Cross The World With System

Cross The World With System
Arthur dan Altrez



...----------------...


"Papah jahat!, jahat!," Kata Lena sambil memukul-mukul dada Xio. "Apakah papah tidak sayang mamah lagi?" Lanjutnya.


"Tentu saja papah sayang dengan mamah." Jawab Xio. "Kalian ini kenapa bersikap aneh?, lihatlah mamah baik-baik saja kan?" tanyanya.


"Terus kenapa badan mamah banyak lukanya seperti ini?" ucap Leon menunjuk tanda-tanda merah di tsekitar tubuh Ellisa.


Xio dan Ellisa menepuk kening mereka sendiri sambil tersenyum kecut. 'Aku kira ada apa?' Batin Xio dan Ellisa.


"Tanda-tanda yang ada di tubuh mamah adalah tanda sayang papah kemamah." Jawab Xio. "Benarkan sayang?" Ucapnya mencium pipi Ellisa dan dijawab diangguki Oleh Ellisa membuat Leon serta Lena menjadi Lega.


Leon dan Lena pun mencium pipi Ellisa dan Xio sampai berbekas dan mereka juga bilang kalau itu adalah tanda sayangnya mereka.


Merekapun menghabiskan beberapa menit didalam kamar tersebut sambil bercengkrama sudah seperti layaknya keluarga yang harmonis. Tapi tiba-tiba saja Xio mendapatkan kabar dari bawahannya kalau sudah terlihat banyak sekali hampir ratusan Airship yang terlihat di laut perbatasan.


Xio langsung saja turun dari kasur dan langsung mengganti pakaiannya.


"Sayang kamu kemana?, kenapa buru-buru sekali?" Tanya Ellisa.


"Aku harus mengurus sesuatu dulu." Jawab Xio mencium kening Leon dan Lena bergantian dan kemudian mencium bibir Ellisa tipis. "Kamu dan anak-anak tunggu saja di istana sampai aku kembali." Ujar nya langsung menghilang dihadapan Ellisa. Xio sengaja tidak memberi tahu Ellisa kalau dirinya akan menuju ke Medan pertempuran karena dia tidak mau Ellisa melihat pertumpahan darah karena Ellisa yang sedang mengandung buah hatinya.


Ellisa serta Leon dan Lena pun kemudian memutuskan untuk mencari Rose saja. Ketika mereka bertemu dengan Rose, ternyata rose sedang dengan Jhonatan mengobrol di gazebo taman.


"Nenek, ayah." Sapa Ellisa.


"Ellisa kemarilah." Kata Rose melambaikan tangannya.


"Anak-anak sini duduk dengan Kakek." Ujar Jhonatan. Ellisa serta Leon dan Lena pun langsung menghampiri mereka.


"kemana ayah?" Tanya Ellisa.


"Oh Arthur bilang sih dia ada urusan." Jawab Jhonatan.


"Apakah ayah tahu urusan tentang apa?" Tanya Ellisa lagi.


"Ehmm kalau itu ayah juga tidak tahu." Jhonatan agak ragu mengatakannya kalau Arthur pergi ke perbatasan juga.


Sementara itu disisi Xio, Ketika ia menghilang tadi, sektika ia sudah berada di sisi laut karena bayangannya tidak bisa melewati air sementara perbatasan benua berada di tengah laut, Sehingga ia harus terbang lagi untuk sampai ketempat para bawahannya berkumpul sekarang. Tapi ketika di pertengahan jalan, Xio melihat Arthur yang sedang terbang menuju kesana juga.


"Ayah!, sedang apa ayah disini?" Tanya Xio, karena ia tidak tahu kalau Arthur akan ikut.


"Hehe ayah juga ingin ikut meregangkan otot." Jawab Arthur sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hahhh.." Xio menghela nafas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apakah Ellisa tahu ayah kemari?" Tanya Xio Lagi.


"Tidak, ayah hanya memberi tahu Jhonatan dan mamih Rose saja." Jawab.


"Baguslah." Kata Xio langsung saja ia menggenggam pergelangan tangan Arthur dan kemudian melesat cepat membawanya.


Hanya dlalam waktu beberapa menit saja Xio dan Arthur sudah dapat melihat para bawahan Xio yang seemuanya sedang terbang di atas ketinggian laut, ternyata tidak hanya para dosa dan kebajikan saja yang ikut tapi Para prajurit juga ikut dan mereka sudah diberikan sihir melayang.


