukan, Lion?" Niko langsung menghardik Lion ketika masuk.


Lion yang sedang duduk di sisi tempat tidur sedang melihat handphone-nya, menoleh pada Niko. Dia tahu Niko sangat marah saat ini.


"Aku tidak melakukan apapun. Memangnya ada apa?" Tanya Lion heran. "Kau marah karena kita akan ke pesta itu?"


"Semuanya!! Apa yang dilakukan pacarmu? Dia mengatakan ini itu pada calon tunanganku, hingga Melody tidak bisa menolaknya."


"Niko, mereka itu wanita, mereka selalu seperti itu. Kenapa kau marah dengan hal itu?" Tatap Lion dengan mengernyitkan dahinya.


"Kau harus mengaturnya, jangan biarkan dia mengacaukan semuanya!!"


"Kalau begitu kenapa bukan kau saja yang menolak semua ucapan calon tunanganmu?" Ujar Lion. "Kau juga tidak bisa kan? Aku pun tidak bisa mengatur apa yang diinginkan pacarku. Wanita selalu begitu dan kita juga selalu sama, tidak bisa berbuat apapun untuk membantah perkataan mereka."


Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Karen yang membukanya.


"Ada apa? Kenapa kau disini, Niko?" Tanya Karen berjalan masuk. "Bisa kau tinggalkan kami berdua? Kau mengganggu kami saja."


Niko berjalan keluar kamar Lion dengan segera.


"Ada apa, Lion? Niko terlihat marah." Ucap Karen.


"Aku sangat mencintaimu, Key." Senyum Lion. "Kau memang yang terbaik."


Mendengar ucapan Lion, sebuah senyum mengembang di wajah Karen. Gadis itu juga berjalan mendekati Lion yang masih duduk di sisi tempat tidur.


...***...


Niko berjalan ke kamar dimana Melody berada. Karena Karen sedang berada di kamar Lion, Niko tidak ingin membuang kesempatan itu untuk menemui calon tunangannya tersebut.


Melody terkejut ketika Niko membuka pintu kamar dimana dirinya berada. Melody baru saja keluar dari kamar mandi dan langsung mematung melihat pemuda yang berdiri di ambang pintu. Dia tidak tahu kalau Karen meninggalkannya karena baru saja dia berada di kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan mengganti plester yang ada di lehernya. Hal itu pula yang membuat pintu kamar itu tidak dikunci.


Kehadiran Niko membuat Melody takut hingga terdiam, mematung melihat pada Niko.


"Melody..."


"Niko, ada apa?" Tanya Melody memotong ucapan Niko mencoba bersikap biasa. "Aku akan keluar kalau ada yang ingin kau katakan padaku. Tunggulah lima menit setelah itu aku akan menemuimu di luar."


Niko yang masih di ambang pintu hanya tersenyum. Namun setelahnya pemuda itu melangkah masuk. Melody semakin menjadi takut.


...–****NATZSIMO****–...


Disclaimer :


Nama, dan cerita hanyalah karya fiksi, mohon untuk tidak ditiru dan dijadikan patokan/acuan dalam kehidupan nyata.


Jika terdapat kesamaan nama, dan karakter, mohon maaf yang sebesar-besarnya karena untuk karakter yang terdapat di cerita ini, author ambil dari orang-orang di sekitar.


Dan jika terjadi kesamaan dalam satu atau beberapa kejadian dalam cerita di kehidupan pembaca, semua tanpa disengaja.


Semoga menghibur.


......❤❤🤗🤗❤❤......


...Yuk, di like setiap membaca dan kasih komen....


...Beri rate juga ya untuk kemajuan karya ini....


...Masuk ke grup chat author biar berbagi ilmu dan belajar hal baru tiap hari....


...Baca juga karya author lainnya....


...Terimakasih......