"BERI HORMAT PADA YANG MULIA!!" Seru Dulux, dan semua prajurit sekaligus dosa dan kebajikan pun langsung mengepalkan tangan mereka didada seraya sedikit mengkukan dada mereka secara bersamaan.


"Berdirilah." Kata Xio dan di turuti oleh semuanya yang langsung tegap kembali serentak. Xio kemudian memandang lurus ke lautan luas.


"Sepertinya mereka benar-benar datang kemari untuk berperang." Ucap Xio melihat ratusan Airship dari jauh yang sedang bergerak kearahnya.


"Xio apakah kamu bisa mengirim ayah dengan cepat kesana sebentar untuk bicara dengan raja mereka, karena ayah cukup kenal dengan rajanya." Ucap Arthur.


"Baiklah tapi biarkan aku ikut dengan ayah, dan aku akan bersembunyi didalam bayangan." Ujar Xio dan disetujui oleh Arthur.


"Semuanya!!, Jangan ada yang menyerang sampai ada aba-aba dariku!" Seru Xio.


"BAIK YANG MULIA!!" Jawab semuanya serentak.


Xio langsung saja menarik Arthur dan membawanya melesat dengan cepat. Ketika hampir sampai dengan Airship-airship tersebut, Xio pun langsung masuk kedalam bayangan Arthur dan membiarkannya untuk terbang mandiri.


***********


Sementara itu di atas Airship yang terlihat paling megah terlihat ada sesosok demi human yang berwujud setengah Singa dan setengah manusia sedang duduk diatas singgasana dengan santai. sosok tersebut adalah raja dari salah satu kerajaan yang berada di benua demi human, dan nama raja tersebut yaitu Altrez Leroi.



Altrez sangat menyayangi anaknya Zeff Leroi yang beberapa hari lalu mati terbunuh. Di kerajaannya, ia memiliki semacam item yang dapat memperlihatkan anggota keluarga kerajaan yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal.


Saat mendengar kabar kalau Zeff sudah meninggal, Altrez sangatlah syok dan pada awalnya ia masih belum percaya sampai akhirnya ia melihat dengan mata kepalanya sendiri.


ia pun langsung mencari tahu siapa yang sudah nembunuh anaknya.


Dan untungnya salah satu orang yang ikut bersama Zeff kembali ke benua demi human karena Xio memang sengaja memulangkan salah satunya.


Anak buah Zeff pun menjelaskan semua kejadian yang terjadi ketika mereka ke dunia manusia tidak terkecuali. Yang membuat Altrez bingung saat itu yaitu bagaimana bisa ada manusia yang lebih kuat dari anaknya.


Kembali ke sisi Altrez saat ini, ketika ia sedang duduk di singgasananya, dari jauh ia melihat ada seseorang dengan sayap sedang mendekat kearahnya dengan cepat dan mungkin dalam beberapa detik lagi saja akan sampai.


"Kenapa dia ada disini?" Gumam Altrez. karena sepertinya ia sudah mengenali siapa yang memiliki sayap seperti itu.


"Altrez!" Ucap Arthur menapakkan kakinya diatas Airship yang sama dengan Altrez.


Altrez langsung berdiri dan mengeluarkan pedangnya, "Arthur apa yang kau lakukan disini?" Altrez langsung memasang sikap siaga.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu, Apa tujuanmu datang ke benua manusia dengan membawa bala prajurit sebanyak itu?" Ucap Arthur.


"Hahaha." Altrez tertawa. "Memangnya apa urusanmu?" Tanyanya.


"Tentu saja untuk menghentikanmu!" Jawab Arthur.


"Sepertinya Bangsa iblis sudah menurun dan sekarang bergabung dengan manusia yah." Kata Altrez merendahkan.


"Yah wajar sih kedua rasnya itu memang lemah." Tambahnya.


Walaupun Arthur merasa kesal, tapi yang lebih dibuat kesal lagi adalah Xio karena Perkataan Altrez barusan sama saja dengan merendahkan rasnya sendiri dan juga ras istrinya.


'Xio suruh pasukanmu untuk menyerang sekarang saja, dan biarkan ayah yang mengurus Altrez sendiri.' Batin Arthur.


Arthur langsung saja menapakkan telapak tangannya ke lantai yang kemudian terlihat seperti aliran-aliran berwarna merah keluar dari telapak tangannya. Aliran-aliran tersebut terus menyebar sampai terdengarlah suara seperti kayu yang dipatah patahkan.


*Krashh!


Krashh*!


Perlahan Airship yang mereka naikki hilang keseimbangannya.


"Semuanya SERANG!!" Perintah Altrez. Semua prajurit yang berada di kapal yang sama pun langsung berlari mengarahkan senjatanya kearah Arthur. Tapi sayang ketika mereka sudah dekat dengan Arthur, kapal yang awalnya hanya hilang keseimbangan tiba-tiba saja terbelah menjadi dua dan terjun ke bawah membawa mereka semua termasuk Altrez.


Pecahan kapal mulai tenggelam begitupun dengan para awak kapalnya tapi terlihat hanya 2 orang yang tidak masuk kedalam air yaitu Arthur dan juga Altres karena Arthur bisa terbang sementara Altrez ternyata bisa berjalan diatas Air.


Terntu saja kejadian terbelahnya Airship Altrez langsung membuat panik semua pasukan nya tau Airship Airship yang lainnya. Hampir semua Airship langsung mengarahkan meriam mereka kebawah atau lebih tepatnya ke arah Arthur.


"TEMBAKAN SEKARANG!" Perintah Altrez.


Semua meriam tersebut pun langsung menembakkan seperti bila Energi dalam jumbah yang banyak tapi sayangnya belum juga mengenai Arthur, Tembakan-tembakan itu seperti mengenai Barrier sehingga tidak bisa menembus kebawah.


Xio keluar dari bayangan Arthur dan berkata. "Sekarang ayah bisa bertarung berdua saja dengannya." Kata Xio langsung terbang kelangit yang ternyata para bawahan Xio juga sudah ada disana.


"Haha Sudah lama Sekali aku tidak bertarung denganmu." Kata Arthur. "Bagaimana Kalau kamu menyerang duluan." Tambah Arthur membuat Altres marah karena terlihat dari raut wajahnya yang langsung mengerutkan alisnya dengan tatapan sinis.


Swooshh!!


Dengan seketika Altrez sudah ada di hadapan Arthur berniat menyerangnya menggunakan pedang, tapi sayangnya dengan mudah ditahan oleh Arthur menggunakan jarinya.


"Apakah cuma segini kekutanmu?" Kata Arthur dengan santai.


Altrez langsung mundur untuk mencari kesempatan menyerang kembali. Ia terus menyerang tapi tetap saja tidak ada serangannya yang mampu mengenai Arthur.


Sementara itu disisi Xio.


Xio mengeluar sebuah bola hitam dari tangannya dan melemparkan bola hitam tersebut kelangit, Sehingga perlahan langit yang tadinya berwarna biru cerah seketika berubah menjadi gelap di sertai dengan portal besar berwarna hitam yang merubah aura disana menjadi mencekam.


Dari portal hitam besar tersebut Keluar tentakel-tentakel berwarna hitam pekat yang ukurannya sangat besar.



Tentakel-tentakel tersebut langsung melilit kapal-kapal yang ada disana dan membawanya masuk kedalam portal. Ada juga kapal yang mencoba melarikan diri tapi semuanya tidak bisa lolos dari skill Xio satu ini yang ia beri nama "Khaos Vanitate" yang artinya Kekacauan dalam kehampaan.


Semua bawahan Xio di buat tercengang dengan Skill Xio ini karena dengan skill seperti ini saja pasti bisa meluluhlantakkan satu kerajaan dengan mudah. Tapi disisi lain mereka juga berpikir untuk apa mereka ikut kemari kalau tidak ada yang bisa dilakukan karena semuanya sudah di kerjakan Oleh Xio seorang diri.


"Yang Mulia, kalau nanti ada kejadian seperti ini lagi sebaiknya anda duduk santai dan menonton saja, biarkan kami para bawahan Anda saja yang membereskannya." Ucap Belphegor.


"Benar Yang Mulia anda tidak perlu membuang tenaga hanya untuk hal sepele seperti ini." Tambah Asmodeus.


'Benar juga aku lupa kalau punya mereka' Batin Xio. "Baiklah, kalau begitu aku hanya akan mengurus lawan yang tidak bisa tangani saja." Kata Xio.


Xio melirik kebawah untuk melihat pertarungan Arthur dengan Altrez yang ternyata masih berlangsung. Tapi dilihat dari situasinya sudah terlihat siapa yang akan menjadi pemenangnya karena dilihat dari kondisi Altrez yang sudah babak belur serta darah bercucuran dari tubuhnya. Sementara Arthur terlihat masih baik-baik saja walaupun ada juga beberapa luka sayatan di tubuhnya, Arthur bertempur tidak menggunakan senjata tapi ia menggunakan darahnya yang bisa ia ubah menjadi benda apapun seperti saat ini terlihat di ujung jari-jarinya seperti ada cakar berwarna merah darah yang ternyata bisa menyedot darah lawannya.


Altrez berdiri dengan sempoyongan dan masih memegang pedangnya.


"Hahh aku lelah bermain-main." Kata Arthur. "Sebaiknya aku selasaikan saja sekarang." Tambahnya langsung melesat kearah Altrez sambil mengarahkan cakarnya.


Sebelum Arthur sampai, Altrez seperti menelan sebuah Crytal berwarna hitam tapi Arthur tidak menyadarinya sampai tibalah cakar Arthur hampir sampai tepat di dada Altrez, Seketika seluruh tubuh Altrez bercahaya.


"Kalau aku mati, maka kamu juga harus mati." Kata Altrez tersenyum licik.


DUARRR!!


Tubuh Altrez seketika meledak begitupun dengan Arthur yang tadi berada didekatnya sehingga terkena dampak dari ledakkan tersebut juga. Ledakkan barusan sudah seperti bom dengan daya ledak yang tinggi sehingga membuat gelombang Air Naik.


"Tidak, Ayah!" Xio langsung melesat cepat kearah tadi Arthur berada untuk menyelamatkannya tapi sayangnya kejadian barusan terjadi sangat cepat bahkan tidak sampai satu detik Sehingga sudah tidak terlihat ada siapa-siapa lagi diatas air.


"Tidak, Ini tidak mungkin." Gumam Xio dengan wajah cemas, ia pun langsung menyelam kedalam air karena ia berpikir mungkin saja Arthur tidak sadarkan diri dan tenggelam dilaut.


Semua bawahan Xio pun menyusul Xio masuk kedalam Air untuk membantu mencari Arthur, Beberapa menit mereka mencari tapi belum juga menemukan Arthur dan yang ada malah puing-puing Airship yang tersangkut di sebuah batu besar.


'Tidak, apa yang harus aku katakan pada Ellisa.' Batin Xio Bingung bagaimana memberitahu Ellisa nanti.


**********


Sementara itu di istana yang bernama istana Mea atau istana kerajaan Regalia. Terlihat Ellisa, Rose, Jhonatan, serta Leon dan Lena yang sudah siap untuk naik kereta kuda untuk pergi ke Colloseum karena siang ini Kompeti akan dimulai lagi dengan ujian terakhir yaitu pertarungan setiap tim.


"Kenapa Papah dan kakek lama sekali." Ucap Lena.


"Iya juga." Kata Ellisa. "sebaiknya kita berangkat duluan saja, biarkan Papah dan kakek menyusul saja nanti." Ujarnya. Merekapun langsung Naik kedalam kerata kuda dan mengambil tempat duduk mereka masing-masing. Setelah mereka duduk, Kereta pun mulai jalan.


Diperjalanan Ellisa melihat ekspresi wajah Jhonatan yang seperti sedang mengkhawatirkan dan menyembunyikan sesuatu sehingga membuat Ellisa curiga.


"Ayah tolong katakan kemana sebenarnya Xio dan ayah Arthur pergi?" Tanya Ellisa menatap serius mata Jhonatan.


Jhonatan yang ditatap oleh Ellisa seperti itupun menjadi tidak tega kalau harus membohonginya lagi sehingga ia pun memberitahukan yang sebenarnya kemana mereka berdua.


"Kenapa Xio tidak memberitahuku?" Ucap Ellisa khawatir.


"Sudahlah sayang, mungkin Xio tidak mau kamu khawatir. Ibu hamil kan tidak boleh terlalu banyak pikiran." Kata Rose.


"Hemm sebaiknya aku tidak usah terlalu banyak pikiran." Jawab Ellisa sambil mengelus-elus perutnya.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG